Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Sulawesi Tenggara dalam Kacamata Mahasiswa

Sulawesi Tenggara dalam Kacamata Mahasiswa

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
  • visibility 599
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Adrian Moita, Mahasiswa Sulawesi Tenggara di Jakarta

JAKARTA, (duasatunews.com) – Sebagai mahasiswa asal Sulawesi Tenggara yang kini menempuh pendidikan di Jakarta, saya memandang daerah kelahiran dari jarak yang ironis. Di ibu kota, saya menyaksikan geliat pembangunan, diskursus kebijakan, dan narasi pertumbuhan ekonomi. Namun, ketika menoleh ke kampung halaman, saya justru melihat luka, hutan tergerus, sungai tercemar, dan masyarakat menanggung dampak aktivitas pertambangan yang kian masif. Karena itu, jarak geografis tidak membuat persoalan ini terasa jauh.

Kekayaan Alam yang Berubah Menjadi Paradoks

Sulawesi Tenggara dikenal kaya sumber daya alam. Nikel, emas, dan mineral lain menopang ekonomi nasional. Akan tetapi, kekayaan itu berubah menjadi paradoks. Di banyak wilayah, aktivitas pertambangan berjalan tanpa kendali memadai. Akibatnya, perusahaan membuka hutan, mengeruk tanah, dan mengganggu ekosistem. Seiring waktu, yang tersisa bukan kesejahteraan merata, melainkan konflik ruang hidup dan ketidakpastian masa depan.

Ketika Masyarakat Menjadi Pihak Paling Rentan

Sebagai mahasiswa, saya melihat persoalan ini tidak semata isu lingkungan, melainkan juga persoalan keadilan sosial. Masyarakat di sekitar tambang menanggung risiko paling besar. Selain itu, kualitas air bersih menurun, lahan pertanian rusak, dan mata pencaharian tradisional terancam. Saat banjir atau longsor datang, warga lokal merasakan dampaknya lebih dulu. Ironisnya, hiruk-pikuk investasi sering menenggelamkan suara mereka.

Di Mana Peran Pemerintah Daerah?

Pada titik ini, pertanyaan mendasar pun muncul: di mana peran pemerintah daerah? Seharusnya, pemerintah berdiri di garis depan sebagai penjaga kepentingan publik. Izin usaha pertambangan tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus menjalankan pengawasan ketat, menegakkan hukum secara tegas, dan berpihak pada masyarakat serta lingkungan. Namun, lemahnya kontrol, minimnya transparansi, dan absennya sanksi tegas masih sering terjadi.

Pembangunan Tanpa Etika adalah Jalan Buntu

Saya tidak menafikan pentingnya pembangunan dan investasi. Memang, daerah membutuhkan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan. Meski demikian, pembangunan tanpa etika lingkungan dan keadilan sosial hanya melahirkan pertumbuhan semu. Dalam jangka pendek, keuntungan mungkin muncul. Sebaliknya, biaya sosial dan ekologis akan membebani generasi mendatang. Karena itu, pembangunan harus berjalan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Ruang Partisipasi Publik yang Menyempit

Dari Jakarta, saya melihat ruang partisipasi publik di daerah sering menyempit. Akibatnya, aspirasi masyarakat lokal jarang menjadi rujukan utama dalam pengambilan kebijakan. Padahal, merekalah pemilik sah ruang hidup yang terdampak langsung. Untuk itu, pemerintah daerah perlu membuka dialog dan melibatkan masyarakat adat, petani, serta nelayan dalam perencanaan tata ruang dan pengelolaan sumber daya alam. Tanpa langkah ini, kebijakan akan terus berjarak dari realitas lapangan.

Tanggung Jawab Moral Mahasiswa

Perlu ditegaskan, opini ini bukan seruan untuk menolak pertambangan secara membabi buta. Sebaliknya, tulisan ini mengajak semua pihak menata ulang arah pembangunan Sulawesi Tenggara. Dengan demikian, pemerintah daerah perlu menunjukkan keberanian politik dengan mengevaluasi izin bermasalah, menegakkan aturan lingkungan, dan memastikan manfaat ekonomi kembali ke rakyat.

