Anak Muda Kuasai Pasar Emas RI, Investor Konvensional Mulai Tergeser
- account_circle Darman
- calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pengguna memantau pergerakan harga emas digital lewat gawai di tengah volatilitas pasar global.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com | Pasar emas digital Indonesia kini dikuasai anak muda. Pergeseran ini mengubah peta investasi nasional yang sebelumnya didominasi generasi lebih tua. Perubahan perilaku keuangan dan kemudahan akses digital mendorong kelompok usia produktif masuk lebih aktif ke instrumen emas.
Pergeseran Investor di Tengah Tekanan Ekonomi
Ketidakpastian ekonomi global masih membayangi pasar keuangan. Harga emas internasional bergerak fluktuatif, sementara tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda. Dalam kondisi ini, masyarakat tetap melihat emas sebagai aset lindung nilai yang relatif stabil.
Namun, cara berinvestasi tidak lagi sama. Investor kini memanfaatkan platform digital untuk membeli dan menyimpan emas. Pola ini menarik minat anak muda yang terbiasa menggunakan layanan keuangan berbasis aplikasi.
Data Usia Tunjukkan Dominasi Generasi Muda
Data transaksi sepanjang 2025 mencatat kelompok usia 25–34 tahun sebagai pembeli terbesar emas digital. Kelompok ini menyumbang 36,29 persen dari total transaksi. Investor berusia 18–24 tahun menyusul dengan porsi 32,64 persen.
Sementara itu, kelompok usia 35–44 tahun hanya berkontribusi 16,78 persen. Peran investor berusia di atas 45 tahun terus menurun. Angka ini menegaskan pergeseran dominasi pasar emas digital ke generasi muda.
Akses Mudah Dorong Minat Investasi
Pelaku industri menilai kemudahan akses menjadi faktor utama. Aplikasi investasi memungkinkan pembelian emas dengan nominal kecil. Proses transaksi berlangsung cepat dan transparan.
Platform digital juga terhubung langsung dengan layanan keuangan lain. Skema ini sesuai dengan kebutuhan generasi produktif yang mengutamakan fleksibilitas dan efisiensi.
Risiko Literasi Tetap Perlu Perhatian
Meski minat meningkat, pengamat ekonomi mengingatkan risiko yang menyertai tren ini. Sebagian investor muda masih mengandalkan pergerakan harga jangka pendek. Strategi tersebut berpotensi memicu kerugian saat harga emas berfluktuasi tajam.
Penguatan literasi keuangan menjadi kunci. Investor perlu memahami fungsi emas sebagai instrumen jangka menengah dan panjang, bukan sekadar alat spekulasi.
Partisipasi Perempuan Mulai Meningkat
Dari sisi gender, pembeli emas digital masih didominasi laki-laki dengan porsi 67 persen. Perempuan menyumbang 33 persen transaksi. Meski belum seimbang, tren ini menunjukkan peningkatan partisipasi perempuan dalam investasi digital.
Tantangan dan Arah Pasar ke Depan
Dominasi anak muda berpotensi memperluas basis investor emas nasional. Kondisi ini juga mempercepat transformasi industri keuangan. Namun, regulator dan pelaku usaha perlu memperkuat perlindungan konsumen dan transparansi transaksi.
Langkah tersebut penting agar pertumbuhan pasar emas digital berjalan sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Saat ini belum ada komentar