Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Sidak Pajak Perusahaan Baja, Menkeu Tagih PPN Rp500 Miliar

Sidak Pajak Perusahaan Baja, Menkeu Tagih PPN Rp500 Miliar

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • visibility 353
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tangerang, duasatunews.com — Sidak pajak perusahaan baja dilakukan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terhadap dua perusahaan pengelola baja, PT PSM dan PT PSI, di Kawasan Milenium, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis. Melalui sidak tersebut, Purbaya langsung menagih kewajiban Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang mencapai potensi Rp500 miliar.

Selain menagih pajak, Purbaya memimpin langsung pemeriksaan lapangan sebagai bentuk penegakan hukum perpajakan. Karena itu, ia menegaskan pemerintah tidak memberi ruang bagi praktik penghindaran pajak yang merugikan negara.

“Langkah ini memberi sinyal tegas kepada para pelaku usaha. Jangan ulangi praktik seperti ini. Kami tidak bisa disogok, dan jika ada yang main-main, kami tindak tegas,” kata Purbaya usai sidak di PT PSI.

Sidak Pajak Perusahaan Baja di Kawasan Industri Tangerang

Selanjutnya, Purbaya menjelaskan kepemilikan dua perusahaan tersebut berada di tangan investor asing dan pengusaha dalam negeri. Kedua perusahaan itu menjalankan usaha pengelolaan baja dan menjual produk langsung ke klien secara tunai. Dengan skema tersebut, perusahaan berupaya menghindari pemungutan PPN.

Purbaya menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan menerima informasi awal mengenai potensi kebocoran pajak hingga Rp500 miliar dari dua perusahaan tersebut. Oleh karena itu, ia menilai praktik tersebut sangat merugikan penerimaan negara.

“Kami menerima informasi potensi Rp500 miliar hanya dari dua perusahaan ini. Angkanya besar, apalagi jika pola yang sama muncul di banyak perusahaan lain,” ujarnya.

Dugaan Penghindaran Pajak di Sektor Baja

Di sisi lain, Purbaya melihat langsung kondisi fisik perusahaan yang kumuh dan kurang terawat. Namun, pada saat yang sama, ia juga menyaksikan kapasitas produksi yang besar serta aktivitas usaha bernilai tinggi.

Dengan kondisi tersebut, Purbaya menilai skala produksi tidak sejalan dengan kepatuhan pajak perusahaan. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi nasional yang positif seharusnya mendorong pelaku usaha meningkatkan kontribusi pajak.

“Ketika ekonomi tumbuh lebih cepat, usaha mereka ikut bergerak. Karena itu, mereka wajib membayar pajak sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan distorsi di pasar,” ujarnya.

Kemenkeu Kejar Puluhan Perusahaan Baja

Selanjutnya, Purbaya memastikan Kementerian Keuangan terus menyisir perusahaan pengemplang pajak, baik milik asing maupun dalam negeri. Saat ini, kementeriannya membidik sekitar 40 perusahaan yang menghindari kewajiban pajak.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa satu perusahaan saja mampu mencatatkan pendapatan Rp4 triliun hingga Rp5 triliun per tahun. Dengan demikian, praktik penghindaran pajak tersebut berpotensi menggerus penerimaan negara dalam jumlah besar.

“Jika jumlahnya mencapai 40 perusahaan, nilainya sangat besar. Negara berpotensi kehilangan Rp4 triliun hingga Rp5 triliun. Oleh karena itu, sekarang giliran perusahaan-perusahaan itu memenuhi kewajiban pajaknya,” tegas Purbaya.

Akhirnya, langkah sidak pajak perusahaan baja ini mempertegas komitmen pemerintah dalam menutup kebocoran penerimaan negara dan meningkatkan kepatuhan pajak di sektor industri strategis.

