Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Ketika Pendidikan Hanya Mengejar Angka, Bukan Manusia

Ketika Pendidikan Hanya Mengejar Angka, Bukan Manusia

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • visibility 196
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com – Pendidikan hanya mengejar angka sebagai wajah sistem pendidikan berorientasi nilai kini semakin dominan, ketika sekolah dan kampus sibuk mengejar skor, peringkat, serta target administratif, sementara pembentukan manusia tersingkir dari tujuan utama pendidikan.

Pendidikan terlihat bergerak cepat, tetapi arahnya kabur. Sekolah mengejar target kelulusan, kampus menumpuk laporan, dan ruang kelas dipenuhi angka. Nilai, akreditasi, serta peringkat menguasai perhatian. Dalam situasi seperti ini, pendidikan sering melupakan perannya sebagai ruang pembentukan karakter, nalar kritis, dan empati sosial.

Sejak usia dini, sistem pendidikan mendorong anak mengejar nilai tinggi. Banyak sekolah mengukur keberhasilan dari hasil ujian, bukan dari proses belajar. Guru menyesuaikan metode mengajar demi memenuhi indikator evaluasi. Orang tua pun ikut cemas ketika anak tidak memenuhi standar angka yang berlaku. Akibatnya, belajar bergeser menjadi rutinitas menghafal dan menjawab soal, bukan proses memahami dan bertumbuh.

Pendidikan Hanya Mengejar Angka di Ruang Kelas

Kondisi pendidikan hanya mengejar angka ini tidak muncul secara tiba-tiba. Sistem pendidikan berorientasi nilai membentuk pola pikir yang menempatkan skor sebagai ukuran utama keberhasilan. Nilai tinggi dianggap prestasi, sementara kegagalan dipersempit menjadi angka rendah.

Padahal, proses belajar mencakup kesalahan, pencarian, dan keberanian mencoba. Banyak siswa mencatat prestasi akademik, tetapi ragu menyampaikan pendapat. Sebagian lulusan memegang ijazah, namun kesulitan menghadapi persoalan nyata. Tidak sedikit mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi minim empati dan daya kritis. Sistem mencatat capaian, tetapi gagal membentuk kepekaan.

Sistem Pendidikan Berorientasi Nilai dan Krisis Kemanusiaan

Pendidikan juga kerap mengabaikan keragaman potensi. Anak yang unggul dalam kreativitas, kepemimpinan, atau keterampilan praktis sering tersisih karena tidak sesuai dengan ukuran seragam. Sistem penilaian menutup ruang bagi kecerdasan yang tidak mudah diterjemahkan ke dalam angka.

Guru dan dosen memahami persoalan ini, tetapi sistem membatasi ruang gerak mereka. Administrasi menyita waktu yang seharusnya mereka gunakan untuk mendampingi peserta didik. Laporan dan indikator kinerja sering mengalahkan kebutuhan pedagogis. Di kampus, mahasiswa memilih jalur aman demi IPK, bukan jalur kritis demi pemahaman. Diskusi kehilangan daya dorong intelektual, sementara penelitian berubah menjadi kewajiban administratif.

Ketika Angka Menggeser Makna Pendidikan

Dampak dari kondisi ini terlihat jelas dalam kehidupan sosial. Kita menyaksikan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi rapuh secara etika. Kita menjumpai individu berpendidikan tinggi, namun miskin empati dan toleransi. Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan konsekuensi dari sistem yang terlalu lama mengagungkan angka.

Bangsa ini tidak hanya membutuhkan manusia yang pintar, tetapi juga manusia yang adil, kritis, dan peduli. Tanpa dimensi kemanusiaan, pendidikan hanya akan melahirkan kemajuan semu.

Mengembalikan Pendidikan dari Angka ke Manusia

Pendidikan perlu kembali menempatkan manusia sebagai pusat proses belajar. Nilai tetap berperan penting, tetapi harus berfungsi sebagai alat evaluasi, bukan tujuan utama. Sekolah dan kampus perlu membuka ruang dialog, berpikir kritis, kolaborasi, serta pembelajaran kontekstual.

Orang tua perlu memandang keberhasilan anak secara lebih utuh. Pendidik membutuhkan kepercayaan untuk mendidik, bukan sekadar memenuhi target administratif. Negara harus berani mengevaluasi pendidikan dengan ukuran yang lebih manusiawi.

