Pesawat ATR Hilang Maros, Tiga Pegawai KKP di Dalamnya
- account_circle adrian moita
- calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
- visibility 99
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (tengah) didampingi jajaran pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan menyampaikan keterangan pers terkait pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dengan registrasi PK-THT yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com — Pesawat ATR hilang Maros pada Sabtu (17/1) saat menjalani penerbangan menuju Makassar. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan tiga pegawainya menjadi penumpang pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT). Hingga Sabtu malam, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian secara intensif.
(Baca juga: https://duasatunews.com/category/nasional)
Menteri KKP Tanggapi Pesawat ATR Hilang Maros
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan keprihatinan atas insiden pesawat ATR hilang Maros. Selain itu, ia berharap seluruh penumpang dan awak pesawat dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
“Kami sangat prihatin dan terus berdoa untuk seluruh penumpang serta kru pesawat,” ujar Trenggono di Jakarta, Sabtu malam.
Tiga Pegawai KKP Jalankan Misi Pengawasan
KKP menjelaskan tiga pegawai yang berada di dalam pesawat ATR tersebut, yakni Ferry Irawan sebagai analis kapal pengawas, Deden Mulyana selaku pengelola barang milik negara, serta Yoga Naufal sebagai operator foto udara. Ketiganya menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara.
Sementara itu, Basarnas Makassar melaporkan pada 17 Januari 2026 pukul 19.20 WIB bahwa tim SAR masih berupaya menemukan pesawat beserta seluruh penumpang dan awaknya.
(Ikuti perkembangan SAR: https://duasatunews.com/tag/basarnas)
KKP Serahkan Penanganan ke Otoritas
Trenggono menegaskan KKP selama ini rutin bekerja sama dengan PT IAT dalam misi pengawasan udara di berbagai wilayah perairan Indonesia, termasuk kawasan perbatasan. Karena itu, KKP menyerahkan proses pencarian dan penyelidikan kepada otoritas terkait.
“Terkait pencarian dan penyebab kejadian pesawat ATR hilang Maros, kami menyerahkan sepenuhnya kepada Basarnas, KNKT, dan Kementerian Perhubungan,” jelasnya.
Operator Pesawat Kirim Tim ke Makassar
Pada saat yang sama, Direktur Utama PT IAT Tri Adi Wibowo menyatakan pesawat membawa tujuh awak, termasuk Pilot in Command Capt. Andy Dahananto yang juga menjabat Direktur Operasi PT IAT.
“Kami menunggu hasil pencarian Basarnas. Selain itu, perusahaan telah mengirim tim ke Makassar,” katanya.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyebut pesawat rute Yogyakarta–Makassar membawa 10 orang, terdiri dari tujuh awak dan tiga penumpang. Pesawat tersebut hilang kontak pada Sabtu (17/1).
Pencarian Terpusat di Wilayah Maros
Hingga kini, tim SAR memusatkan pencarian di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros. Basarnas mengerahkan penyisiran darat dan udara dengan dukungan helikopter TNI AU. Selain itu, AirNav Indonesia menyiapkan penerbitan NOTAM untuk mendukung operasi SAR.
(Rujukan resmi: https://www.basarnas.go.id)
