Transportasi Publik Tumbuh karena Infrastruktur yang Makin Terintegrasi
- account_circle Reski
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto:Penumpang memadati layanan transportasi publik Jakarta seperti Transjakarta dan MRT Jakarta yang terus berkembang berkat integrasi infrastruktur dan peningkatan layanan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta,(duasatunews.com) – Penggunaan transportasi publik di Jakarta terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan itu terjadi seiring pembangunan infrastruktur dan integrasi layanan transportasi massal.
Data Transjakarta menunjukkan jumlah penumpang pada 2025 mencapai 413,3 juta orang. Angka itu menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah operasional Transjakarta.
Jumlah tersebut naik 41,6 juta dibanding tahun sebelumnya. Jika dibandingkan 2022, jumlah pengguna bahkan meningkat lebih dari dua kali lipat dari 191 juta penumpang.
Rata-rata pengguna harian Transjakarta mencapai 1,4 juta orang sepanjang 2025. Lebih dari 80 persen pengguna berasal dari Generasi Z dan Milenial.
MRT Jakarta juga mencatat pertumbuhan penumpang. Total pengguna MRT pada 2025 mencapai 45,41 juta orang. Rata-rata penumpang harian mencapai sekitar 100 ribu orang. Angka itu lebih tinggi dibanding 91 ribu penumpang per hari pada 2023.
Infrastruktur Jadi Faktor Utama
Peningkatan jumlah penumpang tidak muncul secara tiba-tiba. Pemerintah dan operator transportasi terus memperluas layanan dan memperbaiki fasilitas.
Transjakarta kini melayani 233 rute. Operator juga merevitalisasi 46 halte BRT untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.
Integrasi antarmoda juga semakin kuat. Penumpang kini lebih mudah berpindah dari Transjakarta ke MRT, LRT, maupun layanan feeder.
Sistem pembayaran digital turut mempercepat proses perjalanan. Penumpang tidak lagi menghabiskan banyak waktu untuk antre tiket.
Perbaikan layanan itu mendorong masyarakat memilih transportasi publik. Banyak warga mulai mempertimbangkan efisiensi waktu dan biaya perjalanan harian.
Gen Z Pilih Hunian Dekat Transportasi
Minat generasi muda terhadap transportasi publik juga terlihat dalam pilihan tempat tinggal.
Survei Jakpat pada Mei 2023 melibatkan 1.194 responden Gen Z. Hasil survei menunjukkan 65 persen responden memilih hunian dekat pusat kota, kawasan bisnis, atau transportasi umum.
Survei platform co-living Cove menunjukkan tren serupa. Enam dari 10 Gen Z di Jakarta mempertimbangkan pindah tempat tinggal untuk mengurangi waktu perjalanan harian.
Kondisi itu ikut mempengaruhi harga properti. Harga sewa hunian dalam radius kurang dari 500 meter dari titik transit naik lima hingga 10 persen dibanding lokasi yang lebih jauh.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pembangunan transportasi publik ikut membentuk pola hidup masyarakat perkotaan.
- Penulis: Reski
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar