Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Ketika Pendidikan Hanya Mengejar Angka, Bukan Manusia

Ketika Pendidikan Hanya Mengejar Angka, Bukan Manusia

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • visibility 431
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com – Pendidikan hanya mengejar angka sebagai wajah sistem pendidikan berorientasi nilai kini semakin dominan, ketika sekolah dan kampus sibuk mengejar skor, peringkat, serta target administratif, sementara pembentukan manusia tersingkir dari tujuan utama pendidikan.

Pendidikan terlihat bergerak cepat, tetapi arahnya kabur. Sekolah mengejar target kelulusan, kampus menumpuk laporan, dan ruang kelas dipenuhi angka. Nilai, akreditasi, serta peringkat menguasai perhatian. Dalam situasi seperti ini, pendidikan sering melupakan perannya sebagai ruang pembentukan karakter, nalar kritis, dan empati sosial.

Sejak usia dini, sistem pendidikan mendorong anak mengejar nilai tinggi. Banyak sekolah mengukur keberhasilan dari hasil ujian, bukan dari proses belajar. Guru menyesuaikan metode mengajar demi memenuhi indikator evaluasi. Orang tua pun ikut cemas ketika anak tidak memenuhi standar angka yang berlaku. Akibatnya, belajar bergeser menjadi rutinitas menghafal dan menjawab soal, bukan proses memahami dan bertumbuh.

Pendidikan Hanya Mengejar Angka di Ruang Kelas

Kondisi pendidikan hanya mengejar angka ini tidak muncul secara tiba-tiba. Sistem pendidikan berorientasi nilai membentuk pola pikir yang menempatkan skor sebagai ukuran utama keberhasilan. Nilai tinggi dianggap prestasi, sementara kegagalan dipersempit menjadi angka rendah.

Padahal, proses belajar mencakup kesalahan, pencarian, dan keberanian mencoba. Banyak siswa mencatat prestasi akademik, tetapi ragu menyampaikan pendapat. Sebagian lulusan memegang ijazah, namun kesulitan menghadapi persoalan nyata. Tidak sedikit mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi minim empati dan daya kritis. Sistem mencatat capaian, tetapi gagal membentuk kepekaan.

Sistem Pendidikan Berorientasi Nilai dan Krisis Kemanusiaan

Pendidikan juga kerap mengabaikan keragaman potensi. Anak yang unggul dalam kreativitas, kepemimpinan, atau keterampilan praktis sering tersisih karena tidak sesuai dengan ukuran seragam. Sistem penilaian menutup ruang bagi kecerdasan yang tidak mudah diterjemahkan ke dalam angka.

Guru dan dosen memahami persoalan ini, tetapi sistem membatasi ruang gerak mereka. Administrasi menyita waktu yang seharusnya mereka gunakan untuk mendampingi peserta didik. Laporan dan indikator kinerja sering mengalahkan kebutuhan pedagogis. Di kampus, mahasiswa memilih jalur aman demi IPK, bukan jalur kritis demi pemahaman. Diskusi kehilangan daya dorong intelektual, sementara penelitian berubah menjadi kewajiban administratif.

Ketika Angka Menggeser Makna Pendidikan

Dampak dari kondisi ini terlihat jelas dalam kehidupan sosial. Kita menyaksikan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi rapuh secara etika. Kita menjumpai individu berpendidikan tinggi, namun miskin empati dan toleransi. Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan konsekuensi dari sistem yang terlalu lama mengagungkan angka.

Bangsa ini tidak hanya membutuhkan manusia yang pintar, tetapi juga manusia yang adil, kritis, dan peduli. Tanpa dimensi kemanusiaan, pendidikan hanya akan melahirkan kemajuan semu.

Mengembalikan Pendidikan dari Angka ke Manusia

Pendidikan perlu kembali menempatkan manusia sebagai pusat proses belajar. Nilai tetap berperan penting, tetapi harus berfungsi sebagai alat evaluasi, bukan tujuan utama. Sekolah dan kampus perlu membuka ruang dialog, berpikir kritis, kolaborasi, serta pembelajaran kontekstual.

Orang tua perlu memandang keberhasilan anak secara lebih utuh. Pendidik membutuhkan kepercayaan untuk mendidik, bukan sekadar memenuhi target administratif. Negara harus berani mengevaluasi pendidikan dengan ukuran yang lebih manusiawi.

