Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Ketika Pendidikan Hanya Mengejar Angka, Bukan Manusia

Ketika Pendidikan Hanya Mengejar Angka, Bukan Manusia

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • visibility 280
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com – Pendidikan hanya mengejar angka sebagai wajah sistem pendidikan berorientasi nilai kini semakin dominan, ketika sekolah dan kampus sibuk mengejar skor, peringkat, serta target administratif, sementara pembentukan manusia tersingkir dari tujuan utama pendidikan.

Pendidikan terlihat bergerak cepat, tetapi arahnya kabur. Sekolah mengejar target kelulusan, kampus menumpuk laporan, dan ruang kelas dipenuhi angka. Nilai, akreditasi, serta peringkat menguasai perhatian. Dalam situasi seperti ini, pendidikan sering melupakan perannya sebagai ruang pembentukan karakter, nalar kritis, dan empati sosial.

Sejak usia dini, sistem pendidikan mendorong anak mengejar nilai tinggi. Banyak sekolah mengukur keberhasilan dari hasil ujian, bukan dari proses belajar. Guru menyesuaikan metode mengajar demi memenuhi indikator evaluasi. Orang tua pun ikut cemas ketika anak tidak memenuhi standar angka yang berlaku. Akibatnya, belajar bergeser menjadi rutinitas menghafal dan menjawab soal, bukan proses memahami dan bertumbuh.

Pendidikan Hanya Mengejar Angka di Ruang Kelas

Kondisi pendidikan hanya mengejar angka ini tidak muncul secara tiba-tiba. Sistem pendidikan berorientasi nilai membentuk pola pikir yang menempatkan skor sebagai ukuran utama keberhasilan. Nilai tinggi dianggap prestasi, sementara kegagalan dipersempit menjadi angka rendah.

Padahal, proses belajar mencakup kesalahan, pencarian, dan keberanian mencoba. Banyak siswa mencatat prestasi akademik, tetapi ragu menyampaikan pendapat. Sebagian lulusan memegang ijazah, namun kesulitan menghadapi persoalan nyata. Tidak sedikit mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi minim empati dan daya kritis. Sistem mencatat capaian, tetapi gagal membentuk kepekaan.

Sistem Pendidikan Berorientasi Nilai dan Krisis Kemanusiaan

Pendidikan juga kerap mengabaikan keragaman potensi. Anak yang unggul dalam kreativitas, kepemimpinan, atau keterampilan praktis sering tersisih karena tidak sesuai dengan ukuran seragam. Sistem penilaian menutup ruang bagi kecerdasan yang tidak mudah diterjemahkan ke dalam angka.

Guru dan dosen memahami persoalan ini, tetapi sistem membatasi ruang gerak mereka. Administrasi menyita waktu yang seharusnya mereka gunakan untuk mendampingi peserta didik. Laporan dan indikator kinerja sering mengalahkan kebutuhan pedagogis. Di kampus, mahasiswa memilih jalur aman demi IPK, bukan jalur kritis demi pemahaman. Diskusi kehilangan daya dorong intelektual, sementara penelitian berubah menjadi kewajiban administratif.

Ketika Angka Menggeser Makna Pendidikan

Dampak dari kondisi ini terlihat jelas dalam kehidupan sosial. Kita menyaksikan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi rapuh secara etika. Kita menjumpai individu berpendidikan tinggi, namun miskin empati dan toleransi. Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan konsekuensi dari sistem yang terlalu lama mengagungkan angka.

Bangsa ini tidak hanya membutuhkan manusia yang pintar, tetapi juga manusia yang adil, kritis, dan peduli. Tanpa dimensi kemanusiaan, pendidikan hanya akan melahirkan kemajuan semu.

Mengembalikan Pendidikan dari Angka ke Manusia

Pendidikan perlu kembali menempatkan manusia sebagai pusat proses belajar. Nilai tetap berperan penting, tetapi harus berfungsi sebagai alat evaluasi, bukan tujuan utama. Sekolah dan kampus perlu membuka ruang dialog, berpikir kritis, kolaborasi, serta pembelajaran kontekstual.

