Rahman, Mahasiswa Asal Sultra: Perjuangan Anton Timbang Membawa Aspal Buton ke Tingkat Nasional Patut Diapresiasi
- account_circle Retanto
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Istimewa _ ketua kadin sultra, Anton Timbang.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (duasatunews.com) — Rahman, salah satu mahasiswa asal Sulawesi Tenggara yang sedang menempuh pendidikan Strata Satu (S1) di Jakarta, menyampaikan apresiasi kepada Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara, Anton Timbang, atas komitmennya memperjuangkan Aspal Buton agar menjadi komoditas strategis di tingkat nasional.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul langkah Anton Timbang yang mengusulkan hilirisasi Aspal Buton masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Menurut Rahman, upaya tersebut menunjukkan kepedulian terhadap pemanfaatan sumber daya alam Sulawesi Tenggara agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
“Saya mengapresiasi perjuangan Bapak Anton Timbang yang secara konsisten mengawal Aspal Buton agar mendapat perhatian pemerintah pusat. Ini merupakan langkah besar untuk memperkenalkan potensi Sulawesi Tenggara di tingkat nasional,” kata Rahman di Jakarta, Minggu (2/8/2026).
Rahman menilai Aspal Buton merupakan aset strategis yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, Indonesia memiliki cadangan aspal alam yang mampu mendukung kebutuhan pembangunan infrastruktur jika dikelola melalui kebijakan hilirisasi yang tepat.
Menurutnya, keberhasilan memperjuangkan Aspal Buton tidak hanya berdampak pada peningkatan investasi, tetapi juga membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan industri daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pulau Buton maupun Sulawesi Tenggara secara umum.
Ia berharap pemerintah pusat segera menindaklanjuti berbagai usulan yang telah disampaikan Kadin Sultra sehingga pengembangan industri Aspal Buton dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat nyata.
“Sebagai generasi muda Sulawesi Tenggara, kami berharap perjuangan ini terus mendapat dukungan semua pihak. Aspal Buton adalah kebanggaan daerah yang layak menjadi kebanggaan nasional,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Kadin Sulawesi Tenggara Anton Timbang mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar hilirisasi Aspal Buton dimasukkan dalam Proyek Strategis Nasional. Usulan tersebut disampaikan dalam pertemuan Kadin Indonesia bersama Presiden di Istana Merdeka sebagai bagian dari upaya mempercepat pengembangan industri Aspal Buton dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.
Rahman menambahkan, konsistensi Anton Timbang dalam mengawal kepentingan daerah di tingkat nasional patut diapresiasi. Ia berharap langkah tersebut menjadi awal lahirnya kebijakan yang mampu memperkuat industri Aspal Buton sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di sektor infrastruktur.
- Penulis: Retanto
- Editor: Nur Endana

Saat ini belum ada komentar