Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Di Depan Presiden Prabowo, Mentan Amran Akui Kerap Jual Nama Jaksa Agung: 192 Pejabat Dicopot

Di Depan Presiden Prabowo, Mentan Amran Akui Kerap Jual Nama Jaksa Agung: 192 Pejabat Dicopot

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 575
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com — Penertiban di sektor pertanian kembali mengemuka ke ruang publik. Kali ini, perhatian tertuju pada pernyataan Menteri Pertanian yang mengaku kerap menyebut nama pejabat penegak hukum saat pengawasan lapangan. Karena menyangkut distribusi pangan dan pupuk, isu ini langsung berdampak pada kepentingan petani dan konsumen.

Di sisi lain, pemerintah tengah mendorong percepatan swasembada pangan. Karena itu, publik menilai pengawasan di sektor ini tidak boleh menyisakan celah pelanggaran.

Isu Muncul di Tengah Agenda Strategis

Isu tersebut mencuat dalam acara Panen Raya dan Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1/2026). Acara ini menjadi panggung penting bagi pemerintah untuk menunjukkan arah kebijakan pangan nasional.

Namun, di tengah optimisme itu, persoalan tata kelola kembali muncul. Oleh sebab itu, pernyataan pejabat negara dalam forum tersebut mendapat sorotan luas.

Pernyataan Menteri di Hadapan Presiden

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara terbuka mengakui sering menyebut nama Jaksa Agung ST Burhanuddin saat turun ke lapangan. Ia menyampaikan hal itu di hadapan Presiden Prabowo Subianto serta jajaran pejabat negara.

Menurut Amran, langkah tersebut ia ambil sebagai peringatan keras. Dengan cara itu, ia berharap jajaran internal tidak melakukan penyimpangan. Terutama, ia menyoroti distribusi pangan, pupuk, dan program strategis nasional.

Sementara itu, Amran menegaskan bahwa kementeriannya tidak memberi toleransi terhadap pelanggaran. Karena itu, ia mengklaim penindakan berjalan tanpa pandang bulu.

Penindakan dan Data Internal

Selain pernyataan tersebut, Amran memaparkan data penertiban di lingkungan Kementerian Pertanian. Hingga awal Januari 2026, kementerian mencopot 192 pejabat dari jabatannya.

Lebih lanjut, aparat penegak hukum telah menetapkan 76 orang sebagai tersangka. Kasusnya beragam, mulai dari penyalahgunaan wewenang hingga dugaan korupsi. Akibatnya, negara dan petani mengalami kerugian.

Namun demikian, data tersebut juga memunculkan pertanyaan lanjutan. Publik menilai penindakan harus diiringi pencegahan yang lebih sistematis.

Kritik dan Tanggapan Publik

Di sisi lain, pernyataan “menjual nama” penegak hukum memicu kritik. Sejumlah pengamat menilai pendekatan itu berisiko menimbulkan kesan intimidatif. Apalagi, jika tidak disertai mekanisme hukum yang transparan.

Selain itu, publik menekankan pentingnya sistem pengawasan yang kuat. Mereka menilai penegakan hukum tidak boleh bergantung pada figur tertentu. Sebaliknya, negara perlu membangun tata kelola yang konsisten dan terukur.

Dampak Langsung bagi Petani dan Daerah

Jika penertiban berjalan konsisten, maka petani berpotensi merasakan manfaat langsung. Distribusi pupuk bisa lebih tepat sasaran. Harga pangan pun lebih stabil.

Sebaliknya, jika pengawasan hanya bersifat reaktif, masalah lama bisa kembali muncul. Karena itu, daerah membutuhkan kebijakan yang berkelanjutan, bukan sekadar langkah sesaat.

Konsistensi Jadi Ujian Pemerintah

Pada akhirnya, pemerintah menegaskan komitmen membersihkan sektor pertanian. Namun, komitmen itu membutuhkan konsistensi dan keterbukaan. Tanpa itu, kepercayaan publik sulit terjaga.

