Breaking News
light_mode
Beranda » Budaya » Bahasa Tolaki dan Keberanian Menjadi Diri Sendiri

Bahasa Tolaki dan Keberanian Menjadi Diri Sendiri

  • account_circle Darman
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 354
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com | Fenomena semakin jarangnya anak muda Tolaki menggunakan bahasa ibu di ruang publik bukan sekadar persoalan pilihan bahasa. Gejala ini menunjukkan pergulatan identitas yang lebih dalam, yakni krisis kepercayaan diri kultural di tengah arus modernitas.

Bahasa Daerah dan Beban Persepsi Sosial

Di banyak ruang sosial, masyarakat kerap memandang bahasa daerah sebagai sesuatu yang tidak praktis, kurang relevan, bahkan tidak prestisius. Pandangan tersebut secara perlahan membentuk kesadaran anak muda bahwa mereka harus meninggalkan bahasa ibu agar lingkungan menganggap mereka “maju” dan modern. Akibatnya, pilihan yang tampak rasional ini justru menyisakan persoalan identitas yang tidak sederhana.

Bahasa sebagai Penanda Jati Diri

Sejatinya, bahasa berfungsi lebih dari sekadar alat komunikasi. Melalui bahasa, sebuah komunitas membentuk cara berpikir, menyimpan sejarah, dan mewariskan nilai hidup. Saat penutur semakin jarang menggunakan bahasa Tolaki, yang memudar bukan hanya kosakata, tetapi juga ingatan kolektif tentang asal-usul dan jati diri.

Adaptasi Tidak Sama dengan Kehilangan Akar

Di tengah lingkungan multikultural, generasi muda Tolaki memang dituntut untuk beradaptasi. Bahasa Indonesia memainkan peran penting sebagai pemersatu. Namun demikian, adaptasi tidak seharusnya menghapus identitas. Justru melalui modernitas, manusia belajar berdiri di berbagai ruang sosial tanpa kehilangan akar budaya.

Minimnya Ruang Aman Bahasa Ibu

Persoalan utama muncul dari minimnya ruang aman bagi penggunaan bahasa Tolaki. Di lingkungan keluarga, sekolah, hingga ruang publik, masyarakat belum secara konsisten menghadirkan bahasa daerah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Kondisi ini membuat anak muda jarang mendengar dan menggunakannya, sehingga rasa canggung serta jarak emosional tumbuh secara alami.

Gengsi Bukan Akar Masalah

Sering kali, publik melabeli generasi muda sebagai pihak yang gengsi menggunakan bahasa daerah. Padahal, anggapan tersebut hanya menggambarkan gejala, bukan akar persoalan. Solusi sejati tidak lahir dari kritik semata, melainkan dari keteladanan keluarga, dunia pendidikan, serta kebijakan budaya yang membangkitkan kembali kebanggaan berbahasa ibu.

Merawat Bahasa, Menjaga Keberagaman

Hingga kini, bahasa Tolaki tidak kehilangan relevansi. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian para pewarisnya untuk kembali menggunakannya secara wajar dan bermartabat. Merawat bahasa ibu bukan langkah mundur, melainkan upaya menjaga keberagaman Indonesia agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Apabila suatu hari bahasa Tolaki benar-benar menghilang, kita tidak perlu mencari kambing hitam. Pilihan untuk diam dan membungkus gengsi dengan nama modernitas telah menjawab semuanya.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • ilustrasi kecaman Indonesia atas pendudukan Israel di Tepi Barat

    Kecaman Indonesia atas Pendudukan Israel Didukung Negara Arab

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 122
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Kecaman Indonesia atas pendudukan Israel kembali mencuat setelah Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengecam keras pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, terkait pendudukan Israel di Tepi Barat. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa pernyataan tersebut bertentangan langsung dengan hukum internasional dan berpotensi mengganggu stabilitas global. Selain Indonesia, sejumlah negara […]

  • keadilan restoratif kesehatan disampaikan Otto Hasibuan

    Keadilan Restoratif Kesehatan Ditekankan Otto Hasibuan

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Bandung, (duasatunews.com) — keadilan restoratif kesehatan menjadi perhatian utama Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan dalam penegakan hukum di sektor medis. Menurutnya, pendekatan ini mendorong sistem hukum yang lebih adil, humanis, dan berorientasi pada pemulihan. Otto menyampaikan hal tersebut dalam Simposium dan Workshop Meet The Professors and Friends (Me-Prof) di […]

  • Pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di pasar keuangan

    Rupiah Melemah pada Pembukaan Perdagangan Senin

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Rupiah melemah pada awal perdagangan di pasar keuangan domestik. Pelemahan ini muncul karena tekanan global yang masih memengaruhi sentimen pelaku pasar pada awal peka, JAKARTA, duasatunews.com — Nilai tukar rupiah melemah pada pembukaan perdagangan di pasar spot Jakarta, Senin. Sejak awal sesi, pelaku pasar menunjukkan sikap lebih berhati-hati. Pada awal perdagangan, rupiah turun 17 poin […]

  • pemuda pemburu masa depan dalam kegiatan sosial

    PEMUDA PEMBURU MASA DEPAN

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Dr. Eni Samayati
    • visibility 348
    • 0Komentar

    jakarta, duasatunews.com – Pemuda pemburu masa depan adalah generasi muda visioner yang berani menghadapi perubahan, menolak hidup tanpa arah, dan secara sadar membangun masa depan bangsa. Saat dunia bergerak semakin cepat, pemuda berada pada posisi strategis untuk menentukan apakah perubahan membawa peluang atau justru tantangan. Seiring berkembangnya teknologi dan meningkatnya persaingan global, pemuda tidak bisa […]

  • Asep Guntur Rahayu jelaskan dugaan korupsi jabatan perangkat desa Pati

    Bupati Pati Diduga Manfaatkan Kekosongan 601 Jabatan Perangkat Desa

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 174
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Kasus korupsi perangkat desa Pati kini memasuki tahap pendalaman oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga tersebut menelusuri 601 jabatan perangkat desa yang masih kosong di Kabupaten Pati. Kekosongan dalam jumlah besar itu memicu kekhawatiran publik. Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyampaikan bahwa tim menerima laporan tentang potensi […]

  • Reaktivasi otomatis JKN dibahas pemerintah bersama BPJS Kesehatan

    Reaktivasi Otomatis JKN Disiapkan Pemerintah Rp15 Miliar

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Reaktivasi otomatis JKN menjadi langkah pemerintah untuk menjaga kesinambungan layanan kesehatan nasional. Pemerintah menyiapkan kebijakan ini agar peserta Jaminan Kesehatan Nasional, khususnya penerima bantuan iuran yang masih menunggu validasi data, tetap memperoleh akses layanan kesehatan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah siap mencairkan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk mendukung kebijakan tersebut. […]

expand_less