Breaking News
light_mode
Beranda » Budaya » Bahasa Tolaki dan Keberanian Menjadi Diri Sendiri

Bahasa Tolaki dan Keberanian Menjadi Diri Sendiri

  • account_circle Darman
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 803
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com | Fenomena semakin jarangnya anak muda Tolaki menggunakan bahasa ibu di ruang publik bukan sekadar persoalan pilihan bahasa. Gejala ini menunjukkan pergulatan identitas yang lebih dalam, yakni krisis kepercayaan diri kultural di tengah arus modernitas.

Bahasa Daerah dan Beban Persepsi Sosial

Di banyak ruang sosial, masyarakat kerap memandang bahasa daerah sebagai sesuatu yang tidak praktis, kurang relevan, bahkan tidak prestisius. Pandangan tersebut secara perlahan membentuk kesadaran anak muda bahwa mereka harus meninggalkan bahasa ibu agar lingkungan menganggap mereka “maju” dan modern. Akibatnya, pilihan yang tampak rasional ini justru menyisakan persoalan identitas yang tidak sederhana.

Bahasa sebagai Penanda Jati Diri

Sejatinya, bahasa berfungsi lebih dari sekadar alat komunikasi. Melalui bahasa, sebuah komunitas membentuk cara berpikir, menyimpan sejarah, dan mewariskan nilai hidup. Saat penutur semakin jarang menggunakan bahasa Tolaki, yang memudar bukan hanya kosakata, tetapi juga ingatan kolektif tentang asal-usul dan jati diri.

Adaptasi Tidak Sama dengan Kehilangan Akar

Di tengah lingkungan multikultural, generasi muda Tolaki memang dituntut untuk beradaptasi. Bahasa Indonesia memainkan peran penting sebagai pemersatu. Namun demikian, adaptasi tidak seharusnya menghapus identitas. Justru melalui modernitas, manusia belajar berdiri di berbagai ruang sosial tanpa kehilangan akar budaya.

Minimnya Ruang Aman Bahasa Ibu

Persoalan utama muncul dari minimnya ruang aman bagi penggunaan bahasa Tolaki. Di lingkungan keluarga, sekolah, hingga ruang publik, masyarakat belum secara konsisten menghadirkan bahasa daerah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Kondisi ini membuat anak muda jarang mendengar dan menggunakannya, sehingga rasa canggung serta jarak emosional tumbuh secara alami.

Gengsi Bukan Akar Masalah

Sering kali, publik melabeli generasi muda sebagai pihak yang gengsi menggunakan bahasa daerah. Padahal, anggapan tersebut hanya menggambarkan gejala, bukan akar persoalan. Solusi sejati tidak lahir dari kritik semata, melainkan dari keteladanan keluarga, dunia pendidikan, serta kebijakan budaya yang membangkitkan kembali kebanggaan berbahasa ibu.

Merawat Bahasa, Menjaga Keberagaman

Hingga kini, bahasa Tolaki tidak kehilangan relevansi. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian para pewarisnya untuk kembali menggunakannya secara wajar dan bermartabat. Merawat bahasa ibu bukan langkah mundur, melainkan upaya menjaga keberagaman Indonesia agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Apabila suatu hari bahasa Tolaki benar-benar menghilang, kita tidak perlu mencari kambing hitam. Pilihan untuk diam dan membungkus gengsi dengan nama modernitas telah menjawab semuanya.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hampar Kisa Mula Sawit Di Papua: Dari Janji Kesejahteraan Hingga Polemik Lingkungan

    Hampar Kisa Mula Sawit Di Papua: Dari Janji Kesejahteraan Hingga Polemik Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 597
    • 0Komentar

    JAYAPURA, duasatunews.com — Ekspansi perkebunan kelapa sawit di Papua kembali memicu kekhawatiran publik karena dampaknya langsung terhadap hutan, tanah adat, dan keberlanjutan hidup masyarakat. Di sejumlah wilayah, pembukaan kebun sawit mempercepat hilangnya tutupan hutan sekaligus memicu konflik lahan yang belum terselesaikan hingga kini. Mengapa Isu Ini Mendesak Sekarang Sorotan terhadap sawit Papua menguat seiring evaluasi […]

  • AS Keluar Organisasi Internasional, Pakar Mesir Soroti Dampak Global

    AS Keluar Organisasi Internasional, Pakar Mesir Soroti Dampak Global

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 532
    • 0Komentar

    KAIRO, duasatunews.com — AS keluar organisasi internasional berpotensi membawa dampak luas terhadap negara-negara berkembang dan tatanan sistem internasional. Oleh karena itu, kebijakan luar negeri Amerika Serikat ini menarik perhatian para pengamat hubungan internasional, terutama terkait pendanaan dan efektivitas lembaga global. Dampak Pendanaan bagi Organisasi Internasional Dalam wawancara dengan Xinhua, Abu-Bakr Al-Desouky, pakar hubungan internasional dan […]

  • Aksi mahasiswa menuntut transparansi dana jamrek Sultra di Kementerian

    Jarnas MM Akan Geruduk Kementerian ESDM, Soroti Pengelolaan Dana Jaminan Reklamasi Tambang di Sultra

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 812
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka (Jarnas MM) memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI dalam waktu dekat. Aksi ini menyoroti pengelolaan dana jaminan reklamasi (jamrek) perusahaan tambang di Sulawesi Tenggara yang dinilai tidak transparan. Ketua Umum Jarnas MM, Arin Fahrul Sanjaya, menyebut Kementerian ESDM […]

  • IHSG Ditutup Menguat, Pasar Cermati Isu Independensi Bank Sentral

    IHSG Ditutup Menguat, Pasar Cermati Isu Independensi Bank Sentral

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – IHSG menguat pada perdagangan Selasa sore seiring penguatan bursa saham Asia. Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia naik 4,90 poin atau 0,05 persen ke level 8.980,23. Sebaliknya, indeks LQ45 turun 6,30 poin atau 0,72 persen ke posisi 876,12. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, […]

  • Jokowi bersama warga saat kirab budaya

    Jokowi kirab budaya PSI di Tegal, Libatkan Warga dan UMKM

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 448
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Jokowi kirab budaya bersama masyarakat dalam kegiatan yang digelar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Tegal, Jawa Tengah, pada hari ini. Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo hadir langsung dan membaur dengan warga yang mengikuti rangkaian acara sejak awal hingga pembukaan. Jokowi mengenakan kemeja putih dan berjalan bersama masyarakat di sepanjang rute kirab. […]

  • Kemenperin perkuat industri nasional untuk menjaga stabilitas rupiah dan memperkuat ekonomi Indonesia

    DPR Dorong Kemenperin Perkuat Industri Nasional untuk Menjaga Stabilitas Rupiah

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)— Komisi VII DPR RI mendorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melahirkan berbagai inovasi guna memperkuat sektor industri nasional. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global. Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyampaikan hal tersebut saat rapat kerja bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Kompleks Parlemen, […]

expand_less