Breaking News
light_mode
Beranda » Budaya » Bahasa Tolaki dan Keberanian Menjadi Diri Sendiri

Bahasa Tolaki dan Keberanian Menjadi Diri Sendiri

  • account_circle Darman
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 961
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com | Fenomena semakin jarangnya anak muda Tolaki menggunakan bahasa ibu di ruang publik bukan sekadar persoalan pilihan bahasa. Gejala ini menunjukkan pergulatan identitas yang lebih dalam, yakni krisis kepercayaan diri kultural di tengah arus modernitas.

Bahasa Daerah dan Beban Persepsi Sosial

Di banyak ruang sosial, masyarakat kerap memandang bahasa daerah sebagai sesuatu yang tidak praktis, kurang relevan, bahkan tidak prestisius. Pandangan tersebut secara perlahan membentuk kesadaran anak muda bahwa mereka harus meninggalkan bahasa ibu agar lingkungan menganggap mereka “maju” dan modern. Akibatnya, pilihan yang tampak rasional ini justru menyisakan persoalan identitas yang tidak sederhana.

Bahasa sebagai Penanda Jati Diri

Sejatinya, bahasa berfungsi lebih dari sekadar alat komunikasi. Melalui bahasa, sebuah komunitas membentuk cara berpikir, menyimpan sejarah, dan mewariskan nilai hidup. Saat penutur semakin jarang menggunakan bahasa Tolaki, yang memudar bukan hanya kosakata, tetapi juga ingatan kolektif tentang asal-usul dan jati diri.

Adaptasi Tidak Sama dengan Kehilangan Akar

Di tengah lingkungan multikultural, generasi muda Tolaki memang dituntut untuk beradaptasi. Bahasa Indonesia memainkan peran penting sebagai pemersatu. Namun demikian, adaptasi tidak seharusnya menghapus identitas. Justru melalui modernitas, manusia belajar berdiri di berbagai ruang sosial tanpa kehilangan akar budaya.

Minimnya Ruang Aman Bahasa Ibu

Persoalan utama muncul dari minimnya ruang aman bagi penggunaan bahasa Tolaki. Di lingkungan keluarga, sekolah, hingga ruang publik, masyarakat belum secara konsisten menghadirkan bahasa daerah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Kondisi ini membuat anak muda jarang mendengar dan menggunakannya, sehingga rasa canggung serta jarak emosional tumbuh secara alami.

Gengsi Bukan Akar Masalah

Sering kali, publik melabeli generasi muda sebagai pihak yang gengsi menggunakan bahasa daerah. Padahal, anggapan tersebut hanya menggambarkan gejala, bukan akar persoalan. Solusi sejati tidak lahir dari kritik semata, melainkan dari keteladanan keluarga, dunia pendidikan, serta kebijakan budaya yang membangkitkan kembali kebanggaan berbahasa ibu.

Merawat Bahasa, Menjaga Keberagaman

Hingga kini, bahasa Tolaki tidak kehilangan relevansi. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian para pewarisnya untuk kembali menggunakannya secara wajar dan bermartabat. Merawat bahasa ibu bukan langkah mundur, melainkan upaya menjaga keberagaman Indonesia agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Apabila suatu hari bahasa Tolaki benar-benar menghilang, kita tidak perlu mencari kambing hitam. Pilihan untuk diam dan membungkus gengsi dengan nama modernitas telah menjawab semuanya.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Utang RI Diisukan Ngeri? Menkeu Purbaya Ungkap Data  sebenarnya

    Utang RI Diisukan Ngeri? Menkeu Purbaya Ungkap Data sebenarnya

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 577
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Utang Indonesia aman dan tidak mengarah pada kebangkrutan. Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menepis isu yang berkembang di ruang publik. Ia menyatakan isu tersebut tidak sesuai dengan data fiskal pemerintah. Purbaya menjelaskan pemerintah secara aktif mengelola utang negara. Pemerintah menggunakan utang sebagai instrumen pembiayaan untuk menutup defisit anggaran. Pemerintah juga memanfaatkan […]

  • kerja sama pendidikan Pemda Konawe dengan perguruan tinggi di Jakarta

    Pemda Konawe Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Kampus di Jakarta, Dorong SDM Berkualitas

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 917
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Kerja sama pendidikan Pemda Konawe terus berkembang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah. Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe kini menggandeng sejumlah perguruan tinggi di Jakarta guna memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda. Kerja sama tersebut melibatkan Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI dan Universitas Ibnu Chaldun. Pemerintah daerah menilai kolaborasi ini […]

  • Rupiah menguat ke Rp16.770 per dolar AS pada perdagangan Selasa pagi

    Rupiah Menguat di Tengah Tekanan Global pada Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 430
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Nilai tukar rupiah kembali menguat pada awal perdagangan Selasa (10/2/2026), memberi sinyal perbaikan sentimen pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global. Rupiah dibuka di level Rp16.770 per dolar AS, menguat dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini penting bagi publik karena stabilitas rupiah berpengaruh langsung terhadap harga barang impor, biaya energi, dan tekanan inflasi domestik. […]

  • perampasan tanah adat papua akibat ekspansi perkebunan sawit di kawasan hutan adat

    Papua Bukan Tanah Kosong: Sawit, Deforestasi, dan Perlawanan Masyarakat Adat

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Papua bukan tanah kosong. Papua adalah rumah. Dan rumah tidak untuk dijual. Jakarta, duasatunews.com | Papua bukan ruang hampa yang menunggu untuk dieksploitasi. Gelombang ekspansi perkebunan kelapa sawit kembali mengancam hutan-hutan Papua, bahkan ketika krisis iklim global semakin memburuk. Negara kerap menyatakan komitmen menurunkan emisi karbon, tetapi pada saat yang sama tetap memberi ruang bagi […]

  • IAI Rawa Aopa bantah pelecehan melalui konferensi pers tim hukum

    ‎Tim Hukum Dan Ketua Yayasan IAI Rawa Aopa Bantah Tuduhan Dugaan Pelecehan Seksual

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 293
    • 1Komentar

    ‎‎Kendari, (Duasatunews.com) || dugaan pelecehan seksual di IAI Rawa Aopa menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir. Namun, tim hukum Institut Agama Islam Rawa Aopa langsung membantah tuduhan tersebut. Mereka juga menegaskan bahwa kasus ini tidak berkaitan dengan aktivitas kampus. Perwakilan tim hukum, Aminudin, menilai ada upaya penggiringan opini publik. Selain itu, ia menyebut pihak tertentu […]

  • Densus 88 tangkap JAD – Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta

    Densus 88 Tangkap JAD di Sulteng, 8 Terduga Teroris Dibekuk dalam Operasi Dini Hari

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Jakarta, (Duasatunews.com)-Densus 88 tangkap JAD dalam operasi dini hari di Sulawesi Tengah. Aparat mengamankan delapan terduga yang diduga terafiliasi dengan jaringan ekstrem global ISIS. Selain itu, langkah ini menegaskan komitmen aparat dalam menjaga keamanan nasional. Kronologi Operasi Penangkapan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggelar operasi pada Rabu pukul 01.30 hingga 03.30 WITA. Selanjutnya, […]

expand_less