Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Ketika Pendidikan Hanya Mengejar Angka, Bukan Manusia

Ketika Pendidikan Hanya Mengejar Angka, Bukan Manusia

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • visibility 359
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com – Pendidikan hanya mengejar angka sebagai wajah sistem pendidikan berorientasi nilai kini semakin dominan, ketika sekolah dan kampus sibuk mengejar skor, peringkat, serta target administratif, sementara pembentukan manusia tersingkir dari tujuan utama pendidikan.

Pendidikan terlihat bergerak cepat, tetapi arahnya kabur. Sekolah mengejar target kelulusan, kampus menumpuk laporan, dan ruang kelas dipenuhi angka. Nilai, akreditasi, serta peringkat menguasai perhatian. Dalam situasi seperti ini, pendidikan sering melupakan perannya sebagai ruang pembentukan karakter, nalar kritis, dan empati sosial.

Sejak usia dini, sistem pendidikan mendorong anak mengejar nilai tinggi. Banyak sekolah mengukur keberhasilan dari hasil ujian, bukan dari proses belajar. Guru menyesuaikan metode mengajar demi memenuhi indikator evaluasi. Orang tua pun ikut cemas ketika anak tidak memenuhi standar angka yang berlaku. Akibatnya, belajar bergeser menjadi rutinitas menghafal dan menjawab soal, bukan proses memahami dan bertumbuh.

Pendidikan Hanya Mengejar Angka di Ruang Kelas

Kondisi pendidikan hanya mengejar angka ini tidak muncul secara tiba-tiba. Sistem pendidikan berorientasi nilai membentuk pola pikir yang menempatkan skor sebagai ukuran utama keberhasilan. Nilai tinggi dianggap prestasi, sementara kegagalan dipersempit menjadi angka rendah.

Padahal, proses belajar mencakup kesalahan, pencarian, dan keberanian mencoba. Banyak siswa mencatat prestasi akademik, tetapi ragu menyampaikan pendapat. Sebagian lulusan memegang ijazah, namun kesulitan menghadapi persoalan nyata. Tidak sedikit mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi minim empati dan daya kritis. Sistem mencatat capaian, tetapi gagal membentuk kepekaan.

Sistem Pendidikan Berorientasi Nilai dan Krisis Kemanusiaan

Pendidikan juga kerap mengabaikan keragaman potensi. Anak yang unggul dalam kreativitas, kepemimpinan, atau keterampilan praktis sering tersisih karena tidak sesuai dengan ukuran seragam. Sistem penilaian menutup ruang bagi kecerdasan yang tidak mudah diterjemahkan ke dalam angka.

Guru dan dosen memahami persoalan ini, tetapi sistem membatasi ruang gerak mereka. Administrasi menyita waktu yang seharusnya mereka gunakan untuk mendampingi peserta didik. Laporan dan indikator kinerja sering mengalahkan kebutuhan pedagogis. Di kampus, mahasiswa memilih jalur aman demi IPK, bukan jalur kritis demi pemahaman. Diskusi kehilangan daya dorong intelektual, sementara penelitian berubah menjadi kewajiban administratif.

Ketika Angka Menggeser Makna Pendidikan

Dampak dari kondisi ini terlihat jelas dalam kehidupan sosial. Kita menyaksikan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi rapuh secara etika. Kita menjumpai individu berpendidikan tinggi, namun miskin empati dan toleransi. Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan konsekuensi dari sistem yang terlalu lama mengagungkan angka.

Bangsa ini tidak hanya membutuhkan manusia yang pintar, tetapi juga manusia yang adil, kritis, dan peduli. Tanpa dimensi kemanusiaan, pendidikan hanya akan melahirkan kemajuan semu.

Mengembalikan Pendidikan dari Angka ke Manusia

Pendidikan perlu kembali menempatkan manusia sebagai pusat proses belajar. Nilai tetap berperan penting, tetapi harus berfungsi sebagai alat evaluasi, bukan tujuan utama. Sekolah dan kampus perlu membuka ruang dialog, berpikir kritis, kolaborasi, serta pembelajaran kontekstual.

Orang tua perlu memandang keberhasilan anak secara lebih utuh. Pendidik membutuhkan kepercayaan untuk mendidik, bukan sekadar memenuhi target administratif. Negara harus berani mengevaluasi pendidikan dengan ukuran yang lebih manusiawi.

