Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » TNI AD Siap Bantu Tangani Begal, Tegaskan Tidak Miliki Kewenangan Penegakan Hukum

TNI AD Siap Bantu Tangani Begal, Tegaskan Tidak Miliki Kewenangan Penegakan Hukum

  • account_circle Reski
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 224
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,(duasatunews.com)– TNI Angkatan Darat (TNI AD) siap membantu Polri dalam mencegah dan menangani aksi begal di berbagai daerah. Namun, kewenangan penegakan hukum tetap berada di tangan kepolisian.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan keterlibatan TNI merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Selain itu, langkah tersebut mengacu pada aturan yang berlaku dan berjalan atas permintaan resmi dari Polri.

Peran TNI dalam Penanganan Begal

Donny menjelaskan TNI AD membantu menciptakan keamanan di lapangan. Misalnya, prajurit TNI dapat mengikuti patroli bersama dan kegiatan pengamanan di wilayah rawan kejahatan jalanan.

Selain patroli, TNI juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan tindak kriminal. Dengan demikian, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan.

“Tugas perbantuan berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan dan berdasarkan permintaan resmi dari pihak kepolisian,” kata Donny saat konferensi pers di Jakarta Pusat, Jumat.

Penegakan Hukum Tetap Tugas Polri

Meski ikut membantu pengamanan, TNI tidak menjalankan fungsi penegakan hukum. Sebaliknya, Polri tetap menangani seluruh proses hukum terhadap pelaku kejahatan.

Donny menegaskan TNI tidak memiliki kewenangan untuk menangkap, menyidik, atau memeriksa pelaku. Oleh karena itu, setiap tindakan hukum tetap menjadi tanggung jawab kepolisian.

Menurutnya, sinergi antara TNI dan Polri sangat penting untuk menjaga keamanan masyarakat. Karena itu, kedua institusi akan terus memperkuat kerja sama di lapangan.

Panglima TNI Beri Persetujuan

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menyampaikan bahwa Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan persetujuan kepada jajaran TNI untuk membantu Polri menangani aksi begal.

Namun, Nas menegaskan tidak ada instruksi khusus mengenai operasi pemberantasan begal. Sebab, kehadiran prajurit TNI di lapangan bertujuan mendukung tugas kepolisian dan meningkatkan rasa aman masyarakat.

Lebih lanjut, Nas menegaskan TNI tidak terlibat dalam proses penangkapan maupun pemeriksaan pelaku. Sebaliknya, prajurit TNI hanya membantu upaya pencegahan dan pengamanan wilayah.

Dengan kolaborasi tersebut, pemerintah berharap angka kejahatan jalanan dapat menurun. Selain itu, masyarakat diharapkan merasa lebih aman saat beraktivitas sehari-hari.

  • Penulis: Reski
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kementerian Keuangan mengkaji kenaikan gaji PNS 2026

    Kenaikan Gaji PNS 2026 Masih Dikaji Pemerintah

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 777
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Pemerintah masih mengkaji rencana kenaikan gaji PNS 2026. Kementerian Keuangan memilih menunggu hasil evaluasi kondisi ekonomi nasional sebelum mengambil keputusan yang berdampak langsung pada belanja negara dan kesinambungan fiskal. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah memerlukan waktu sekitar satu triwulan untuk membaca arah ekonomi secara lebih jelas. Menurutnya, sinkronisasi kebijakan ekonomi […]

  • Pegawai Pajak Terjaring OTT, KPK Sita Ratusan Juta dan Mata Uang Asing

    Pegawai Pajak Terjaring OTT, KPK Sita Ratusan Juta dan Mata Uang Asing

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 607
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Komisi Pemberantasan Korupsi mengamankan ratusan juta rupiah serta sejumlah mata uang asing dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang pegawai pajak di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Utara. KPK menduga OTT ini berkaitan dengan suap pengurangan nilai pajak. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan penyitaan tersebut. Ia menyampaikan bahwa penyidik menyita […]

  • Pusat data Google di Texas dengan teknologi pendingin udara canggih

    Pusat Data Google di Texas Gunakan Pendingin Hemat Air

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Texas, Amerika Serikat, (duasatunews.com) — pusat data Google di Texas menjadi bagian dari strategi perusahaan teknologi global dalam menekan dampak lingkungan. Google membangun fasilitas pusat data baru dengan teknologi pendingin udara canggih yang mengurangi penggunaan air secara signifikan. Teknologi Pendingin Minim Air Mengutip laporan Engadget, Google menjelaskan bahwa sistem pendingin tersebut hampir tidak bergantung pada […]

  • Sugiono menilai pidato Prabowo di WEF 2026 berdampak positif

    Menlu: Pidato Presiden Prabowo di WEF Davos Angkat Posisi Indonesia di Kancah Internasional

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 646
    • 0Komentar

    Davos, Swiss | duasatunews.com — pidato Prabowo di WEF 2026 menarik perhatian luas komunitas internasional. Karena itu, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menilai pidato tersebut mampu mengangkat posisi Indonesia dalam percaturan global. Penilaian tersebut Sugiono sampaikan setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berbicara di forum *World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (2/1). […]

  • Trump tunda kunjungan China karena perang Iran

    Trump Tunda Kunjungan China karena Perang Iran

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Washington, (duasatunews.com) — Trump tunda kunjungan China selama sekitar satu bulan karena fokus pada perang yang sedang berlangsung dengan Iran. Keputusan ini membuat agenda pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping harus dijadwal ulang. Presiden Amerika Serikat Donald Trump awalnya merencanakan kunjungan ke Beijing pada 31 Maret hingga 2 April. Namun, situasi konflik membuatnya memilih tetap […]

  • armada militer AS menuju Timur Tengah memicu respons Iran

    Respons Iran Armada AS: Siaga Tinggi di Timur Tengah

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 545
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Respons Iran armada AS terlihat dari peningkatan kesiapsiagaan militer Teheran setelah Amerika Serikat mengerahkan gugus kapal induk dan aset tempur ke Timur Tengah. Situasi ini memperkuat eskalasi ketegangan Timur Tengah yang terus berkembang dalam beberapa waktu terakhir. Pernyataan pejabat Iran tersebut dikutip oleh The Independent, yang melaporkan bahwa Teheran akan merespons keras […]

expand_less