Pada akhirnya, pendidikan bukan soal siapa yang memperoleh angka tertinggi. Pendidikan menyangkut manusia seperti apa yang lahir dari proses belajar itu. Jika pendidikan terus mengejar angka, kemajuan hanya tampak di atas kertas. Namun ketika pendidikan memihak manusia, masa depan akan tumbuh dengan makna.

Oleh: Ocit

Adrian Moita

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Antam Hari Ini Turun Tipis Jadi Rp2,916 Juta perGram

    Harga Emas Antam Hari Ini Turun Tipis Jadi Rp2,916 Juta perGram

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Harga emas Antam hari ini turun tipis pada perdagangan Selasa. Data dari laman resmi Logam Mulia mencatat harga emas batangan sebesar Rp2.916.000 per gram. Sehari sebelumnya, harga emas berada di level Rp2.917.000 per gram. Penurunan harga ini relatif kecil dan belum mengubah arah pergerakan harga emas dalam jangka pendek. Harga Buyback Emas […]

  • Arahan Prabowo di Rapim TNI–Polri 2026 di Istana Merdeka

    Teddy Indra Wijaya Ungkap Delapan Arahan Prabowo dalam Rapim TNI–Polri 2026

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 185
    • 1Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Arahan Prabowo Rapim TNI menjadi perhatian utama dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI–Polri 2026 yang berlangsung di Istana Merdeka, Senin (9/2/2026). Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya soliditas aparat keamanan. Selain itu, Presiden meminta TNI dan Polri menjaga stabilitas nasional sambil mendukung agenda pembangunan pemerintah. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden menyampaikan […]

  • AS Tangkap Kapal Tanker Berbendera Rusia, Libatkan Minyak Venezuela

    AS Tangkap Kapal Tanker Berbendera Rusia, Libatkan Minyak Venezuela

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – AS sita tanker di Samudra Atlantik dan Laut Karibia pada Rabu (7/1/2026). Langkah ini meningkatkan ketegangan geopolitik setelah Rusia mengecam keras tindakan Amerika Serikat yang mereka nilai melanggar hukum maritim internasional. Perkembangan ini memperpanjang daftar konflik dalam Ketegangan Geopolitik Global, terutama di sektor energi. Sejumlah analis energi internasional menilai kebijakan Washington berpotensi […]

  • Pertumbuhan Properti 2026 Dorong Green Building

    Pertumbuhan Properti 2026 Dorong Green Building

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com —Knight Frank Indonesia melihat sektor properti Indonesia memasuki 2026 dengan optimisme yang lebih terukur setelah melalui dinamika pasar sepanjang 2025. Pelaku industri merespons perubahan pola kerja, konsumsi, dan mobilitas masyarakat dengan strategi yang lebih adaptif. Pertumbuhan properti 2026 menunjukkan tren positif seiring perubahan gaya hidup masyarakat urban dan meningkatnya kebutuhan ruang yang berkelanjutan. […]

  • Prabowo disambut anak Indonesia di Seoul saat kunjungan kenegaraan

    Prabowo Disambut Seoul oleh Anak Indonesia

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Prabowo disambut Seoul oleh anak-anak Indonesia saat tiba dalam kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan. Selain itu, momen ini menunjukkan kedekatan Presiden dengan diaspora Indonesia di luar negeri. Presiden RI, Prabowo Subianto, tiba di Seoul pada Selasa (31/3) malam. Setibanya di lokasi, anak-anak diaspora Indonesia langsung menyambutnya di lobi hotel. Mereka kemudian menunjukkan […]

  • Tepergok Curi 16 Potong pakaian, Wanita Lansia Nyaris Diamuk Pedagang di Pasar Tanah Abang

    Tepergok Curi 16 Potong pakaian, Wanita Lansia Nyaris Diamuk Pedagang di Pasar Tanah Abang

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Jakarta — Peristiwa dugaan pencurian yang melibatkan seorang perempuan lanjut usia di Pasar Tanah Abang menarik perhatian publik. Kasus ini hampir berujung kekerasan massa dan memunculkan dua persoalan hukum sekaligus. Di satu sisi, publik menyoroti dugaan pengambilan pakaian tanpa izin pemilik. Di sisi lain, rekaman video juga memperlihatkan tindakan kekerasan oleh sejumlah orang di lokasi […]

expand_less