Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Bulan Terus Menjauh dari Bumi, Gerhana Matahari Total Terancam Menghilang

Bulan Terus Menjauh dari Bumi, Gerhana Matahari Total Terancam Menghilang

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • visibility 268
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Duasatunews.com) – Bulan terus bergerak menjauhi Bumi setiap tahun. Para ilmuwan mencatat jarak kedua benda langit ini bertambah sekitar 3,8 sentimeter per tahun.

Para peneliti mulai mengukur jarak Bumi dan Bulan sejak misi Apollo pada 1960-an. Astronot memasang reflektor khusus di permukaan Bulan. Ilmuwan kemudian memantulkan sinar laser dari Bumi menuju reflektor tersebut. Dari pantulan itu, mereka menghitung jarak secara akurat melalui Lunar Laser Ranging Experiment.

Hasil pengamatan jangka panjang menunjukkan Bulan selalu menjauh. Interaksi gravitasi antara Bumi dan Bulan mendorong perubahan ini secara alami.

Perubahan jarak tersebut membawa dampak besar dalam jangka panjang. Salah satunya, manusia akan semakin jarang menyaksikan Gerhana Matahari Total.

Seiring waktu, Bulan tampak semakin kecil dari Bumi. Kondisi ini membuat Bulan tidak lagi mampu menutupi Matahari secara sempurna. Padahal, Gerhana Matahari Total terjadi karena ukuran Matahari dan Bulan tampak hampir sama di langit.

Sebagai perbandingan, jarak Matahari ke Bumi mencapai sekitar 400 kali jarak Bulan ke Bumi. Diameter Matahari juga sekitar 400 kali lebih besar dari diameter Bulan. Keselarasan ini menciptakan gerhana total yang bisa diamati saat ini.

Ilmuwan dari NASA, Richard Vondrak, menjelaskan bahwa frekuensi Gerhana Matahari Total akan terus menurun. Ia memperkirakan manusia akan menyaksikan gerhana total terakhir sekitar 600 juta tahun mendatang.

Pada masa awal pembentukannya, Bulan berada jauh lebih dekat ke Bumi. Sekitar 4 miliar tahun lalu, Bulan tampak hingga tiga kali lebih besar dibandingkan sekarang.

Meski manusia belum merasakan dampaknya secara langsung, para ilmuwan terus mempelajari fenomena ini. Perubahan orbit Bulan membantu peneliti memahami evolusi Bumi dan dinamika tata surya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Erupsi Gunung Marapi memuntahkan kolom abu setinggi 1.500 meter

    Erupsi Gunung Marapi, Kolom Abu Capai 1.500 Meter

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 464
    • 0Komentar

    Padang, (duasatunews.com) — Erupsi Gunung Marapi terjadi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Minggu pukul 15.11 WIB. Aktivitas vulkanik tersebut melontarkan kolom abu setinggi sekitar 1.500 meter dari puncak gunung ke arah tenggara. Petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Ilhamdi Saputra, mengatakan kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal […]

  • Pertumbuhan Properti 2026 Dorong Green Building

    Pertumbuhan Properti 2026 Dorong Green Building

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com —Knight Frank Indonesia melihat sektor properti Indonesia memasuki 2026 dengan optimisme yang lebih terukur setelah melalui dinamika pasar sepanjang 2025. Pelaku industri merespons perubahan pola kerja, konsumsi, dan mobilitas masyarakat dengan strategi yang lebih adaptif. Pertumbuhan properti 2026 menunjukkan tren positif seiring perubahan gaya hidup masyarakat urban dan meningkatnya kebutuhan ruang yang berkelanjutan. […]

  • Bupati Tapsel Bongkar 11 Nama Bos Penebang Pohon, Kemenhut Segel Empat Lokasi Ilegal

    Bupati Tapsel Bongkar 11 Nama Bos Penebang Pohon, Kemenhut Segel Empat Lokasi Ilegal

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 663
    • 0Komentar

    TAPANULI SELATAN,Duasatunews.com — Isu pembalakan liar di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan terus menyedot perhatian publik. Bupati Tapanuli Selatan secara terbuka mengungkap sedikitnya 11 nama yang diduga terlibat dalam penebangan pohon ilegal. Sejalan dengan itu, Kementerian Kehutanan mencatat 12 subjek hukum yang terindikasi terlibat dalam aktivitas serupa. Temuan tersebut memperkuat […]

  • Prabowo Sebut Era Jokowi Masa Magangnya di Pemerintahan

    Prabowo Sebut Era Jokowi Masa Magangnya di Pemerintahan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 531
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Presiden Prabowo Subianto menyebut masa jabatannya sebagai Menteri Pertahanan di pemerintahan Presiden Joko Widodo sebagai periode “magang” dan pembelajaran sebelum memimpin Indonesia sebagai presiden. Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri Perayaan Natal Nasional 2025 di Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026). Lima Tahun Menhan Jadi Bekal Kepemimpinan Prabowo mengaku bersyukur karena Jokowi mengajaknya bergabung […]

  • kegiatan Koperasi Merah Putih dalam mendukung ekonomi desa

    Koperasi Merah Putih Target 25.000 Unit dalam Tiga Bulan

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan lebih dari 25.000 unit Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia dalam waktu tiga bulan. Program Koperasi Merah Putih ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mempercepat pemerataan kesejahteraan masyarakat. Dalam acara peletakan batu pertama proyek hilirisasi di Cilacap, Jawa Tengah, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah akan […]

  • Penambangan Ilegal Gunung Botak di Kabupaten Buru Maluku

    KPIT : Penambangan Ilegal Gunung Botak Bukan Sekadar Persoalan Hukum, Tetapi Ancaman Serius terhadap Masa Depan Pulau Buru

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 548
    • 15Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Ketua Komite Pemuda Indonesia Timur (KPIT), Ichi Amahoru, menilai persoalan penambangan emas ilegal di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, telah berkembang menjadi krisis multidimensi yang tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai pelanggaran hukum semata. Menurutnya, aktivitas pertambangan tanpa izin telah berdampak pada kerusakan lingkungan, melemahkan kewibawaan negara, mengancam keselamatan masyarakat, hingga berpotensi […]

expand_less