Rakornas Pemerintah 2026 dan Dinamika Global
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- visibility 110
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan arahan kepada jajaran pemerintah pusat dan daerah dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bogor, duasatunews.com — Rakornas Pemerintah 2026 menjadi forum penting bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menyikapi dinamika global yang semakin kompleks. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan internasional yang memunculkan kekhawatiran banyak negara akan potensi konflik berskala luas.
Presiden menyampaikan arahan tersebut saat memberikan pembekalan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Dalam paparannya, Presiden menjelaskan bahwa berbagai kajian global menunjukkan konflik besar dapat membawa dampak lintas negara. Negara yang tidak terlibat langsung tetap berpotensi merasakan konsekuensi serius, mulai dari gangguan lingkungan hingga dampak jangka panjang terhadap kehidupan masyarakat.
Presiden menegaskan Indonesia perlu membaca situasi global secara realistis serta menyiapkan langkah antisipatif yang terukur untuk melindungi kepentingan nasional.
Rakornas Pemerintah 2026 Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Pada kesempatan yang sama, Presiden kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif. Pemerintah mempertahankan sikap nonblok serta tidak bergabung dengan pakta militer mana pun.
Menurut Presiden, konstitusi dan para pendiri bangsa telah meletakkan prinsip tersebut sebagai fondasi diplomasi Indonesia. Pemerintah terus mendorong pendekatan diplomatik yang memperkuat kerja sama internasional dan menjaga perdamaian.
Presiden juga menekankan pentingnya memperluas persahabatan global sekaligus meminimalkan potensi konflik di tengah situasi dunia yang belum stabil.
Pemerintah Dorong Penguatan Kemandirian Nasional
Meski memilih jalur nonblok, Presiden mengingatkan bahwa Indonesia harus memperkuat kemampuan nasionalnya sendiri. Ia menilai kemandirian dan ketahanan nasional menjadi prasyarat utama dalam menjaga kedaulatan negara.
Presiden menilai hubungan internasional saat ini bergerak berdasarkan realitas kekuatan. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh jajaran pemerintahan memperkuat fondasi nasional di berbagai sektor strategis.
Perlindungan Rakyat Jadi Prioritas Negara
Presiden menegaskan mandat utama pemerintah adalah melindungi keselamatan bangsa dan seluruh rakyat Indonesia. Ia menekankan Indonesia tidak menginginkan konflik, namun negara harus selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan sebagai langkah pencegahan.
Menutup arahannya, Presiden menyinggung kekayaan sumber daya alam Indonesia yang sejak lama menarik perhatian dunia. Ia mengajak seluruh elemen bangsa belajar dari sejarah agar tetap waspada, menjaga kedaulatan, serta mempertahankan jati diri bangsa yang terbuka namun berdaulat.
