Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » AS Keluar Organisasi Internasional, Pakar Mesir Soroti Dampak Global

AS Keluar Organisasi Internasional, Pakar Mesir Soroti Dampak Global

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
  • visibility 365
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAIRO, duasatunews.com — AS keluar organisasi internasional berpotensi membawa dampak luas terhadap negara-negara berkembang dan tatanan sistem internasional. Oleh karena itu, kebijakan luar negeri Amerika Serikat ini menarik perhatian para pengamat hubungan internasional, terutama terkait pendanaan dan efektivitas lembaga global.

Dampak Pendanaan bagi Organisasi Internasional

Dalam wawancara dengan Xinhua, Abu-Bakr Al-Desouky, pakar hubungan internasional dan penasihat editorial majalah International Politics di Al-Ahram Foundation, menilai langkah AS keluar organisasi internasional dapat mengurangi sumber pendanaan penting bagi banyak lembaga internasional. Menurutnya, kondisi tersebut berisiko menekan kapasitas operasional organisasi, khususnya di kawasan berkembang.

Lebih lanjut, Al-Desouky menjelaskan bahwa hilangnya kontribusi pendanaan dari Amerika Serikat berpotensi memengaruhi kualitas dan jangkauan program. Akibatnya, program pembangunan, kemanusiaan, dan bantuan internasional dapat mengalami penyesuaian skala maupun prioritas.

Keputusan Presiden Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (7/1) menandatangani memorandum yang mengarahkan pemerintah AS menarik diri dari 66 organisasi internasional. Dari jumlah tersebut, 31 merupakan entitas di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, sementara 35 lainnya berasal dari organisasi non-PBB.

Kebijakan tersebut mencakup berbagai sektor strategis, seperti iklim, tenaga kerja, imigrasi, dan energi. Beberapa organisasi yang terdampak antara lain UNFCCC, UN Water, UN Energy, serta UNCTAD. Pemerintah AS menyampaikan kebijakan ini melalui pernyataan resmi Gedung Putih.

Sikap Pemerintah Amerika Serikat

Pemerintah AS menilai sejumlah organisasi tidak sejalan dengan kepentingan ekonomi dan kedaulatan nasional. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut pertimbangan efisiensi dan manfaat sebagai dasar evaluasi keanggotaan Amerika Serikat dalam organisasi internasional.

Penarikan AS dari Lembaga Internasional Sebelumnya

Sebelumnya, Amerika Serikat juga menarik diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Perjanjian Iklim Paris, serta Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC). Selain itu, Washington menghentikan pendanaan bagi UNRWA, yang selama ini berperan penting dalam bantuan kemanusiaan di kawasan Timur Tengah.

Menurut Al-Desouky, rangkaian kebijakan tersebut turut membentuk persepsi baru terhadap peran global Amerika Serikat. Ia menilai sebagian negara mitra mulai menyesuaikan strategi diplomasi dan kerja sama internasional mereka.

Potensi Perubahan Dinamika Global

Pada akhirnya, Al-Desouky berpandangan bahwa kebijakan AS keluar organisasi internasional dapat mendorong penguatan kerja sama alternatif. Ia menilai organisasi seperti SCO dan BRICS berpotensi memainkan peran lebih besar, seiring meningkatnya kebutuhan negara berkembang akan mitra strategis baru di tengah dinamika global yang berubah.

Adrian Moita

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • masyarakat adat Tolaki menolak penghinaan terhadap Suku Tolaki

    Penghinaan terhadap Suku Tolaki di Media Sosial

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 756
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Kami menyoroti beredarnya unggahan di media sosial Facebook yang memuat dugaan penghinaan terhadap Suku Tolaki. Unggahan tersebut memicu perhatian publik karena menyentuh isu sensitif yang berkaitan langsung dengan identitas suku, martabat masyarakat adat, dan nilai kebhinekaan bangsa, Selasa (6/1/2025). Suku Tolaki memegang peran penting dalam sejarah dan kekayaan budaya Indonesia, khususnya di […]

  • post-truth dalam pesta demokrasi Indonesia

    POST TRUTH PESTA DEMOKRASI

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Dr. Eni Samayati
    • visibility 1.249
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Fenomena post-truth dalam pesta demokrasi semakin menguat dalam kehidupan politik Indonesia. Saat ini, emosi dan sentimen sering mengalahkan fakta. Akibatnya, opini publik mudah digiring oleh narasi manipulatif, bukan oleh data dan kebenaran. Demokrasi yang Kehilangan Arah Nalar Pada kenyataannya, Indonesia sedang melewati fase sosial-politik yang melelahkan. Pemerintah kerap melahirkan kebijakan tanpa dialog […]

  • Tim KKP survei muara dangkal Aceh untuk memperlancar aktivitas nelayan dan mengurangi risiko banjir di wilayah pesisir.

    KKP Survei 13 Muara Dangkal di Aceh untuk Lancarkan Aktivitas Nelayan

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – KKP survei muara dangkal Aceh sebagai langkah mempercepat penanganan sedimentasi di sejumlah wilayah pesisir. Pendangkalan muara selama ini menghambat aktivitas nelayan dan meningkatkan risiko banjir di beberapa daerah. Direktur Pemanfaatan Ruang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Ditjen Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Permana Yudiarso, mengatakan survei tersebut menindaklanjuti permintaan Pemerintah Aceh terkait kondisi […]

  • KPK panggil Bupati Pati di Gedung Merah Putih

    KPK Periksa Plt Bupati Pati hingga Ketua DPRD dalam Kasus Pemerasan Sudewo

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 239
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – KPK panggil Plt Bupati Pati menjadi fokus penyidikan kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Pati nonaktif, Sudewo. Pemeriksaan ini juga menyasar Ketua DPRD Pati sebagai saksi kunci. Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Risma Ardhi Chandra selaku Pelaksana Tugas Bupati Pati dan Ali Badrudin selaku Ketua DPRD Pati. Pemeriksaan berlangsung di Polrestabes Semarang, Selasa. […]

  • Bunuh Ibu Tiri Tangerang: Pria Emosi karena Tak Dipinjami Ponsel

    Tak Dipinjami Ponsel, Pria di Tangerang Tega Habisi Ibu Tiri

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Kasus bunuh ibu tiri Tangerang menggegerkan warga Kampung Babakan, Binong, Curug, Kabupaten Tangerang. Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat (18/4/2026) dan melibatkan seorang pria berinisial NS (25) yang menghabisi nyawa ibu tirinya, W (45). Polisi mengungkap pelaku melakukan aksi tersebut setelah emosi karena korban tidak meminjamkan ponsel. Pelaku ingin menggunakan ponsel itu untuk bermain gitar. […]

  • RI AS bahas tarif impor pasca putusan Mahkamah Agung AS

    Tarif Impor RI AS Dibahas Usai Putusan MA AS

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 249
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Tarif impor RI AS kembali menjadi perhatian setelah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan rencana pembicaraan lanjutan dengan Amerika Serikat. Pemerintah mengambil langkah ini menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal Presiden Donald Trump. Juru Bicara Kemenko Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan pemerintah Indonesia tetap mengutamakan kepentingan dan kebutuhan nasional. […]

expand_less