Pertumbuhan Properti 2026 Dorong Green Building
- account_circle Darman
- calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
- visibility 73
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com —Knight Frank Indonesia melihat sektor properti Indonesia memasuki 2026 dengan optimisme yang lebih terukur setelah melalui dinamika pasar sepanjang 2025. Pelaku industri merespons perubahan pola kerja, konsumsi, dan mobilitas masyarakat dengan strategi yang lebih adaptif.
Pertumbuhan properti 2026 menunjukkan tren positif seiring perubahan gaya hidup masyarakat urban dan meningkatnya kebutuhan ruang yang berkelanjutan. Sejumlah sektor, seperti perkantoran ramah lingkungan, ritel modern, dan pergudangan, menjadi penggerak utama pasar properti nasional.
Country Head Knight Frank Indonesia, Willson Kalip, menilai pasar properti nasional tetap tangguh. Ia menegaskan bahwa pengembang kini tidak hanya mengejar penyerapan pasar, tetapi juga meningkatkan kualitas bangunan agar selaras dengan kebutuhan gaya hidup masa kini.
“Sektor properti memasuki 2026 dengan outlook yang lebih konstruktif. Pelaku industri terus mendorong adopsi green office buildings,” ujar Willson dalam media gathering di Jakarta.
Knight Frank Indonesia mencatat meningkatnya minat terhadap green building, terutama di sektor perkantoran. Pengembang secara aktif menghadirkan gedung dengan efisiensi energi, kualitas udara yang lebih baik, serta tata ruang yang mendukung produktivitas kerja. Perubahan budaya kerja dan kesadaran terhadap keberlanjutan mendorong tren ini.
Di sektor ritel, pengelola pusat perbelanjaan mengubah konsep pengembangan untuk menarik konsumen. Mereka menggabungkan fungsi belanja, hiburan, dan ruang interaksi sosial guna meningkatkan pengalaman pengunjung. Strategi ini berhasil meningkatkan trafik dan durasi kunjungan.
Sementara itu, sektor pergudangan dan logistik terus mencatat ekspansi. Pertumbuhan perdagangan digital dan kebutuhan distribusi cepat mendorong pengembang memperluas kawasan industri dan logistik, terutama di wilayah penyangga kota besar.
Knight Frank Indonesia menilai inovasi berkelanjutan, transformasi gaya hidup urban, dan fokus pada kualitas ruang akan menjaga momentum pertumbuhan properti 2026. Sektor properti diperkirakan tetap berperan penting dalam membentuk lanskap kota modern dan pola hidup masyarakat perkotaan.