Dengan demikian, agenda swasembada pangan tidak hanya soal produksi. Lebih dari itu, agenda ini menjadi ujian tata kelola dan penegakan hukum di sektor strategis nasional.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • program pelatihan pengembangan SDM daerah

    LP2D Konsisten Bangun SDM Berkelanjutan, Dorong Daya Saing Nasional

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Admin 21
    • visibility 597
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pengembangan SDM daerah masih menghadapi tantangan serius di tengah perubahan ekonomi dan digitalisasi. Kesenjangan keterampilan tenaga kerja berdampak langsung pada daya saing masyarakat dan efektivitas pembangunan di berbagai wilayah. Selain itu, kesenjangan kompetensi turut memicu pengangguran terdidik. Jika kondisi ini berlanjut, daerah berisiko tertinggal dalam persaingan ekonomi nasional. Kebutuhan Pelatihan di Tengah Perubahan […]

  • Taj Mahal: Monumen Cinta Abadi dari India

    Taj Mahal: Monumen Cinta Abadi dari India

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 503
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Pada tahun 1983, UNESCO menetapkan Taj Mahal sebagai salah satu Situs Warisan Dunia. Penetapan ini menegaskan posisi Taj Mahal sebagai monumen bersejarah yang memiliki nilai budaya luar biasa bagi dunia. Taj Mahal memang dikenal karena kemegahannya. Namun, di balik keindahan arsitekturnya, monumen ini menyimpan kisah cinta dan tragedi yang mendalam. Bukan Masjid, […]

  • Hujan ringan tahun baru Jakarta di malam pergantian 2026

    Hujan Ringan Tahun Baru Jakarta, Warga Rayakan Sederhana

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Penulis: Eni Samayati
    • visibility 632
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Hujan Ringan Tahun Baru Jakarta mewarnai pergantian tahun 2026 pada Rabu (1/1/2026). Sejak malam hingga dini hari, hujan turun di sejumlah wilayah Ibu Kota dan menghadirkan suasana sejuk saat warga menyambut awal tahun. Cuaca tersebut tidak menghambat aktivitas masyarakat. Warga Jakarta tetap menjalani malam pergantian tahun dengan tertib dan tenang. Banyak keluarga […]

  • Sidang Perdana Immanuel Ebenezer di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

    Sidang Perdana Immanuel Ebenezer, KPK Ungkap Rp201 M

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Sidang Perdana Immanuel Ebenezer berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin. Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan periode 2024–2025 itu menghadapi dakwaan kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Jaksa penuntut umum langsung membacakan surat dakwaan dalam agenda pertama tersebut. Pengadilan membuka persidangan untuk umum […]

  • Robby Anggara dalam aksi Puskom Kemenag terkait dugaan suap izin prodi IAI Rawa Aopa

    Puskom Desak Kemenag Tindak IAI Rawa Aopa atas Dugaan Pembiaran Korban Kekerasan Seksual serta Dugaan Suap Izin Prodi

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Jakarta, (Duasatunews.com) – Pusat Studi Konstitusi Indonesia (Puskom) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kementerian Agama RI pada Rabu, 13 Mei 2026. Ratusan mahasiswa, masyarakat, dan orang tua mahasiswa IAI Rawa Aopa mengikuti aksi tersebut. Massa aksi mendesak Menteri Agama RI menerima surat tuntutan evaluasi terhadap kinerja Diktis Kemenag RI. Puskom menilai jajaran Diktis lamban […]

  • Dokumen PD AUK nikel dalam aksi FKMH Sultra-Jakarta

    FKMH Sultra-Jakarta Desak Kejagung Usut Dugaan Penggunaan Dokumen PD AUK dalam Pengiriman Ore Nikel

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 137
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Forum Komunikasi Mahasiswa Hukum Sulawesi Tenggara (FKMH Sultra-Jakarta) mendesak Kejaksaan Agung mengusut dugaan penggunaan dokumen Perusahaan Daerah Aneka Usaha Kolaka (PD AUK) dalam aktivitas pengangkutan dan penjualan ore nikel yang mereka duga berasal dari wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Akar Mas Indonesia (AMI). Desakan itu disampaikan FKMH Sultra-Jakarta dalam aksi demonstrasi […]

expand_less