Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » “Tambang Galian C Diduga Ancam Pulau Senja dan Tanjung Kartika”

“Tambang Galian C Diduga Ancam Pulau Senja dan Tanjung Kartika”

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
  • visibility 516
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tambang Pulau Senja kembali menuai sorotan publik. Green Institute Sulawesi Tenggara (Sultra) menolak keras aktivitas pertambangan batu gamping di Pulau Senja dan Tanjung Kartika, Konawe Selatan, karena dinilai mengancam ekosistem pesisir dan ruang hidup masyarakat.

Jakarta, 4 Januari 2025 — Green Institute Sulawesi Tenggara (Sultra) menolak keras aktivitas pertambangan batu gamping (galian C) yang diduga dilakukan PT Hoffmen Energi Perkasa (PT HEP) dan PT Ramadhan (PT RMR). Aktivitas tersebut berlangsung di sekitar Pulau Senja dan Tanjung Kartika, Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan.

Green Institute Sultra menilai aktivitas itu sebagai kejahatan lingkungan. Pertambangan tersebut mengancam keberlanjutan pulau kecil pesisir dan ruang hidup masyarakat setempat.

Pulau Senja dan Tanjung Kartika memiliki fungsi ekologis penting. Kawasan ini juga menjadi destinasi wisata dan sumber penghidupan warga. Aktivitas pembukaan lahan dan pengerukan batuan berisiko merusak ekosistem pesisir dan laut. Kerusakan tersebut dapat memicu degradasi lingkungan dan krisis sosial ekonomi.

Industri Ekstraktif Dinilai Abaikan Lingkungan

Pimpinan Green Institute Sultra, Muhammad Rahim, menyatakan kedua perusahaan mengabaikan prinsip perlindungan lingkungan. Ia menilai industri ekstraktif masih memprioritaskan keuntungan semata.

Menurut Rahim, pulau kecil bukan objek eksploitasi bebas. Pulau kecil merupakan ruang hidup yang dilindungi hukum. Setiap aktivitas wajib menghormati daya dukung lingkungan.

Dugaan Pelanggaran Izin dan Kewajiban Negara

Rahim merujuk Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Nomor 13/LHP/XVII/05/2024 tertanggal 20 Mei 2024. Laporan tersebut mencatat PT Hoffmen Energi Perkasa memiliki tiga Izin Usaha Pertambangan (IUP) batuan di Konawe Selatan.

Ketiga izin tersebut mencakup tahap eksplorasi dan operasi produksi. Total luas wilayah izin mencapai ratusan hektare.

Namun, Rahim menyebut PT HEP diduga belum menempatkan jaminan reklamasi dan pascatambang. Perusahaan juga diduga belum memenuhi kewajiban iuran tetap. Selain itu, data pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tidak tercatat dalam sistem pemerintah.

Dugaan pelanggaran serupa juga muncul pada PT Ramadhan. Perusahaan ini mengantongi IUP operasi produksi seluas 11 hektare. Green Institute Sultra menduga PT Ramadhan belum memenuhi kewajiban iuran tetap dan PNBP.

Dorong Proses Pidana dan Uji Izin

Green Institute Sultra menilai pelanggaran tersebut bersifat serius. Organisasi ini menolak penyelesaian administratif semata. Mereka mendorong aparat penegak hukum menempuh proses pidana.

Rahim meminta aparat memeriksa direksi masing-masing perusahaan. Ia juga meminta pemerintah membuka dan menguji izin pertambangan secara transparan. Menurutnya, aktivitas tambang di pulau kecil melanggar prinsip kehati-hatian.

Desak Satgas PKH dan Pemda Bertindak

Green Institute Sultra mendesak Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) segera turun ke lapangan. Mereka meminta satgas menyegel seluruh aktivitas tambang di Pulau Senja dan Tanjung Kartika.

Di tingkat daerah, Green Institute Sultra meminta Bupati Konawe Selatan bertindak tegas. Organisasi ini mendorong evaluasi dan pencopotan Kepala Dinas Lingkungan Hidup setempat.

Soroti Tata Ruang, Jalan Nasional, dan AMDAL

Selain isu lingkungan, Green Institute Sultra menyoroti dugaan pelanggaran tata ruang pulau kecil. Aktivitas tambang juga diduga menggunakan jalan nasional untuk hauling. Kondisi tersebut menimbulkan debu dan merusak infrastruktur.

Perusahaan juga diduga mengabaikan kewajiban AMDAL dan pengelolaan lingkungan hidup.

