Kemenhan Usulkan Tambahan Anggaran Rp195 Triliun, Total Belanja Pertahanan 2027 Diusulkan Capai Rp334 Triliun
- account_circle Reski
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto:Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan keterangan usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI terkait usulan tambahan anggaran Kemenhan tahun 2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta,(duasatunews.com) – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp195 triliun untuk tahun 2027. Dengan tambahan tersebut, total anggaran pertahanan yang diajukan mencapai Rp334 triliun.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan usulan itu setelah mengikuti rapat Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.
“Kami sudah mengusulkan tambahan anggaran melalui Komisi I DPR RI agar Badan Anggaran dapat membahas penambahan sebesar Rp195 triliun,” kata Sjafrie.
Kebutuhan Pertahanan Meningkat
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan menetapkan pagu anggaran Kemenhan tahun 2027 sebesar Rp139 triliun. Sementara itu, anggaran Kemenhan pada 2026 mencapai Rp187 triliun.
Karena itu, Sjafrie menilai pagu tersebut belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan pertahanan. Menurut dia, Kemenhan memerlukan dukungan anggaran yang lebih besar untuk menjaga kesiapan operasional dan mempercepat modernisasi alutsista.
Selain itu, Kemenhan juga harus memperkuat pembangunan kekuatan pertahanan serta menjalankan sejumlah program prioritas nasional.
Sjafrie menjelaskan bahwa Kemenhan menghitung kebutuhan anggaran tahun 2027 mencapai Rp667 triliun. Perhitungan tersebut mempertimbangkan skala prioritas dan perkembangan dinamika tugas pertahanan negara.
“Selisih antara kebutuhan dan pagu anggaran masih cukup besar. Oleh sebab itu, kami mengusulkan tambahan agar lebih mendekati kebutuhan maksimal,” ujarnya.
TNI Hadapi Beragam Tantangan
Di sisi lain, Sjafrie menegaskan bahwa anggaran pertahanan memiliki arti penting bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Menurut dia, sistem pertahanan berfungsi sebagai sabuk pengaman bagi negara.
Pada 2027, Kemenhan akan menjalankan 20 kegiatan yang terbagi dalam enam program kerja. Program-program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pertahanan nasional.
Selain menjaga kedaulatan negara, TNI juga menghadapi berbagai tantangan keamanan di sejumlah wilayah, termasuk Papua. Di samping itu, TNI turut mendukung berbagai program pemerintah melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Misalnya, TNI membantu percepatan pembangunan infrastruktur serta penanganan dampak bencana alam di berbagai daerah.
“TNI saat ini ikut membantu pembangunan jembatan dan sarana lainnya di wilayah terdampak bencana,” kata Sjafrie.
DPR Dorong Pembahasan Lanjutan
Sementara itu, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menilai pagu anggaran Kemenhan tahun 2027 perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Pasalnya, nilai tersebut lebih rendah dibandingkan alokasi anggaran tahun sebelumnya.
Menurut Utut, kebutuhan pertahanan terus meningkat seiring bertambahnya tugas dan tantangan yang dihadapi TNI. Oleh karena itu, tambahan anggaran dinilai penting untuk menjaga kesiapan alat pertahanan dan personel.
Selanjutnya, Komisi I DPR RI akan menindaklanjuti usulan tersebut sesuai mekanisme pembahasan anggaran bersama pemerintah.
- Penulis: Reski
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar