Korut Uji Rudal Hipersonik, Kim Jong Un Tegaskan Perluas Daya Tangkal Nuklir
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- visibility 268
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
jakarta, duasatunews.com — Uji rudal hipersonik Korea Utara kembali menarik perhatian dunia. Pada Minggu (4/1/2026), Pyongyang meluncurkan rudal hipersonik yang diklaim mampu menjangkau sasaran sejauh 1.000 kilometer di lepas pantai timur. KCNA memberitakan uji tersebut pada Senin.
Kim Jong Un Pimpin Langsung Uji Rudal
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memimpin langsung uji peluncuran dari wilayah Pyongyang ke arah timur laut. Ia menegaskan bahwa penguatan persenjataan strategis tetap menjadi prioritas nasional.
“Ini merupakan tugas strategis penting untuk mempertahankan serta memperluas daya tangkal nuklir yang kuat dan andal,” kata Kim.
Lebih lanjut, Kim menyatakan uji coba tersebut menunjukkan kesiapan kekuatan nuklir Korea Utara. Karena itu, ia mengklaim negaranya memiliki kepercayaan diri tinggi dalam menghadapi ancaman eksternal.
Jepang Mencatat Dua Peluncuran Rudal
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Jepang mencatat dua peluncuran rudal dari pantai barat Korea Utara pada Minggu pagi. Peluncuran pertama terjadi pukul 07.54, lalu peluncuran kedua menyusul pada 08.05 waktu setempat.
Menurut otoritas Jepang, masing-masing rudal mencapai ketinggian sekitar 50 kilometer. Selain itu, rudal tersebut menempuh jarak sekitar 900 dan 950 kilometer sebelum jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang.
Kim Dorong Penguatan Sistem Ofensif
Di sisi lain, Kim Jong Un mendorong peningkatan berkelanjutan sarana militer, terutama sistem persenjataan ofensif. Menurutnya, kesiapan ofensif yang konsisten membuat pihak lawan terus menyadari kemampuan serangan Korea Utara.
Dengan demikian, Pyongyang menargetkan peningkatan signifikan pada kemampuan daya tangkal perang nuklir.
Singgung Krisis Global dan Venezuela
Selain membahas kawasan, Kim menyinggung dinamika geopolitik global sebagai alasan kepemilikan senjata nuklir. Ia merujuk pada krisis internasional terbaru, termasuk situasi di Venezuela.
Sejalan dengan itu, Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengecam keras tindakan Amerika Serikat terhadap Venezuela. Pyongyang menilai langkah tersebut melanggar kedaulatan negara serta bertentangan dengan Piagam PBB dan hukum internasional.
Sinyal Politik Jelang Pertemuan Seoul–Beijing
Namun demikian, sejumlah media Korea Selatan menilai peluncuran rudal ini mengirim sinyal politik. Mereka menyebut Pyongyang ingin memberi peringatan kepada Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.
Penilaian itu muncul menjelang rencana pertemuan Lee dengan Presiden China Xi Jinping. Karena itu, media tersebut menduga Korea Utara ingin mencegah isu nuklir masuk agenda pembahasan.
Riwayat Rudal Hipersonik Korea Utara
Sebagai catatan, pada parade militer Oktober lalu, Korea Utara memamerkan rudal balistik jarak pendek Hwasong-11. Pemerintah Korea Utara mengklaim rudal itu membawa hulu ledak hipersonik.

Saat ini belum ada komentar