Hubungan Indonesia Australia Menguat
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- visibility 280
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Hubungan Indonesia Australia menguat setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertemu Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk memperdalam kerja sama di sektor pendidikan dan ekonomi.
Berdasarkan rilis Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, pertemuan ini menjadi momentum penguatan kemitraan strategis yang saling menguntungkan. Kedua pemimpin sepakat mendorong kolaborasi konkret guna mendukung pengembangan sumber daya manusia serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Data Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia menunjukkan hubungan bilateral kedua negara terus berkembang. Perkembangan tersebut tercermin dari meningkatnya mobilitas pelajar, kerja sama antarkampus, serta nilai perdagangan dua arah.
Hubungan Indonesia Australia di Bidang Pendidikan
Pendidikan menjadi salah satu pilar utama kemitraan kedua negara. Pada 2025, sekitar 24.000 mahasiswa Indonesia tercatat menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi Australia. Secara kumulatif, lebih dari 200.000 warga Indonesia pernah mengenyam pendidikan di negara tersebut.
Pemerintah Australia setiap tahun menyediakan sekitar 220 beasiswa dan program jangka pendek melalui Australia Awards Indonesia. Selain itu, sejumlah universitas Australia membuka kampus dan program akademik di Indonesia, antara lain Monash University Indonesia, Western Sydney University, dan Deakin University. Kehadiran kampus-kampus tersebut memperkuat kualitas pendidikan tinggi dan riset.
Hubungan Indonesia Australia di Sektor Ekonomi
Di sektor ekonomi, kemitraan Indonesia dan Australia diperkuat melalui Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang berlaku sejak Juli 2020. Perjanjian ini mendorong peningkatan perdagangan dan investasi dua arah.
Nilai perdagangan bilateral meningkat dari 12,91 miliar dolar Australia pada 2020 menjadi 35,38 miliar dolar Australia pada akhir 2024. Sepanjang 2024, Australia tercatat sebagai mitra dagang terbesar ke-9 Indonesia dengan nilai perdagangan 16,13 miliar dolar Australia. Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar 3,13 miliar dolar Australia terhadap Australia.
Investasi, Mobilitas, dan Kerja Sama Kawasan
Dari sisi investasi, nilai investasi Australia di Indonesia mencapai 1,36 miliar dolar AS pada 2024. Pada periode yang sama, investasi Indonesia di Australia tercatat sebesar 1,42 miliar dolar AS. Hubungan ekonomi kedua negara juga diperkuat oleh mobilitas masyarakat, dengan sekitar 1,75 juta warga Australia berkunjung ke Indonesia pada periode 2024–2025. Sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak utama hubungan bilateral.
Selain itu, Indonesia dan Australia juga memperkuat dialog kebijakan regional. Kedua negara aktif berkoordinasi dalam berbagai forum kawasan Indo-Pasifik, termasuk kerja sama ketahanan ekonomi, transisi energi, perubahan iklim, serta pembangunan berkelanjutan yang inklusif.
