Breaking News
light_mode
Beranda » Budaya » Bahasa Tolaki dan Keberanian Menjadi Diri Sendiri

Bahasa Tolaki dan Keberanian Menjadi Diri Sendiri

  • account_circle Darman
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 655
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com | Fenomena semakin jarangnya anak muda Tolaki menggunakan bahasa ibu di ruang publik bukan sekadar persoalan pilihan bahasa. Gejala ini menunjukkan pergulatan identitas yang lebih dalam, yakni krisis kepercayaan diri kultural di tengah arus modernitas.

Bahasa Daerah dan Beban Persepsi Sosial

Di banyak ruang sosial, masyarakat kerap memandang bahasa daerah sebagai sesuatu yang tidak praktis, kurang relevan, bahkan tidak prestisius. Pandangan tersebut secara perlahan membentuk kesadaran anak muda bahwa mereka harus meninggalkan bahasa ibu agar lingkungan menganggap mereka “maju” dan modern. Akibatnya, pilihan yang tampak rasional ini justru menyisakan persoalan identitas yang tidak sederhana.

Bahasa sebagai Penanda Jati Diri

Sejatinya, bahasa berfungsi lebih dari sekadar alat komunikasi. Melalui bahasa, sebuah komunitas membentuk cara berpikir, menyimpan sejarah, dan mewariskan nilai hidup. Saat penutur semakin jarang menggunakan bahasa Tolaki, yang memudar bukan hanya kosakata, tetapi juga ingatan kolektif tentang asal-usul dan jati diri.

Adaptasi Tidak Sama dengan Kehilangan Akar

Di tengah lingkungan multikultural, generasi muda Tolaki memang dituntut untuk beradaptasi. Bahasa Indonesia memainkan peran penting sebagai pemersatu. Namun demikian, adaptasi tidak seharusnya menghapus identitas. Justru melalui modernitas, manusia belajar berdiri di berbagai ruang sosial tanpa kehilangan akar budaya.

Minimnya Ruang Aman Bahasa Ibu

Persoalan utama muncul dari minimnya ruang aman bagi penggunaan bahasa Tolaki. Di lingkungan keluarga, sekolah, hingga ruang publik, masyarakat belum secara konsisten menghadirkan bahasa daerah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Kondisi ini membuat anak muda jarang mendengar dan menggunakannya, sehingga rasa canggung serta jarak emosional tumbuh secara alami.

Gengsi Bukan Akar Masalah

Sering kali, publik melabeli generasi muda sebagai pihak yang gengsi menggunakan bahasa daerah. Padahal, anggapan tersebut hanya menggambarkan gejala, bukan akar persoalan. Solusi sejati tidak lahir dari kritik semata, melainkan dari keteladanan keluarga, dunia pendidikan, serta kebijakan budaya yang membangkitkan kembali kebanggaan berbahasa ibu.

Merawat Bahasa, Menjaga Keberagaman

Hingga kini, bahasa Tolaki tidak kehilangan relevansi. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian para pewarisnya untuk kembali menggunakannya secara wajar dan bermartabat. Merawat bahasa ibu bukan langkah mundur, melainkan upaya menjaga keberagaman Indonesia agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Apabila suatu hari bahasa Tolaki benar-benar menghilang, kita tidak perlu mencari kambing hitam. Pilihan untuk diam dan membungkus gengsi dengan nama modernitas telah menjawab semuanya.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lukisan Kuda Api Karya SBY Terjual Rp6,5 Miliar di Jakarta

    Lukisan Kuda Api Karya SBY Terjual Rp6,5 Miliar di Jakarta

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Sebuah karya seni lukis milik Susilo Bambang Yudhoyono mencatatkan nilai transaksi tinggi dalam lelang seni yang digelar di Jakarta. Lukisan berjudul Kuda Api terjual dengan harga Rp6,5 miliar, sekaligus menarik perhatian pelaku pasar seni dan publik nasional. (19/02/2026). SBY melukis karya tersebut dengan gaya ekspresif dan warna-warna kuat. Sosok kuda tampil dominan […]

  • gedung KPK terkait kasus Ono Surono

    KPK sita uang Ono Surono ratusan juta terkait suap proyek Bekasi

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Kasus KPK sita uang Ono menjadi perhatian publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penggeledahan di rumah Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono. Dalam proses tersebut, penyidik menemukan uang tunai ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan perkara suap proyek di Kabupaten Bekasi. Selanjutnya, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa […]

  • Mendagri Tito Karnavian mengimbau pemda menghentikan rekrut tenaga honorer baru untuk menjaga kesehatan fiskal daerah

    Mendagri Tito Karnavian Minta Pemda Hentikan Rekrutmen Honorer Baru demi Cegah Beban APBD

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengimbau seluruh pemerintah daerah (pemda) agar tidak lagi merekrut tenaga honorer baru. Langkah tersebut bertujuan menjaga kesehatan fiskal daerah sekaligus mencegah peningkatan belanja pegawai yang berlebihan. Dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6), Tito meminta kepala daerah mematuhi kebijakan moratorium […]

  • Ilustrasi aksi May Day 2026 di Monas Jakarta dengan massa buruh membawa spanduk tuntutan dan mengikuti dialog terbuka

    Aksi May Day 2026 Dipindah ke Monas, Buruh Pilih Dialog Langsung dengan Presiden

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengalihkan lokasi aksi Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026 ke Monumen Nasional. Sebelumnya, massa merencanakan aksi di depan Gedung DPR RI. Presiden KSPI, Said Iqbal, mengambil keputusan ini setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut Presiden membuka ruang dialog bagi buruh. KSPI membawa 11 tuntutan dalam […]

  • Aduan Masyarakat Kompolnas Dibuka Kapolri untuk Perbaikan Polri

    Kapolri : Aduan Masyarakat Kompolnas Jadi Bahan Perbaikan Polri

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Aduan masyarakat Kompolnas menjadi fokus utama dalam upaya pembenahan institusi kepolisian. Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmennya untuk menampung seluruh laporan dan saran dari publik sebagai dasar evaluasi. Ia menyampaikan hal tersebut usai meresmikan kantor baru Komisi Kepolisian Nasional di Graha Sentana, Jakarta Selatan. Menurutnya, setiap pelanggaran harus menjadi bahan perbaikan berkelanjutan. […]

  • Penyerapan Gabah Bulog mencapai 2,96 juta ton setara beras pada 2026

    Bulog Hampir Capai Target, Serapan Gabah Petani Tembus 2,96 Juta Ton Setara Beras

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Perum Bulog telah menyerap sekitar 2,96 juta ton setara beras hingga akhir Mei 2026. Angka itu mencapai 74 persen dari target penyerapan 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah tahun ini. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan capaian tersebut menunjukkan tren positif dalam penguatan cadangan beras nasional. “Realisasi penyerapan saat ini sudah […]

expand_less