Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Sulawesi Tenggara dalam Kacamata Mahasiswa

Sulawesi Tenggara dalam Kacamata Mahasiswa

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
  • visibility 625
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Adrian Moita, Mahasiswa Sulawesi Tenggara di Jakarta

JAKARTA, (duasatunews.com) – Sebagai mahasiswa asal Sulawesi Tenggara yang kini menempuh pendidikan di Jakarta, saya memandang daerah kelahiran dari jarak yang ironis. Di ibu kota, saya menyaksikan geliat pembangunan, diskursus kebijakan, dan narasi pertumbuhan ekonomi. Namun, ketika menoleh ke kampung halaman, saya justru melihat luka, hutan tergerus, sungai tercemar, dan masyarakat menanggung dampak aktivitas pertambangan yang kian masif. Karena itu, jarak geografis tidak membuat persoalan ini terasa jauh.

Kekayaan Alam yang Berubah Menjadi Paradoks

Sulawesi Tenggara dikenal kaya sumber daya alam. Nikel, emas, dan mineral lain menopang ekonomi nasional. Akan tetapi, kekayaan itu berubah menjadi paradoks. Di banyak wilayah, aktivitas pertambangan berjalan tanpa kendali memadai. Akibatnya, perusahaan membuka hutan, mengeruk tanah, dan mengganggu ekosistem. Seiring waktu, yang tersisa bukan kesejahteraan merata, melainkan konflik ruang hidup dan ketidakpastian masa depan.

Ketika Masyarakat Menjadi Pihak Paling Rentan

Sebagai mahasiswa, saya melihat persoalan ini tidak semata isu lingkungan, melainkan juga persoalan keadilan sosial. Masyarakat di sekitar tambang menanggung risiko paling besar. Selain itu, kualitas air bersih menurun, lahan pertanian rusak, dan mata pencaharian tradisional terancam. Saat banjir atau longsor datang, warga lokal merasakan dampaknya lebih dulu. Ironisnya, hiruk-pikuk investasi sering menenggelamkan suara mereka.

Di Mana Peran Pemerintah Daerah?

Pada titik ini, pertanyaan mendasar pun muncul: di mana peran pemerintah daerah? Seharusnya, pemerintah berdiri di garis depan sebagai penjaga kepentingan publik. Izin usaha pertambangan tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus menjalankan pengawasan ketat, menegakkan hukum secara tegas, dan berpihak pada masyarakat serta lingkungan. Namun, lemahnya kontrol, minimnya transparansi, dan absennya sanksi tegas masih sering terjadi.

Pembangunan Tanpa Etika adalah Jalan Buntu

Saya tidak menafikan pentingnya pembangunan dan investasi. Memang, daerah membutuhkan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan. Meski demikian, pembangunan tanpa etika lingkungan dan keadilan sosial hanya melahirkan pertumbuhan semu. Dalam jangka pendek, keuntungan mungkin muncul. Sebaliknya, biaya sosial dan ekologis akan membebani generasi mendatang. Karena itu, pembangunan harus berjalan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Ruang Partisipasi Publik yang Menyempit

Dari Jakarta, saya melihat ruang partisipasi publik di daerah sering menyempit. Akibatnya, aspirasi masyarakat lokal jarang menjadi rujukan utama dalam pengambilan kebijakan. Padahal, merekalah pemilik sah ruang hidup yang terdampak langsung. Untuk itu, pemerintah daerah perlu membuka dialog dan melibatkan masyarakat adat, petani, serta nelayan dalam perencanaan tata ruang dan pengelolaan sumber daya alam. Tanpa langkah ini, kebijakan akan terus berjarak dari realitas lapangan.

Tanggung Jawab Moral Mahasiswa

Perlu ditegaskan, opini ini bukan seruan untuk menolak pertambangan secara membabi buta. Sebaliknya, tulisan ini mengajak semua pihak menata ulang arah pembangunan Sulawesi Tenggara. Dengan demikian, pemerintah daerah perlu menunjukkan keberanian politik dengan mengevaluasi izin bermasalah, menegakkan aturan lingkungan, dan memastikan manfaat ekonomi kembali ke rakyat.