Orang tua perlu memandang keberhasilan anak secara lebih utuh. Pendidik membutuhkan kepercayaan untuk mendidik, bukan sekadar memenuhi target administratif. Negara harus berani mengevaluasi pendidikan dengan ukuran yang lebih manusiawi.

Pada akhirnya, pendidikan bukan soal siapa yang memperoleh angka tertinggi. Pendidikan menyangkut manusia seperti apa yang lahir dari proses belajar itu. Jika pendidikan terus mengejar angka, kemajuan hanya tampak di atas kertas. Namun ketika pendidikan memihak manusia, masa depan akan tumbuh dengan makna.

Oleh: Ocit

Adrian Moita

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Pemerintah pusat menggelar rapat koordinasi pemulihan keamanan Wamena bersama pemerintah daerah dan tokoh masyarakat Papua Pegunungan”

    Pemerintah Pusat Fokus Pulihkan Keamanan dan Kehidupan Warga di Wamena

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)– Pemerintah pusat mempercepat langkah pemulihan keamanan di Wamena setelah konflik yang berdampak pada masyarakat di wilayah tersebut. Pemerintah juga memastikan pelayanan publik, aktivitas ekonomi, dan pendidikan kembali berjalan normal. Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, mengatakan pemerintah hadir penuh untuk membantu masyarakat terdampak dan menjaga situasi tetap kondusif. “Kami fokus memulihkan kehidupan masyarakat agar […]

  • tudingan uji coba nuklir China memicu krisis keamanan global

    Dunia di Ambang Krisis Nuklir, AS Tuding China Gelar Uji Coba Rahasia

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 188
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Ketegangan keamanan global kembali meningkat ketika Amerika Serikat menuding China melakukan uji coba nuklir rahasia. Tuduhan ini langsung memicu kekhawatiran internasional karena muncul di tengah melemahnya sistem pengendalian senjata nuklir dunia. Pada saat yang sama, dunia kehilangan salah satu pilar stabilitas strategis. Perjanjian pengendalian senjata terakhir antara AS dan Rusia telah berakhir. […]

  • sidang PMH Nikita Mirzani di PN Jakarta Selatan

    Sidang PMH Nikita Mirzani Berlanjut di PN Jaksel

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Sidang PMH Nikita Mirzani kembali bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026). Pada sidang kali ini, aktris Nikita Mirzani menghadiri proses persidangan melalui tim kuasa hukumnya untuk melanjutkan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap Reza Gladys. Majelis hakim membuka persidangan dengan memeriksa agenda penyerahan bukti tambahan. Selanjutnya, tim kuasa hukum penggugat menyerahkan […]

  • Karhutla di Sumatra Meningkat, Manggala Agni Dikerahkan

    Karhutla di Sumatra Meningkat, Manggala Agni Dikerahkan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Karhutla di Sumatra kembali meningkat seiring masuknya musim kemarau. Kementerian Kehutanan mengerahkan tim Manggala Agni untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah rawan, terutama Aceh, Sumatra Utara, dan Riau. Tim Manggala Agni langsung bergerak ke lapangan untuk melakukan pemadaman darat di titik-titik api yang terdeteksi. Petugas meningkatkan patroli rutin dan […]

  • kerja sama pendidikan Pemda Konawe dengan perguruan tinggi di Jakarta

    Pemda Konawe Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Kampus di Jakarta, Dorong SDM Berkualitas

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 710
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Kerja sama pendidikan Pemda Konawe terus berkembang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah. Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe kini menggandeng sejumlah perguruan tinggi di Jakarta guna memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda. Kerja sama tersebut melibatkan Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI dan Universitas Ibnu Chaldun. Pemerintah daerah menilai kolaborasi ini […]

  • Purbaya Yudhi Sadewa jelaskan pencabutan izin tambang ilegal

    Purbaya Blak-blakan Soal Pencabutan Izin Tambang Emas Martabe

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Pencabutan izin tambang menjadi sorotan publik setelah pemerintah menilai praktik pertambangan ilegal masih menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Aktivitas tambang yang melanggar aturan tidak hanya menekan penerimaan negara, tetapi juga memicu kerusakan lingkungan dan konflik di daerah. Pemerintah menilai langkah penertiban ini perlu dilakukan segera demi menjaga kepastian hukum dan kepentingan masyarakat luas. […]

expand_less