Sebagai mahasiswa Sulawesi Tenggara di Jakarta, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk bersuara. Meskipun jarak geografis memisahkan, ikatan emosional dan tanggung jawab sosial tetap kuat. Jika hari ini kita memilih diam, maka esok kita hanya mewariskan tanah rusak dan konflik berkepanjangan. Pada akhirnya, Sulawesi Tenggara tidak kekurangan potensi; daerah ini membutuhkan kepemimpinan yang berpihak pada masa depan, bukan sekadar pada keuntungan sesaat.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menpora Dorong Fasilitas Olahraga di Sekolah Rakyat dan Garuda

    Menpora Dorong Fasilitas Olahraga di Sekolah Rakyat dan Garuda

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 587
    • 0Komentar

    Fasilitas olahraga sekolah menjadi salah satu isu penting dalam pengembangan pendidikan nasional. Pemerintah mendorong agar sekolah tidak hanya berfungsi sebagai ruang belajar akademik, tetapi juga sebagai pusat pembinaan kesehatan dan karakter generasi muda. Jakarta, duasatunews.com — Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mendorong penyediaan fasilitas olahraga di Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Ia menilai sarana […]

  • tenaga kesehatan menyiapkan vaksin campak dengan suntikan

    Kewaspadaan Campak Tenaga Kesehatan,Kemenkes Terbitkan SE

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) –  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan surat edaran tentang kewaspadaan campak tenaga kesehatan. Kebijakan ini bertujuan melindungi tenaga medis dari risiko penularan. Selain itu, Kemenkes ingin mengantisipasi peningkatan kasus campak di Indonesia. Oleh karena itu, tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andri Saguni, […]

  • KUR Pertanian 2026, Pemerintah Siapkan Rp300 Triliun

    KUR Pertanian 2026, Pemerintah Siapkan Rp300 Triliun

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 655
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Pemerintah menjadikan KUR pertanian 2026 sebagai fokus kebijakan untuk memperkuat sektor pertanian nasional. Pemerintah menyiapkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp300 triliun guna memperluas akses pembiayaan petani dan menjaga keberlanjutan produksi pangan. Kebijakan ini melengkapi berbagai langkah penguatan kebijakan pertanian pemerintah. Pemerintah Dorong Pembiayaan Pertanian Lewat KUR Menteri Koordinator Bidang Perekonomian […]

  • Dee Lestari literasi bersama BI NTT di Kupang

    BI NTT Gandeng Dee Lestari Perkuat Literasi Daerah di Kupang

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 252
    • 1Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – menggandeng novelis ternama Indonesia, Dewi Lestari, untuk memperkuat budaya literasi masyarakat di Kota Kupang. Kegiatan itu menjadi bagian dari peringatan World Book Day 2026 dengan tema “Connected by Literacy: Building Future-Ready Communities”. Deputi Kepala Perwakilan BI NTT Rio Khasananda mengatakan literasi menjadi jembatan penting menuju masyarakat yang adaptif dan berdaya saing. Ia […]

  • Dadan Hindayana tersangka kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis yang diusut Kejaksaan Agung.

    Dadan Hindayana Tersangka, Kejagung Yakin Punya Bukti

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 203
    • 0Komentar

    JAKARTA (duasatunews.com) – Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan penetapan eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memenuhi syarat hukum. Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengakui proses penanganan perkara tersebut berlangsung cepat. Meski demikian, tim penyidik mempelajari dugaan penyimpangan dalam program […]

  • Tolak Peredaran Narkoba, Mahasiswa dan Pemuda Landono Desak APH Bertindak Tegas

    Tolak Peredaran Narkoba, Mahasiswa dan Pemuda Landono Desak APH Bertindak Tegas

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 595
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Penolakan peredaran narkoba Landono semakin menguat seiring meningkatnya keresahan masyarakat. Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Pelajar Landono secara terbuka menyatakan sikap tegas terhadap maraknya peredaran narkoba yang mulai mengancam generasi muda dan ketertiban sosial di Kecamatan Landono. Ketua Umum Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Pelajar Landono, Brian Putra, menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman nyata […]

expand_less