Inflasi Sultra Januari 2026 Melonjak 5,10 Persen, Tertinggi Kedua Nasional
- account_circle Rahman
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- visibility 182
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi inflasi Sultra Januari 2026 yang mencapai 5,10 persen atau tertinggi kedua nasional. Kenaikan dipicu harga pangan, tarif listrik, dan biaya pendidikan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com – mencatat lonjakan inflasi signifikan pada Januari 2026. Data Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara menunjukkan inflasi year on year (yoy) mencapai 5,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,37.
Capaian ini menempatkan Sultra sebagai provinsi dengan inflasi tertinggi kedua secara nasional, tepat di bawah Provinsi Aceh, yang terdampak banjir besar pada akhir 2025.
Secara nasional, inflasi Indonesia pada Januari 2026 tercatat 3,55 persen (yoy), menjadi level tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir.
Kolaka Tertinggi, Konawe Terendah
BPS mencatat inflasi tertinggi di Sultra terjadi di Kabupaten Kolaka dengan angka 6,75 persen (IHK 112,65). Sebaliknya, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Konawe, yakni 3,79 persen (IHK 109,58).
Selain inflasi tahunan, Sultra juga mengalami inflasi month to month (m-to-m) dan year to date (y-to-d) masing-masing sebesar 0,69 persen pada Januari 2026.
Kelompok Penyumbang Utama Inflasi
Kenaikan inflasi yoy di Sultra dipicu oleh peningkatan indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kelompok dengan andil terbesar meliputi:
-
Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: 17,35 persen
-
Makanan, minuman, dan tembakau: 5,03 persen
-
Perawatan pribadi dan jasa lainnya: 12,39 persen
-
Pendidikan: 4,96 persen
-
Kesehatan: 2,35 persen
-
Transportasi: 1,76 persen
-
Penyediaan makanan dan minuman/restoran: 1,45 persen
Sementara itu, dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi, yakni pakaian dan alas kaki sebesar 0,69 persen serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,12 persen.
Faktor Pendorong Lonjakan Inflasi
Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, menjelaskan lonjakan inflasi tahunan dipengaruhi beberapa faktor utama. Di antaranya kenaikan harga listrik, emas, beras, ikan-ikanan, serta biaya pendidikan perguruan tinggi.
Ia juga menekankan adanya pengaruh low base effect. Pada Januari 2025, pemerintah masih memberlakukan diskon tarif listrik hingga 50 persen, sehingga inflasi pada periode tersebut relatif rendah.
“Periode Januari 2025 bukan pembanding yang kuat karena masih ada diskon listrik. Tahun ini kebijakan tersebut sudah tidak berlaku, sehingga inflasi terlihat lebih tinggi,” ujar Hadi.
- Penulis: Rahman
- Editor: NUR ENDANA
- Sumber: Copyright © 2026 duasatunews.com

Saat ini belum ada komentar