Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Hukum yang Seharusnya Melindungi Rakyat, Kini Menjadi Labirin Mahal dan Rumit

Hukum yang Seharusnya Melindungi Rakyat, Kini Menjadi Labirin Mahal dan Rumit

  • account_circle Muh. Siswandi,. S.H
  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • visibility 419
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – Akses keadilan hukum masih menjadi persoalan mendasar bagi masyarakat Indonesia. Sistem hukum yang seharusnya melindungi warga justru sering membebani rakyat kecil melalui biaya tinggi, prosedur berlapis, dan proses panjang yang sulit mereka jangkau. Kondisi ini membuat banyak warga mengurungkan niat membawa persoalan ke ranah hukum.

Ketimpangan Penegakan Hukum Kian Terlihat

Isu ini menguat seiring meningkatnya perhatian publik terhadap ketimpangan penegakan hukum. Konstitusi menjamin persamaan di hadapan hukum, namun praktik di lapangan memperlihatkan kesenjangan nyata. Warga yang memiliki modal, jaringan, dan pengetahuan hukum lebih mudah menavigasi proses peradilan, sementara masyarakat kecil tertinggal sejak tahap awal.

Prosedur Panjang dan Biaya Tinggi Jadi Hambatan

Undang-undang menempatkan keadilan, kepastian, dan kemanfaatan sebagai tujuan utama. Negara juga memikul tanggung jawab untuk membuka akses keadilan hukum secara setara. Namun dalam praktik, biaya perkara, kebutuhan pendampingan advokat, serta durasi persidangan sering memaksa warga memilih antara memperjuangkan hak atau menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga.

Kritik Akademisi dan Pegiat Bantuan Hukum

Kalangan akademisi dan pegiat bantuan hukum menilai kondisi ini sebagai persoalan struktural. Mereka mencatat bahwa sistem hukum belum sepenuhnya berpihak pada pencari keadilan. Banyak perkara berhenti di tengah jalan karena warga tidak sanggup menanggung beban finansial dan administratif, bukan karena perkara tersebut tidak memiliki dasar hukum.

Rakyat kecil bukan kalah karena kebenaran tidak ada, melainkan karena sistem sering menutup jalan menuju keadilan. Ketika kekuasaan berjalan tanpa koreksi, ketimpangan pun berulang dari waktu ke waktu.

Dampak terhadap Kepercayaan Publik

Situasi tersebut berdampak langsung pada tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga hukum. Ketika masyarakat melihat hukum lebih mudah diakses oleh kelompok tertentu, rasa keadilan sosial ikut melemah. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memicu sikap apatis dan ketidakpatuhan terhadap hukum.

Tantangan Akses Bantuan Hukum di Daerah

Di sejumlah daerah, keterbatasan layanan bantuan hukum semakin memperparah keadaan. Tidak semua warga mengetahui haknya atas pendampingan hukum gratis, sementara jangkauan lembaga bantuan hukum masih terbatas. Akibatnya, akses keadilan hukum tidak hanya timpang secara ekonomi, tetapi juga secara geografis dan informasi.

Perlu Langkah Nyata Pembenahan Sistem Hukum

Ke depan, pemerintah perlu mengambil langkah konkret untuk membenahi sistem hukum. Penyederhanaan prosedur, transparansi biaya perkara, serta penguatan peran bantuan hukum harus menjadi prioritas kebijakan. Tanpa pembaruan tersebut, hukum akan terus dipersepsikan sebagai labirin mahal dan rumit yang menjauhkan rakyat dari keadilan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ed Sheeran herpes zoster dengan kondisi terbaru

    Ed Sheeran Herpes Zoster, Sempat Sakit Sebulan Kini Membaik

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Musisi asal Inggris Ed Sheeran mengungkapkan bahwa ia sempat mengalami gangguan kesehatan akibat herpes zoster dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyampaikan hal tersebut melalui media sosial saat membagikan berbagai perubahan dalam hidupnya. Dalam pernyataannya, Ed Sheeran menyebut bahwa ia mengalami herpes zoster selama sekitar satu bulan. Ia menggambarkan kondisi tersebut cukup mengganggu, […]

  • Itjen: Kepatuhan LHKPN Pejabat Kemenag Capai 100 Persen

    Itjen: Kepatuhan LHKPN Pejabat Kemenag Capai 100 Persen

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 475
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Inspektorat Jenderal Kementerian Agama mencatat kepatuhan pejabat dalam menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) telah mencapai 100 persen. Capaian tersebut menunjukkan komitmen Kemenag dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Inspektur Jenderal Kemenag, Khairunas, menegaskan bahwa kepatuhan LHKPN bukan titik akhir. Ia menyebut pelaporan harta sebagai tanggung jawab […]

  • Jusuf Kalla Arab Saudi dukung stabilitas kawasan

    Jusuf Kalla Arab Saudi: Indonesia Dukung Stabilitas Kawasan

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 329
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menegaskan dukungan Indonesia terhadap stabilitas dan keamanan Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Menurut Jusuf Kalla, Arab Saudi memiliki posisi penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Negara tersebut menjadi pusat umat Islam karena keberadaan Masjidil Haram serta berbagai tempat […]

  • Rektor Universitas Jember bersama 20 peserta magang mahasiswa Unej di Thailand berfoto di aula LPMPP sebelum keberangkatan program internasional.

    20 Mahasiswa FKIP Unej Siap Taklukkan Tantangan Global Lewat Magang Mengajar di Thailand

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Jakarta, (Dua stunews.com) — Program magang mahasiswa Unej di Thailand menjadi langkah strategis Universitas Jember untuk memperluas pengalaman internasional mahasiswa. Selain itu, sebanyak 20 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) akan menjalani praktik mengajar lintas budaya mulai 17 Mei 2026.Universitas Jember memberangkatkan 20 mahasiswa FKIP untuk mengikuti program internasional di Thailand. Selanjutnya, Rektor Universitas […]

  • Bahlil menjelaskan rumus baru harga mineral kepada investor China di Jakarta

    Bahlil Buka Suara soal Rumus Baru Harga Mineral, Investor China Mulai Pertanyakan Regulasi

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Windi Anggraini
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Rumus baru harga mineral mulai menjadi perhatian investor asing setelah pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan terbaru di sektor pertambangan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah telah menjelaskan rumus baru harga mineral kepada pelaku usaha dan pihak Kedutaan Besar China. Bahlil mengatakan komunikasi dengan investor sudah berlangsung dalam beberapa waktu […]

  • Idul Adha Timur Tengah, perayaan Idul Adha, tradisi kurban di Timur Tengah

    Idul Adha 2026 di Timur Tengah: Antara Sukacita Perayaan dan Bayang-Bayang Konflik

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Umat Muslim di berbagai negara Timur Tengah merayakan Idul Adha 1447 Hijriah dengan penuh khidmat. Masyarakat melaksanakan salat Id, menyiapkan hewan kurban, dan menjaga tradisi kebersamaan bersama keluarga serta tetangga. Namun, konflik bersenjata dan tekanan ekonomi masih membayangi sebagian wilayah. Kondisi tersebut memengaruhi kemampuan banyak keluarga untuk menjalankan tradisi hari raya secara maksimal. Pasar […]

expand_less