Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » DPR RI Soroti Lemahnya Pemenuhan Hak Pendidikan Anak Miskin

DPR RI Soroti Lemahnya Pemenuhan Hak Pendidikan Anak Miskin

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – Hak pendidikan anak miskin kembali mendapat perhatian DPR RI setelah wafatnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam konteks ini, Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief menyebut peristiwa tersebut sebagai bukti lemahnya perlindungan hak dasar anak dalam sistem pendidikan nasional.

“Kasus ini menunjukkan celah besar dalam pemenuhan hak belajar anak dari keluarga kurang mampu,” ujar Syarief dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).

Negara Harus Menjamin Akses Pendidikan Dasar

Pada prinsipnya, Syarief menegaskan negara harus menjamin setiap anak dapat bersekolah tanpa hambatan ekonomi. Selain itu, ia mengingatkan pemerintah mengelola anggaran pendidikan yang sangat besar melalui APBN.

Oleh karena itu, Syarief meminta pemerintah menyediakan kebutuhan dasar siswa seperti buku dan alat tulis. Dengan demikian, negara dapat mencegah tragedi serupa di masa depan.

“Anggaran pendidikan sangat besar. Karena itu, pemerintah harus memastikan anak-anak memperoleh kebutuhan belajar paling dasar,” tegas politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu.

DPR Minta Evaluasi Penyaluran Bantuan

Selanjutnya, Syarief meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengevaluasi penyaluran bantuan pendidikan. Secara khusus, ia menekankan pentingnya akurasi data penerima bantuan, terutama bagi siswa dari keluarga prasejahtera.

Di sisi lain, Syarief mendorong guru berperan aktif memantau kondisi psikologis peserta didik. Menurutnya, guru dapat mendeteksi lebih awal tekanan sosial dan ekonomi yang dialami siswa.

Dengan langkah tersebut, negara dapat melindungi hak pendidikan anak miskin agar faktor ekonomi keluarga tidak menghambat proses belajar.

Tragedi di Kabupaten Ngada

Sebelumnya, YBS (10), siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, NTT, wafat setelah mengalami tekanan berat. Dalam keseharian, keluarganya tidak mampu membeli buku dan alat tulis seharga kurang dari Rp10.000.

Akibatnya, kondisi ekonomi keluarga membatasi pemenuhan kebutuhan sekolah anak tersebut. Situasi ini pun memicu keprihatinan luas di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, kasus ini memberi peringatan keras kepada negara. Karena itu, DPR meminta pemerintah memperkuat kebijakan, pengawasan, dan pendampingan sosial agar hak pendidikan anak miskin benar-benar terlindungi di seluruh wilayah Indonesia.

adrian moita

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Kabupaten di Sumatera Utara Nyatakan Tak Sanggup Tangani Bencana Banjir, Presiden Prabowo: Negara Kita Kuat untuk Mengatasi Ini

    2 Kabupaten di Sumatera Utara Nyatakan Tak Sanggup Tangani Bencana Banjir, Presiden Prabowo: Negara Kita Kuat untuk Mengatasi Ini

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 136
    • 0Komentar

     Sumatra Utara, duasatunews.com – Pernyataan ketidak sanggupan pemerintah daerah dalam menangani bencana banjir memantik perhatian publik nasional. Dalam beberapa hari terakhir, dua kepala daerah di wilayah Sumatera menyatakan secara terbuka keterbatasan pemerintah kabupaten mereka dalam menghadapi dampak bencana alam yang kian meluas. Salah satu daerah yang lebih dahulu menyampaikan sikap tersebut adalah Kabupaten Pidie Jaya. […]

  • Pertumbuhan Properti 2026 Dorong Green Building

    Pertumbuhan Properti 2026 Dorong Green Building

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com —Knight Frank Indonesia melihat sektor properti Indonesia memasuki 2026 dengan optimisme yang lebih terukur setelah melalui dinamika pasar sepanjang 2025. Pelaku industri merespons perubahan pola kerja, konsumsi, dan mobilitas masyarakat dengan strategi yang lebih adaptif. Pertumbuhan properti 2026 menunjukkan tren positif seiring perubahan gaya hidup masyarakat urban dan meningkatnya kebutuhan ruang yang berkelanjutan. […]

  • Pulau Greenland dalam isu akuisisi oleh Amerika Serikat

    Trump Kembali Tegaskan Keinginan Akuisisi Greenland, Bantah Gunakan Kekuatan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Trump akuisisi Greenland kembali menarik perhatian internasional setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan sikapnya secara terbuka di forum global. Isu Trump akuisisi Greenland kembali menguat seiring meningkatnya persaingan geopolitik di kawasan Arktik. Trump menyampaikan pernyataan itu saat berpidato dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Rabu (21/1). Dalam forum tersebut, […]

  • Dr. Irwan Tajuddin, Sosok Ideal Pemimpin KKST di Era Baru

    Dr. Irwan Tajuddin, Sosok Ideal Pemimpin KKST di Era Baru

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 477
    • 0Komentar

    Oleh: Edrian Saputra (Peso) Di tengah dinamika sosial dan kultural masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra), baik di tanah rantau maupun di kampung halaman, kebutuhan akan figur pemimpin yang mampu menyatukan dan memberdayakan seluruh elemen warga semakin mendesak. Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST), sebagai wadah perekat dan penggerak potensi daerah, tidak bisa terus terjebak dalam romantisme masa […]

  • Mahasiswa Desak Presiden Turun Tangan: Dana Jaminan Reklamasi Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Daerah Penghasil

    Mahasiswa Desak Presiden Turun Tangan: Dana Jaminan Reklamasi Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Daerah Penghasil

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – 7 Agustus 2025 — Mahasiswa asal Sulawesi Tenggara yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sultra-Jakarta mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan langsung menangani persoalan dana Jaminan Reklamasi (Jamrek) tambang yang hingga kini dinilai tidak dikelola secara transparan, tidak berdampak nyata bagi lingkungan, dan tidak memberikan keadilan fiskal bagi daerah penghasil seperti Sulawesi […]

  • MENGGUNGAT MAFIA TANAH DI SULAWESI TENGGARA

    MENGGUNGAT MAFIA TANAH DI SULAWESI TENGGARA

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle ADMIN 21
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com  – Praktik mafia tanah di Sulawesi Tenggara semakin menampakkan wajahnya tanpa malu-malu. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai sengketa lahan muncul dengan pola yang serupa sertifikat ganda, klaim kepemilikan mendadak, hingga manipulasi administrasi yang melibatkan oknum tertentu dengan alibi tanah adat dan sebagianya. Fenomena ini bukan lagi kasus perorangan, tetapi indikasi adanya jaringan yang […]

expand_less
Lewat ke baris perkakas