Jakarta,(duasatunews.com) — Pemerintah Kota Jakarta Timur memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui peresmian Bank Sampah Ceria di Kecamatan Makasar, Selasa. Program ini menjadi langkah strategis untuk membangun sistem terpadu dan berkelanjutan.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menyatakan Bank Sampah Ceria menampung dan menimbang sampah anorganik dari bank sampah tingkat RW dan kelurahan. Sistem terpusat ini meningkatkan efisiensi sekaligus memudahkan pengawasan di lapangan.
Selain itu, Pemkot menetapkan Kecamatan Makasar sebagai wilayah percontohan. Pemerintah akan mengadopsi konsep tersebut ke sembilan kecamatan lain di Jakarta Timur. Selanjutnya, jajaran terkait memantau perkembangan program secara berkala agar target tercapai.
Di sisi lain, program ini menekan volume sampah yang menuju TPST Bantar Gebang. Oleh sebab itu, pemerintah mendorong masyarakat mengelola sampah sejak dari sumber, baik di rumah tangga maupun perkantoran.
Lebih lanjut, warga mengolah sampah organik menjadi kompos atau memanfaatkannya melalui biopori. Sementara itu, warga menyetorkan sampah anorganik ke bank sampah untuk didaur ulang sehingga volume sampah berkurang.
Kemudian, Pemkot menggerakkan perangkat wilayah untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah. Dengan demikian, masyarakat meningkatkan kesadaran dan ikut menjaga lingkungan secara aktif.
Pada akhirnya, Bank Sampah Ceria memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih ramah lingkungan.
Saat ini belum ada komentar