Bulan Terus Menjauh dari Bumi, Gerhana Matahari Total Terancam Menghilang
- account_circle Rahman
- calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
- visibility 85
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Bulan terbit menjelang fenomena supermoon Wolf Moon saat sebuah pesawat penumpang British Airways melintas di langit London, Inggris.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Duasatunews.com) – Bulan terus bergerak menjauhi Bumi setiap tahun. Para ilmuwan mencatat jarak kedua benda langit ini bertambah sekitar 3,8 sentimeter per tahun.
Para peneliti mulai mengukur jarak Bumi dan Bulan sejak misi Apollo pada 1960-an. Astronot memasang reflektor khusus di permukaan Bulan. Ilmuwan kemudian memantulkan sinar laser dari Bumi menuju reflektor tersebut. Dari pantulan itu, mereka menghitung jarak secara akurat melalui Lunar Laser Ranging Experiment.
Hasil pengamatan jangka panjang menunjukkan Bulan selalu menjauh. Interaksi gravitasi antara Bumi dan Bulan mendorong perubahan ini secara alami.
Perubahan jarak tersebut membawa dampak besar dalam jangka panjang. Salah satunya, manusia akan semakin jarang menyaksikan Gerhana Matahari Total.
Seiring waktu, Bulan tampak semakin kecil dari Bumi. Kondisi ini membuat Bulan tidak lagi mampu menutupi Matahari secara sempurna. Padahal, Gerhana Matahari Total terjadi karena ukuran Matahari dan Bulan tampak hampir sama di langit.
Sebagai perbandingan, jarak Matahari ke Bumi mencapai sekitar 400 kali jarak Bulan ke Bumi. Diameter Matahari juga sekitar 400 kali lebih besar dari diameter Bulan. Keselarasan ini menciptakan gerhana total yang bisa diamati saat ini.
Ilmuwan dari NASA, Richard Vondrak, menjelaskan bahwa frekuensi Gerhana Matahari Total akan terus menurun. Ia memperkirakan manusia akan menyaksikan gerhana total terakhir sekitar 600 juta tahun mendatang.
Pada masa awal pembentukannya, Bulan berada jauh lebih dekat ke Bumi. Sekitar 4 miliar tahun lalu, Bulan tampak hingga tiga kali lebih besar dibandingkan sekarang.
Meski manusia belum merasakan dampaknya secara langsung, para ilmuwan terus mempelajari fenomena ini. Perubahan orbit Bulan membantu peneliti memahami evolusi Bumi dan dinamika tata surya.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: duasatunews.com

Saat ini belum ada komentar