Sebagai mahasiswa Sulawesi Tenggara di Jakarta, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk bersuara. Meskipun jarak geografis memisahkan, ikatan emosional dan tanggung jawab sosial tetap kuat. Jika hari ini kita memilih diam, maka esok kita hanya mewariskan tanah rusak dan konflik berkepanjangan. Pada akhirnya, Sulawesi Tenggara tidak kekurangan potensi; daerah ini membutuhkan kepemimpinan yang berpihak pada masa depan, bukan sekadar pada keuntungan sesaat.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lukisan Kuda Api Karya SBY Terjual Rp6,5 Miliar di Jakarta

    Lukisan Kuda Api Karya SBY Terjual Rp6,5 Miliar di Jakarta

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Sebuah karya seni lukis milik Susilo Bambang Yudhoyono mencatatkan nilai transaksi tinggi dalam lelang seni yang digelar di Jakarta. Lukisan berjudul Kuda Api terjual dengan harga Rp6,5 miliar, sekaligus menarik perhatian pelaku pasar seni dan publik nasional. (19/02/2026). SBY melukis karya tersebut dengan gaya ekspresif dan warna-warna kuat. Sosok kuda tampil dominan […]

  • Prabowo ke Paris usai agenda WEF di Swiss

    Prabowo ke Paris Penuhi Undangan Macron

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 564
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Prabowo ke Paris pada Jumat siang waktu setempat setelah menyelesaikan agenda internasional di Swiss. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan perjalanan tersebut untuk memenuhi undangan resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron. Sebelumnya, Presiden Prabowo merampungkan seluruh rangkaian kegiatan World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos-Klosters, Swiss. Setelah itu, Presiden dan rombongan bertolak dari […]

  • Penyidik menelusuri aset korupsi FA dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU.

    Legislator Desak Aparat Kejar Seluruh Aset Diduga Hasil Korupsi FA

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 170
    • 6Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Anggota Komisi III DPR RI Rikwanto mendesak aparat penegak hukum menelusuri dan menyita seluruh aset yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) milik FA. Langkah itu bertujuan mengungkap aliran dana sekaligus menemukan pihak lain yang ikut terlibat. Rikwanto menilai penyidik tidak boleh berhenti setelah menetapkan tersangka. Aparat harus […]

  • Pekerjaan Digital Gen Z Makin Diminati, Ini Alasannya

    Pekerjaan Digital Gen Z Makin Diminati, Ini Alasannya

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 846
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pekerjaan digital Gen Z terus menguat sebagai pilihan utama generasi muda di tengah ketatnya lapangan kerja formal dan upah yang belum memadai. Kondisi ini mendorong banyak anak muda secara sadar beralih ke sektor kerja berbasis digital sebagai sumber penghasilan yang lebih fleksibel. Fenomena pekerjaan digital Gen Z mencuat di media sosial ketika […]

  • Arahan Prabowo di Rapim TNI–Polri 2026 di Istana Merdeka

    Teddy Indra Wijaya Ungkap Delapan Arahan Prabowo dalam Rapim TNI–Polri 2026

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 431
    • 1Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Arahan Prabowo Rapim TNI menjadi perhatian utama dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI–Polri 2026 yang berlangsung di Istana Merdeka, Senin (9/2/2026). Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya soliditas aparat keamanan. Selain itu, Presiden meminta TNI dan Polri menjaga stabilitas nasional sambil mendukung agenda pembangunan pemerintah. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden menyampaikan […]

  • KPK Panggil 2 Anggota DPRD Jadi Saksi Kasus Suap Bupati Bekasi Ade Kuswara

    KPK Panggil 2 Anggota DPRD Jadi Saksi Kasus Suap Bupati Bekasi Ade Kuswara

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 609
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Dugaan suap proyek di Kabupaten Bekasi terus mengemuka dan memicu kekhawatiran publik atas pengelolaan anggaran daerah. Kasus ini tidak hanya menyeret kepala daerah, tetapi juga membuka kemungkinan peran aktor lain dalam proses penganggaran dan pelaksanaan proyek pemerintah. Situasi ini menjadi penting karena proyek yang diselidiki berkaitan langsung dengan belanja publik. Ketika praktik suap […]

expand_less