Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Bulan Terus Menjauh dari Bumi, Gerhana Matahari Total Terancam Menghilang

Bulan Terus Menjauh dari Bumi, Gerhana Matahari Total Terancam Menghilang

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • visibility 162
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Duasatunews.com) – Bulan terus bergerak menjauhi Bumi setiap tahun. Para ilmuwan mencatat jarak kedua benda langit ini bertambah sekitar 3,8 sentimeter per tahun.

Para peneliti mulai mengukur jarak Bumi dan Bulan sejak misi Apollo pada 1960-an. Astronot memasang reflektor khusus di permukaan Bulan. Ilmuwan kemudian memantulkan sinar laser dari Bumi menuju reflektor tersebut. Dari pantulan itu, mereka menghitung jarak secara akurat melalui Lunar Laser Ranging Experiment.

Hasil pengamatan jangka panjang menunjukkan Bulan selalu menjauh. Interaksi gravitasi antara Bumi dan Bulan mendorong perubahan ini secara alami.

Perubahan jarak tersebut membawa dampak besar dalam jangka panjang. Salah satunya, manusia akan semakin jarang menyaksikan Gerhana Matahari Total.

Seiring waktu, Bulan tampak semakin kecil dari Bumi. Kondisi ini membuat Bulan tidak lagi mampu menutupi Matahari secara sempurna. Padahal, Gerhana Matahari Total terjadi karena ukuran Matahari dan Bulan tampak hampir sama di langit.

Sebagai perbandingan, jarak Matahari ke Bumi mencapai sekitar 400 kali jarak Bulan ke Bumi. Diameter Matahari juga sekitar 400 kali lebih besar dari diameter Bulan. Keselarasan ini menciptakan gerhana total yang bisa diamati saat ini.

Ilmuwan dari NASA, Richard Vondrak, menjelaskan bahwa frekuensi Gerhana Matahari Total akan terus menurun. Ia memperkirakan manusia akan menyaksikan gerhana total terakhir sekitar 600 juta tahun mendatang.

Pada masa awal pembentukannya, Bulan berada jauh lebih dekat ke Bumi. Sekitar 4 miliar tahun lalu, Bulan tampak hingga tiga kali lebih besar dibandingkan sekarang.

Meski manusia belum merasakan dampaknya secara langsung, para ilmuwan terus mempelajari fenomena ini. Perubahan orbit Bulan membantu peneliti memahami evolusi Bumi dan dinamika tata surya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo dikawal F-16 Yordania saat memasuki wilayah udara Amman

    Prabowo Dikawal F-16 Yordania, Ucapkan Ramadhan Mubarak

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 155
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Prabowo dikawal F-16 Yordania saat pesawat kepresidenan memasuki wilayah udara Kerajaan Yordania Hasyimiah, Selasa (24/2) malam. Dari dalam pesawat, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengucapkan “Ramadhan Mubarak” kepada pilot jet tempur Yordania melalui komunikasi udara. Dua pesawat tempur F-16 Angkatan Udara Yordania mengawal pesawat kepresidenan dari sisi kanan dan kiri. Jet tempur […]

  • perdagangan karbon Indonesia terhambat akibat regulasi lemah dan birokrasi

    Regulasi Lemah Hambat Perdagangan Karbon Indonesia

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)-Indonesia memiliki peluang besar dalam perdagangan karbon Indonesia untuk mengendalikan pasar global berkat luasnya hutan tropis yang dimiliki. Namun, pemerintah belum memaksimalkan potensi ekonomi dari sektor ini. Pakar kehutanan dari Universitas Palangka Raya, Aswin Usup, menilai negara-negara industri masih mendominasi sistem perdagangan karbon. Padahal, negara-negara tersebut tidak lagi memiliki hutan seluas Indonesia. Aswin menegaskan bahwa […]

  • negara dengan bahasa terbanyak di dunia Papua Nugini dan Indonesia

    Negara dengan Bahasa Terbanyak di Dunia: Indonesia Kedua

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 294
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah bahasa terbesar kedua di dunia. Negara kepulauan ini memiliki 721 bahasa yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Nusantara dan digunakan oleh ratusan kelompok etnis dengan latar budaya yang beragam. Di posisi teratas, Papua Nugini memimpin daftar negara dengan bahasa terbanyak di dunia dengan 841 bahasa. […]

  • tolak usulan IMF pajak oleh Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

    Menkeu Purbaya Tolak Kenaikan Pajak: Daya Beli Bisa Tertekan

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 286
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com Tolak usulan IMF pajak menjadi sikap pemerintah dalam merespons rekomendasi internasional terkait rencana kenaikan tarif Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi, khususnya bagi karyawan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan tersebut berpotensi menekan daya beli masyarakat dan memperlambat pemulihan ekonomi nasional. Purbaya menyampaikan pandangan itu usai rapat konsultasi bersama pimpinan Komisi DPR RI […]

  • PDRB Kalimantan Tengah 2024 ditopang sektor perkebunan kelapa sawit

    PDRB Kalteng 2024 Capai Rp222,86 Triliun, Tiga Sektor Jadi Penopang Utama

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 360
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — PDRB Kalimantan Tengah 2024 mencerminkan kinerja ekonomi daerah yang stabil sepanjang tahun. Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah melaporkan nilai Produk Domestik Regional Bruto provinsi ini mencapai Rp222,86 triliun, di tengah dinamika ekonomi nasional dan global. BPS menjelaskan bahwa struktur ekonomi Kalimantan Tengah bertumpu pada tiga sektor utama, yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan […]

  • lingkungan belajar aman melalui penguatan pendidikan karakter

    Komisi X DPR Tekankan Pembinaan Karakter untuk Ciptakan Lingkungan Pendidikan Aman

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 344
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan perlunya penguatan pendidikan karakter untuk mencegah maraknya kekerasan di lingkungan pendidikan. Ia menyatakan bahwa dunia pendidikan tidak boleh hanya mengejar prestasi akademik. Sekolah harus menanamkan nilai moral, etika, empati, dan sikap saling menghormati sejak dini. Menurutnya, nilai-nilai tersebut membentuk kepribadian peserta didik […]

expand_less