AS Keluar Organisasi Internasional, Pakar Mesir Soroti Dampak Global
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
- visibility 210
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana ruang sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat. Para delegasi negara anggota mengikuti pertemuan resmi Dewan Keamanan yang membahas isu-isu keamanan dan perdamaian internasional.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KAIRO, duasatunews.com — AS keluar organisasi internasional berpotensi membawa dampak luas terhadap negara-negara berkembang dan tatanan sistem internasional. Oleh karena itu, kebijakan luar negeri Amerika Serikat ini menarik perhatian para pengamat hubungan internasional, terutama terkait pendanaan dan efektivitas lembaga global.
Dampak Pendanaan bagi Organisasi Internasional
Dalam wawancara dengan Xinhua, Abu-Bakr Al-Desouky, pakar hubungan internasional dan penasihat editorial majalah International Politics di Al-Ahram Foundation, menilai langkah AS keluar organisasi internasional dapat mengurangi sumber pendanaan penting bagi banyak lembaga internasional. Menurutnya, kondisi tersebut berisiko menekan kapasitas operasional organisasi, khususnya di kawasan berkembang.
Lebih lanjut, Al-Desouky menjelaskan bahwa hilangnya kontribusi pendanaan dari Amerika Serikat berpotensi memengaruhi kualitas dan jangkauan program. Akibatnya, program pembangunan, kemanusiaan, dan bantuan internasional dapat mengalami penyesuaian skala maupun prioritas.
Keputusan Presiden Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (7/1) menandatangani memorandum yang mengarahkan pemerintah AS menarik diri dari 66 organisasi internasional. Dari jumlah tersebut, 31 merupakan entitas di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, sementara 35 lainnya berasal dari organisasi non-PBB.
Kebijakan tersebut mencakup berbagai sektor strategis, seperti iklim, tenaga kerja, imigrasi, dan energi. Beberapa organisasi yang terdampak antara lain UNFCCC, UN Water, UN Energy, serta UNCTAD. Pemerintah AS menyampaikan kebijakan ini melalui pernyataan resmi Gedung Putih.
Sikap Pemerintah Amerika Serikat
Pemerintah AS menilai sejumlah organisasi tidak sejalan dengan kepentingan ekonomi dan kedaulatan nasional. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut pertimbangan efisiensi dan manfaat sebagai dasar evaluasi keanggotaan Amerika Serikat dalam organisasi internasional.
Penarikan AS dari Lembaga Internasional Sebelumnya
Sebelumnya, Amerika Serikat juga menarik diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Perjanjian Iklim Paris, serta Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC). Selain itu, Washington menghentikan pendanaan bagi UNRWA, yang selama ini berperan penting dalam bantuan kemanusiaan di kawasan Timur Tengah.
Menurut Al-Desouky, rangkaian kebijakan tersebut turut membentuk persepsi baru terhadap peran global Amerika Serikat. Ia menilai sebagian negara mitra mulai menyesuaikan strategi diplomasi dan kerja sama internasional mereka.
Potensi Perubahan Dinamika Global
Pada akhirnya, Al-Desouky berpandangan bahwa kebijakan AS keluar organisasi internasional dapat mendorong penguatan kerja sama alternatif. Ia menilai organisasi seperti SCO dan BRICS berpotensi memainkan peran lebih besar, seiring meningkatnya kebutuhan negara berkembang akan mitra strategis baru di tengah dinamika global yang berubah.
