Prabowo Pendidikan Inggris: Dorong Kerja Sama Kampus di London
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- visibility 143
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto menghadiri UK–Indonesia Education Roundtable di London, Selasa (20/1), bersama pimpinan universitas terkemuka Inggris Raya untuk membahas penguatan kerja sama pendidikan tinggi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Prabowo pendidikan Inggris menjadi fokus dalam agenda diplomasi pendidikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Pada Selasa (20/1), Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di London. Forum ini sekaligus menegaskan keseriusan Indonesia dalam memperkuat kerja sama pendidikan tinggi dengan Inggris.
Forum tersebut berlangsung sekitar dua jam. Selain itu, agenda ini menghadirkan pimpinan perguruan tinggi terkemuka dari Inggris Raya. Oleh karena itu, pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperluas kolaborasi akademik bilateral. Informasi resmi kegiatan kepresidenan dapat diakses melalui https://www.presidenri.go.id.
Prabowo Pendidikan Inggris dalam Agenda Pendidikan Tinggi
Dalam forum tersebut, sejumlah universitas papan atas Inggris turut hadir. Di antaranya King’s College London, Imperial College London, University of Oxford, University of Edinburgh, University of Cambridge, London School of Economics, serta Queen Mary University of London.
Selanjutnya, Presiden Prabowo berbicara langsung di hadapan lebih dari 30 profesor yang merupakan pimpinan dari 24 universitas ternama Inggris. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan keinginan pemerintah untuk memperkuat kerja sama pendidikan tinggi secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Fokus Pengiriman Mahasiswa dan Kolaborasi Kampus
Melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, pemerintah secara aktif mendorong kolaborasi akademik lintas negara. Dengan demikian, kerja sama tidak hanya berlangsung di Indonesia, tetapi juga berkembang melalui program bersama di kampus-kampus Inggris.
Selain itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengiriman mahasiswa Indonesia ke luar negeri menjadi salah satu fokus utama kebijakan pendidikan nasional. Langkah ini, pada akhirnya, bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.
Prioritas Kedokteran dan STEM
Di samping pengiriman mahasiswa, pemerintah juga membuka peluang kerja sama dalam pembangunan dan pengembangan universitas di Indonesia. Secara khusus, Presiden menyoroti bidang kedokteran serta sektor STEM, yaitu Science, Technology, Engineering, and Mathematics.
Menurut Presiden, kolaborasi internasional di bidang pendidikan tinggi akan mempercepat alih pengetahuan. Lebih jauh, kerja sama ini juga akan mendorong riset dan inovasi nasional. Dengan demikian, Indonesia dapat memperkuat fondasi pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi secara berkelanjutan.
