Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » KPST Desak Kapolri Evaluasi Kapolda Sultra terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit

KPST Desak Kapolri Evaluasi Kapolda Sultra terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
  • visibility 272
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (duasatunews.com) — Koalisi Pemuda Sulawesi Tenggara (KPST) menggelar aksi demontrasi di depan Mabes Polri, Aksi tersebut yang dipimpin Ketua Umum KPST, Andal Rahmat, tersebut secara khusus mendesak Kapolri untuk mengevaluasi kinerja Kapolda Sulawesi Tenggara yang dinilai belum memberikan kepastian hukum terhadap penanganan perkara dugaan korupsi pengadaan bibit benih di Sulawesi Tenggara, Jakarta Kamis 20 Agustus 2026.

Dalam aksi tersebut KPST menyoroti penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bibit pala dan kakao tahun 2025 dengan nilai anggaran sekitar Rp26 miliar. Perkara tersebut disebut telah memasuki tahapan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) sebagaimana tercantum dalam dokumen dengan nomor:

B/SPDP/88/XII/RES.3.4./2025/DITRESKRIMSUS POLDA SULTRA.

Namun, KPST mempertanyakan mengapa hingga saat ini belum terdapat kepastian mengenai proses hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai perlu dimintai pertanggung jawaban, termasuk mantan Kepala Dinas Perkebunan Sulawesi Tenggara inisial (L.H) yang disebut dalam materi aksi.

Selain mempertanyakan lambannya proses hukum terhadap pihak-pihak terkait, KPST juga meminta aparat penegak hukum mendalami secara menyeluruh peran CV Wahana Multi Cipta dalam proses pengadaan bibit benih fiktif tersebut.

KPST meminta agar seluruh aspek yang berkaitan dengan perusahaan tersebut diperiksa secara objektif, mulai dari proses pengadaan, pelaksanaan pekerjaan, penggunaan anggaran, pemenuhan kewajiban kontraktual, hingga hubungan dengan pihak-pihak lain yang terlibat dalam kegiatan pengadaan.

Ketua Umum KPST, Andal Rahmat, mengatakan bahwa seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut harus diperiksa secara profesional apabila memang terdapat dasar hukum dan alat bukti yang cukup.

“Kami meminta aparat penegak hukum mendalami seluruh pihak yang berkaitan dengan pengadaan ini, termasuk CV Wahana Multi Cipta. Jangan hanya berhenti pada satu atau dua pihak. Periksa seluruh rangkaian proses pengadaan berdasarkan dokumen dan alat bukti. Kalau ada pelanggaran hukum, kami meminta ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Andal Rahmat.

KPST Juga menilai persoalan utama yang harus dijawab adalah sejauh mana perkembangan penanganan perkara setelah diterbitkannya SPDP tersebut dan apakah seluruh pihak yang memiliki keterkaitan telah diperiksa secara proporsional.

Koalisi pemuda Sulawesi tenggara juga meminta, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan evaluasi terhadap kinerja Kapolda Sulawesi Tenggara, khususnya dalam memastikan penanganan perkara dugaan korupsi pengadaan bibit benih tahun 2025 tidak berjalan lamban atau kehilangan kepastian hukum.

KPST menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial dan partisipasi masyarakat dalam mendorong transparansi serta akuntabilitas penggunaan keuangan negara.

“Kami tidak meminta seseorang dihukum tanpa proses hukum. Kami hanya meminta perkara ini jangan dibiarkan berlarut-larut. Jika ada bukti, proses sesuai hukum. Jika tidak cukup bukti, sampaikan perkembangan dan kepastian hukumnya secara profesional kepada publik,” tegas Andal.

KPST berharap Kapolri segera memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut dan melakukan supervisi terhadap penanganan perkara di Polda Sultra.

Evaluasi Kapolda Sultra, Usut Perkara Secara Transparan, Periksa Seluruh Pihak yang Berkaitan, dan Tegakkan Hukum Tanpa Tebang Pilih.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tambang ilegal Sulawesi Tenggara yang merusak lingkungan dan hutan

    Mahasiswa Desak Presiden Turun Tangan: Dana Jaminan Reklamasi Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Daerah Penghasil

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Arin fahrul Sanjaya
    • visibility 1.020
    • 0Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com– 7 Agustus 2025  Mahasiswa asal Sulawesi Tenggara yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sultra–Jakarta mendesak Prabowo Subianto untuk turun tangan langsung menangani persoalan dana Jaminan Reklamasi (Jamrek) tambang. Mereka menilai pengelolaan dana tersebut tidak transparan, tidak berdampak nyata bagi pemulihan lingkungan, serta gagal menghadirkan keadilan fiskal bagi daerah penghasil seperti Sulawesi Tenggara (Sultra). Dalam konferensi […]

  • Tanah Kas Desa Morombo Disorot, Mabes Polri Didesak Lakukan Pengusutan

    Tanah Kas Desa Morombo Disorot, Mabes Polri Didesak Lakukan Pengusutan

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Kajian Akademik dan Jaringan Intelektual mendatangi Mabes Polri untuk mendesak pengusutan dugaan transaksi Tanah Kas Desa Morombo yang diduga melibatkan Kepala Desa Morombo Pantai berinisial IK dan PT. Konawe Nikel Nusantara (KNN). Koordinator aksi, Akbar Rasyid, menegaskan bahwa aparat penegak hukum tidak boleh membiarkan dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan aset desa tanpa […]

  • Evaluasi Distanak Sultra diminta SMC terkait penyaluran bantuan alsintan

    SMC Sultra Nilai Klarifikasi Mantan Kadis Pertanian Berpotensi Menyesatkan Persepsi Publik, Minta Gubernur Evaluasi Pejabat Distanak Sultra

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 231
    • 0Komentar

    ‎‎Kendari, (duasatunews.com) — Ketua Sultra Monitoring Corruption (SMC) Sulawesi Tenggara, Aksan Setiawan, menilai klarifikasi yang disampaikan mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara, LM Rusdin Jaya, terkait mekanisme pengadaan dan penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) berpotensi menimbulkan persepsi yang kurang tepat di tengah masyarakat. ‎ ‎Menurut Aksan, meskipun pengadaan alsintan bersumber dari […]

  • Sekolah Rakyat Prabowo Dibahas Seskab dan Mensos Gus Ipul

    Sekolah Rakyat Prabowo Dibahas Seskab dan Mensos Gus Ipul

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Sekolah Rakyat Prabowo terus menarik perhatian pemerintah karena berperan strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Oleh karena itu, perhatian terhadap program ini kembali menguat ketika Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (28/1) malam. Berdasarkan unggahan akun Instagram […]

  • Gedung KPK Jakarta dalam kasus OTT Bupati Pekalongan KPK

    KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Soroti Dugaan Pengondisian Proyek Outsourcing

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 363
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan tenaga alih daya (outsourcing) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa penyidik menemukan indikasi pengaturan dalam proses pengadaan barang dan jasa tersebut. Ia menyebut praktik itu terjadi […]

  • Kasus Pemerasan Sertifikasi K3, Noel Singgung Partai Berinisial K

    Kasus Pemerasan Sertifikasi K3, Noel Singgung Partai Berinisial K

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerasan sertifikasi K3 kembali menjadi sorotan publik. Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel menyampaikan pernyataan terkait dugaan keterlibatan partai politik dan organisasi kemasyarakatan dalam perkara tersebut. Noel menyampaikan keterangan itu kepada wartawan sebelum sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyebut adanya dugaan […]

expand_less