Jusuf Hamka Dukung BoP, Nilai Prabowo Punya Strategi
- account_circle adrian moita
- calendar_month 18 jam yang lalu
- visibility 42
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jusuf Hamka dukung Board of Peace.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Tokoh Muslim Tionghoa Jusuf Hamka menyatakan dukungan atas keputusan Presiden Prabowo Subianto bergabung dengan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Jusuf menyampaikan dukungan tersebut setelah menghadiri pertemuan Presiden dengan tokoh dan organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta.
Jusuf Hamka, yang akrab disapa Babah Alun, menilai langkah Presiden masuk ke Board of Peace sebagai strategi yang tepat. Ia menyoroti komposisi keanggotaan forum tersebut yang mayoritas berasal dari negara-negara Muslim. Menurutnya, kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam mendorong perdamaian dunia.
Selain itu, Jusuf menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan Presiden Prabowo dalam menyusun strategi diplomasi. Ia menilai pengalaman militer dan kepemimpinan Presiden menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika geopolitik global.
“Member-nya banyak negara-negara Muslim. Karena itu, kita harus percaya Presiden Prabowo. Beliau mantan Panglima Kostrad dan ahli strategi,” kata Jusuf di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (3/2/2026).
Selanjutnya, Jusuf mengajak masyarakat menyikapi kebijakan tersebut secara positif. Ia meminta publik menghindari prasangka buruk dan memberi ruang bagi langkah diplomasi pemerintah.
“Kita jangan suuzan. Sebaliknya, kita harus husnuzan. Presiden pasti punya strategi,” ujarnya.
Jusuf kemudian membandingkan posisi Indonesia di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia menyebut Indonesia pernah duduk sebagai anggota, tetapi Indonesia tidak memegang hak veto dalam pengambilan keputusan penting.
Karena itu, Jusuf menilai keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace memberi ruang lebih luas untuk memengaruhi arah kebijakan internasional. Indonesia, menurutnya, dapat menyuarakan kepentingan kemanusiaan langsung dari dalam forum.
“Daripada kita menonton dari luar, lebih baik kita mewarnai dari dalam,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Jusuf menegaskan dukungan tersebut sebagai wujud tanggung jawab moral. Ia menyampaikan sikap itu sebagai warga negara dan sebagai umat beragama yang menginginkan perdamaian dunia.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo mengundang sekitar 40 tokoh dalam pertemuan tersebut. Presiden mengajak pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, pengasuh pondok pesantren, serta tokoh masyarakat Muslim untuk membahas sikap Indonesia terkait Board of Peace.