Pada akhirnya, pendidikan bukan soal siapa yang memperoleh angka tertinggi. Pendidikan menyangkut manusia seperti apa yang lahir dari proses belajar itu. Jika pendidikan terus mengejar angka, kemajuan hanya tampak di atas kertas. Namun ketika pendidikan memihak manusia, masa depan akan tumbuh dengan makna.

Oleh: Ocit

Adrian Moita

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konsorsium Pemuda Konawe Utara Soroti Dugaan Mafia Tambang dan Manipulasi PPM PT. Bumi Pertambangan Indonesia (PBI)

    Konsorsium Pemuda Konawe Utara Soroti Dugaan Mafia Tambang dan Manipulasi PPM PT. Bumi Pertambangan Indonesia (PBI)

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Gelombang desakan terhadap penegakan hukum di sektor pertambangan kembali mencuat. Konsorsium Pemuda dan Mahasiswa Sulawesi Tenggara bersama Lingkar Studi Mahasiswa Hukum Indonesia (LSM-HI) menggelar aksi pada Kamis, 4 Juni 2026, di Mabes Polri dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Gerakan ini disebut sebagai bentuk kepedulian mahasiswa dan pemuda terhadap dugaan praktik ilegal di […]

  • Hunian Sementara Korban Banjir Bandang Karang Baru

    Hunian Sementara Korban Banjir Bandang Karang Baru

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com –  Pemerintah daerah menempatkan warga terdampak ke hunian sementara korban banjir bandang Karang Baru sebagai bagian dari pemulihan pascabencana. Sebanyak 600 unit hunian sementara tersedia untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal. Proses penempatan warga berlangsung secara bertahap. Petugas lapangan memprioritaskan keluarga yang rumahnya rusak berat atau hanyut akibat banjir bandang. Langkah ini […]

  • “ASDP Danau Toba perkuat penyeberangan wisata menuju Pulau Samosir saat libur panjang”

    ASDP Perkuat Penyeberangan Danau Toba Saat Libur Panjang, Wisatawan ke Samosir Meningkat

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat layanan penyeberangan di lintasan Ajibata–Ambarita, Danau Toba, Sumatera Utara, selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo mengatakan lintasan Ajibata–Ambarita menjadi jalur penting menuju Pulau Samosir. Jalur tersebut juga memberi pengalaman wisata sejak awal perjalanan. “Lintasan ini […]

  • serangan drone RAF Siprus di pangkalan militer Inggris Akrotiri

    Serangan Drone RAF Siprus oleh Iran Picu Ketegangan Global

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 270
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Serangan drone menargetkan markas Angkatan Udara Inggris di Siprus pada Senin (2/3/2026). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Akibatnya, ketegangan di kawasan langsung meningkat. Presiden Siprus, Nikos Christodoulides, segera memberi pernyataan resmi. Tak lama kemudian, ia memastikan aparat keamanan nasional bersiaga penuh. Selain itu, ia menegaskan bahwa Siprus tidak ikut […]

  • GARPEM Sultra Desak Pencopotan Kepala KUPP Wilayah Kerja Langara

    GARPEM Sultra Desak Pencopotan Kepala KUPP Wilayah Kerja Langara

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 138
    • 0Komentar

    ‎Kendari, (duasatunews.com) — Garda Pemuda Sulawesi Tenggara (GARPEM Sultra) mendesak Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI untuk segera melakukan evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap Kepala KUPP Wilayah Kerja Langara. Desakan tersebut disampaikan Ketua GARPEM Sultra, Aksan Setiawan, menyusul adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan, konflik kepentingan, serta dugaan keterlibatan dalam kegiatan usaha Perusahaan Bongkar Muat (PBM) […]

  • Dugaan Skandal Ore Nikel Sitaan Satgas PKH, LP2LP Sultra Minta Bareskrim Periksa TFA dan Usut Dugaan Keterlibatan Ketua Fraksi Partai

    Dugaan Skandal Ore Nikel Sitaan Satgas PKH, LP2LP Sultra Minta Bareskrim Periksa TFA dan Usut Dugaan Keterlibatan Ketua Fraksi Partai

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 183
    • 1Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Kamis 2 Juli 2026 Lingkar Pemuda Pemerhati Lingkungan dan Pertambangan Sulawesi Tenggara (LP2LP Sultra) mendesak Bareskrim Polri untuk segera memanggil dan memeriksa TFA selaku pemilik (beneficial owner) PT Tristaco Mineral Makmur (PT TMM). Selain itu, LP2LP Sultra juga meminta penyidik mendalami dugaan keterlibatan seorang ketua fraksi partai di Sulawesi Tenggara yang menurut […]

expand_less