Adrian Moita

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK: Perjanjian Dagang RI-AS soal Energi Berisiko Terjadi Korupsi

    KPK: Perjanjian Dagang RI-AS soal Energi Berisiko Terjadi Korupsi

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 516
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan pemerintah tentang potensi risiko korupsi dalam perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat. Risiko tersebut muncul dari rencana pembelian serta investasi energi yang masuk dalam kebijakan tarif resiprokal. Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan pemerintah belum menyusun instrumen hukum operasional yang mengikat untuk kesepakatan tersebut. Akibatnya, ketidakpastian hukum […]

  • Kasus OTT PT ST Nickel di Konawe Sulawesi Tenggara

    OTT PT ST Nickel Harus Diusut Menyeluruh: Ketum Pemuda 21 Soroti Dugaan Relasi Tidak Sehat antara Perusahaan dan Oknum

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 326
    • 0Komentar

    (Duasatunews.com), Jakarta || 26 Maret 2026 – Ketua Umum Pemuda 21, Muhammad Julfan Saputra, meminta aparat mengusut kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan pemerasan terhadap PT ST Nickel di Konawe secara menyeluruh. Selain itu, ia menegaskan aparat harus bekerja objektif, transparan, dan tidak tebang pilih dalam menangani perkara ini. Fokus pada Semua Kemungkinan Pertama, Julfan […]

  • korupsi tambang Konawe Utara di wilayah pertambangan

    KOLTIVNAS Desak Kejagung Periksa Oknum Notaris Terkait Kasus Pertambangan di Konawe Utara  

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Arin fahrul Sanjaya
    • visibility 745
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Koalisi Aktivis Nasional Sulawesi Tenggara–Jakarta (KOLTIVNAS Sultra–Jakarta) menyoroti dugaan keterlibatan notaris berinisial TFA dalam kasus pertambangan bermasalah di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. TFA tercatat menjabat sebagai Direktur Utama PT Tristaco Mineral Makmur (TMM) dan Komisaris Utama PT Trised Mega Cemerlang (TMC). KOLTIVNAS menilai posisi tersebut menempatkan TFA pada peran strategis dalam […]

  • TNI AL gagalkan penyelundupan sianida 1,4 ton di Bitung

    Penyelundupan Sianida Bitung, TNI AL Amankan 1,4 Ton

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com)  – TNI AL menggagalkan penyelundupan sianida seberat 1,4 ton melalui Pelabuhan Ferry ASDP Bitung, Sulawesi Utara. Petugas menemukan bahan kimia berbahaya itu saat memeriksa kendaraan yang turun dari kapal feri rute Talaud–Bitung. Operasi ini menunjukkan keberhasilan pengawasan laut oleh personel TNI Angkatan Laut bersama Bea Cukai di kawasan pelabuhan. Dalam siaran pers yang diterima […]

  • Bahlil Lahadalia Kilau Timur di Panggung Nasional saat menjabat Menteri ESDM

    BAHLIL LAHADALIA: KILAU TIMUR DI PANGGUNG NASIONAL

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 1.174
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com | Di tengah dinamika politik dan pembangunan nasional, nama Bahlil Lahadalia semakin menonjol sebagai putra terbaik dari Timur Indonesia. Ia lahir di Banda Neira, Maluku Tengah. Sementara itu, masa kecilnya ia habiskan di Fakfak, Papua Barat. Selain itu, darah Sulawesi Tenggara mengalir dari sang ibu yang berasal dari Tomia, Wakatobi. Dari wilayah yang […]

  • Aksi HIPMA Konkep di depan Kementerian ESDM RI Jakarta.

    Pulau Wawonii Bukan Ruang Eksploitasi: HIPMA Konkep-Jakarta dan GMH Sultra-Jakarta Serahkan Pernyataan Sikap kepada ESDM RI dan Kemendagri RI

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — 30 Juli 2026  Himpunan Mahasiswa Konawe Kepulauan (HIPMA Konkep-Jakarta) bersama Gerakan Mahasiswa Hukum Sulawesi Tenggara (GMH Sultra-Jakarta) menggelar aksi demontrasi di depan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Aksi ini bertujuan menyampaikan aspirasi terkait dugaan persoalan administrasi dan perizinan aktivitas pertambangan PT. Adnan Jaya […]

expand_less