Aksi dan Laporan Resmi

Green Institute Sultra mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan audit lingkungan menyeluruh. Mereka juga meminta Kementerian ESDM mencabut seluruh izin PT HEP dan PT Ramadhan.

Sebagai tindak lanjut, Green Institute Sultra akan menggelar aksi unjuk rasa. Aksi akan berlangsung di Mabes Polri, KLHK, dan Kementerian ESDM pada pekan depan. Organisasi ini juga akan melaporkan kasus tersebut secara resmi.

Green Institute Sultra menegaskan komitmennya mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka ingin Pulau Senja dan Tanjung Kartika terbebas dari kejahatan lingkungan.

Adrian Moita

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendagri: Pemerintah Kembalikan TKD untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar Senilai Rp10,6 Triliun

    Mendagri: Pemerintah Kembalikan TKD untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar Senilai Rp10,6 Triliun

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 567
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — pengembalian TKD Sumatera menjadi kebijakan strategis pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor. Melalui kebijakan ini, pemerintah mengucurkan kembali dana Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp10,6 triliun kepada Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan persetujuan […]

  • Audiensi LP2D ke Kementerian Sosial bahas pendidikan anak pesisir

    LP2D Audiensi ke Kementerian Sosial, Dorong Perhatian bagi Anak Pesisir dan Masyarakat 3T

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 1.592
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Daerah (LP2D) melakukan audiensi ke Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk membangun sinergi program pemberdayaan masyarakat. Fokus utama kerja sama ini adalah anak-anak pesisir serta wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). LP2D menginisiasi audiensi tersebut melalui jadwal resmi dengan Saifullah Yusuf, tanpa melalui undangan formal. Pihak kementerian menugaskan Tenaga Ahli […]

  • Anggaran BGN Ratusan Triliun Rupiah Bocor, KOGAMTI Minta Pecat Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) Dadan Hindayana

    Anggaran BGN Ratusan Triliun Rupiah Bocor, KOGAMTI Minta Pecat Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) Dadan Hindayana

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 22.846
    • 10Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Dugaan dapur fiktif MBG mencuat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan meningkatkan gizi masyarakat sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi. Namun, temuan di lapangan menunjukkan banyak persoalan serius. Komite Generasi Muda Timur Indonesia (KOGAMTI) menemukan dugaan 12.000 dapur fiktif yang tersebar di berbagai daerah. […]

  • tersangka korupsi ekspor CPO dan POME dikawal Kejaksaan Agung

    Kejagung Tahan 11 Tersangka Korupsi Ekspor CPO dan POME, Negara Berpotensi Rugi Hingga Rp14 Triliun

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 517
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Korupsi ekspor CPO kembali menjadi sorotan publik setelah aparat penegak hukum menahan sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam penyimpangan kebijakan perdagangan sawit. Kasus ini mengancam keuangan negara hingga belasan triliun rupiah dan memperlihatkan rapuhnya pengawasan sektor strategis. Isu korupsi ekspor CPO menjadi penting karena terjadi di tengah upaya pemerintah memperbaiki tata kelola […]

  • Petro Akan Temui Trump di Tengah Isu Ancaman Operasi Militer AS

    Petro Akan Temui Trump di Tengah Isu Ancaman Operasi Militer AS

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 542
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pertemuan Petro Trump kembali menarik perhatian dunia internasional. Presiden Kolombia Gustavo Petro memastikan kunjungannya ke Washington, Amerika Serikat, untuk bertemu Presiden AS Donald Trump. Kedua pemimpin akan menggelar pertemuan di Gedung Putih pada pekan pertama Februari. Melalui pertemuan Petro Trump, kedua negara akan membahas isu keamanan global dan hubungan bilateral. Petro dan […]

  • Petugas KAI Daop 1 melakukan perbaikan rel Bukit Duri di perlintasan JPL 14 Jakarta Selatan

    KAI Daop 1 Benahi Rel Bukit Duri, Pengendara Diminta Gunakan Jalur Alternatif

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – PT KAI Daop 1 Jakarta memperbaiki geometri jalur rel di perlintasan sebidang JPL 14 Jalan Bukit Duri Puteran, Jakarta Selatan. Selama proses perbaikan berlangsung, KAI meminta masyarakat menghindari lokasi untuk sementara guna mengurangi kepadatan lalu lintas. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan perbaikan tersebut menjadi bagian dari program peningkatan keselamatan dan […]

expand_less