Pada akhirnya, pendidikan bukan soal siapa yang memperoleh angka tertinggi. Pendidikan menyangkut manusia seperti apa yang lahir dari proses belajar itu. Jika pendidikan terus mengejar angka, kemajuan hanya tampak di atas kertas. Namun ketika pendidikan memihak manusia, masa depan akan tumbuh dengan makna.

Oleh: Ocit

Adrian Moita

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa mengambil makanan program MBG dari SPPG di Cilegon setelah kasus dugaan keracunan makanan

    SPPG Cilegon Ditutup Usai 49 Siswa Alami Gejala Keracunan MBG

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Kasus SPPG Cilegon keracunan MBG menarik perhatian publik. Oleh karena itu, Badan Gizi Nasional (BGN) segera menghentikan operasional dapur terkait. Langkah ini bertujuan mencegah risiko lanjutan sekaligus menjaga keamanan pangan. Kronologi SPPG Cilegon Keracunan MBG Sebanyak 49 siswa MTs Al Inayah di Kota Cilegon mengalami mual dan pusing setelah menyantap makanan MBG. Peristiwa ini terjadi […]

  • Peredaran rokok ilegal Indonesia dan pengawasan Bea Cukai terhadap rokok tanpa cukai

    Rokok Ilegal Membayangi Industri Tembakau, Selisih Produksi dan Konsumsi Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Peredaran rokok ilegal di Indonesia terus meningkat di tengah kenaikan harga rokok legal akibat cukai. Kondisi itu memunculkan dugaan kuat bahwa pasar rokok tanpa cukai masih tumbuh dan sulit dikendalikan. Data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatat produksi rokok nasional pada 2024 mencapai sekitar 244 miliar batang. Angka tersebut turun 5,52 persen dibanding tahun […]

  • AS Dikabarkan Minati Greenland, Gedung Putih Tegaskan Hormati Kedaulatan Washington

    AS Dikabarkan Minati Greenland, Gedung Putih Tegaskan Hormati Kedaulatan Washington

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Ketertarikan Amerika Serikat terhadap Greenland kembali menjadi perhatian internasional setelah sejumlah media global menyoroti pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pemerintah Amerika Serikat menegaskan isu tersebut masih berada dalam ranah diplomasi dan belum berubah menjadi kebijakan resmi negara. Donald Trump sebelumnya menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya Greenland bagi kepentingan strategis dan ekonomi Amerika […]

  • Banjir Duri Kosambi merendam permukiman warga Jakarta Barat

    Banjir Hampir Semeter Rendam Permukiman Warga Duri Kosambi, Jakbar

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 456
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Banjir Duri Kosambi kembali merendam permukiman warga di Jalan Pulo Indah Raya, RT 10/RW 08, Duri Kosambi, Jakarta Barat, pada Jumat. Hujan dengan intensitas tinggi sejak pagi hari memicu genangan air yang masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian sekitar 60 hingga 80 sentimeter. Genangan air menutup akses jalan utama di kawasan permukiman […]

  • Menteri PU meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Dharmasraya di Sumatera Barat

    Menteri PU Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya, Target Rampung Juni 2026

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 195
    • 1Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia Dody Hanggodo meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat (SR) tahap II di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Rabu. Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu prioritas Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem di berbagai daerah. Sekolah Rakyat Dharmasraya Capai Progres Sembilan Persen Dody mengatakan […]

  • Pelantikan Deputi KPK di Gedung Juang Jakarta tahun 2026

    KPK Dampingi Direksi Asing Garuda Indonesia Isi LHKPN pada April 2026

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 234
    • 1Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Pelantikan Deputi KPK menjadi momen penting untuk memperkuat kinerja lembaga antirasuah di Indonesia. Acara ini berlangsung di Gedung Juang KPK, Jakarta. Selain itu, pimpinan dan Dewan Pengawas KPK turut menghadiri kegiatan tersebut. Ketua KPK Setyo Budiyanto hadir bersama Wakil Ketua Ibnu Basuki Widodo dan anggota Dewan Pengawas Benny Jozua Mamoto. Mereka mengikuti […]

expand_less