Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Outlook Utang Indonesia Negatif, Fitch Pertahankan Rating BBB

Outlook Utang Indonesia Negatif, Fitch Pertahankan Rating BBB

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • visibility 287
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Duasatunews.com) – Lembaga pemeringkat kredit internasional Fitch Ratings mengubah outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif pada Rabu (4/3/2026).

Fitch tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB. Level ini masih masuk kategori investment grade atau layak investasi.

Fitch menilai ketidakpastian kebijakan ekonomi meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini berpotensi menekan kepercayaan investor dan mempersempit ruang kebijakan fiskal pemerintah.

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Jadi Sorotan

Fitch menyoroti target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan pemerintah.

Pemerintah ingin mencapai target tersebut melalui peningkatan belanja sosial dan berbagai stimulus ekonomi.

Fitch menilai langkah tersebut dapat mendorong pelonggaran kebijakan fiskal dan moneter. Kebijakan yang terlalu longgar berpotensi meningkatkan risiko terhadap stabilitas ekonomi makro.

Fitch juga menyoroti rencana pemerintah dan DPR untuk merevisi Undang-Undang Keuangan Negara. Pemerintah memasukkan rencana tersebut ke dalam Prolegnas Prioritas 2026.

Aturan yang berlaku saat ini membatasi defisit anggaran di angka 3 persen dari PDB.

Jika pemerintah menaikkan batas tersebut, kredibilitas kebijakan fiskal dapat melemah. Pemerintah juga akan menghadapi tantangan lebih besar saat membiayai defisit yang lebih tinggi.

Program Belanja Sosial Jadi Perhatian

Fitch menilai peningkatan belanja sosial dapat memberi tekanan tambahan pada kondisi fiskal negara.

Pemerintah menjalankan program makanan bergizi gratis sebagai salah satu program prioritas nasional.

Program tersebut memiliki nilai sekitar 1,3 persen dari PDB untuk periode 2025 hingga 2029.

Fitch memperkirakan percepatan belanja pemerintah pada awal 2026 dapat memperlebar defisit anggaran.

Fitch memperkirakan rasio pendapatan negara berada di sekitar 13,3 persen dari PDB pada 2026 hingga 2027. Angka ini masih tergolong rendah.

Keputusan pemerintah membatalkan sebagian rencana kenaikan tarif PPN turut menekan proyeksi penerimaan negara.

Fitch juga mencatat kebijakan pemerintah yang mengalihkan dividen BUMN ke Badan Pengelola Investasi Danantara. Lembaga ini mengelola investasi pemerintah, namun arah investasinya masih menimbulkan ketidakpastian.

Faktor Politik Turut Mempengaruhi Penilaian

Fitch juga mempertimbangkan faktor sosial dan politik dalam penilaian terbaru.

Demonstrasi besar yang muncul pada Agustus hingga September 2025 menunjukkan ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.

Fitch menilai dinamika tersebut dapat menimbulkan tantangan politik bagi pemerintah dan koalisi yang berkuasa.

Bank Dunia juga menempatkan indikator tata kelola Indonesia di persentil ke-44, masih berada di bawah median negara dengan rating BBB.

Fitch memperkirakan defisit transaksi berjalan Indonesia dapat melebar hingga sekitar 0,8 persen dari PDB pada 2026.

Pelemahan ekspor bersih mendorong pelebaran defisit tersebut. Kondisi ini dapat menekan nilai tukar rupiah dan meningkatkan biaya pinjaman.

Fitch juga menyoroti mandat tambahan Bank Indonesia yang mencakup dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Mandat ini dapat menyulitkan bank sentral saat menjaga inflasi dan stabilitas keuangan jika terjadi arus modal keluar.

Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

Meski mengubah outlook menjadi negatif, Fitch tetap melihat sejumlah kekuatan pada fundamental ekonomi Indonesia.

Fitch memperkirakan rasio utang pemerintah berada di sekitar 41 persen dari PDB pada 2026. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan median negara dengan rating BBB.

Fitch juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5 persen pada 2026 hingga 2027.

Permintaan domestik, belanja pemerintah, dan investasi diperkirakan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan. Aktivitas hilirisasi industri juga membantu menjaga momentum ekonomi.

Namun Fitch menilai pemerintah akan sulit mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 tanpa reformasi struktural yang lebih besar.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • harga emas Antam hari ini batangan Logam Mulia

    Harga emas Antam turun Rp42.000 per gram, ini rincian terbaru

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Harga emas Antam menunjukkan penurunan signifikan pada Senin, 13 April 2026. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk turun Rp42.000 per gram setelah sebelumnya mengalami kenaikan selama dua hari berturut-turut. Saat ini, harga emas berada di level Rp2.818.000 per gram. Sebelumnya, harga sempat menyentuh Rp2.860.000 per gram. Oleh karena itu, penurunan ini […]

  • Dugaan Kejahatan Lingkungan PT TMS, Mahasiswa Desak KPK Usut

    Dugaan Kejahatan Lingkungan PT TMS, Mahasiswa Desak KPK Usut

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Koalisi Mahasiswa Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (26/1/2026). Dalam aksi tersebut, mereka mendesak KPK mengusut dugaan kejahatan lingkungan PT TMS di Sulawesi Tenggara. Para mahasiswa menilai KPK harus bertindak tegas dan terbuka. Mereka menegaskan penegakan hukum harus berjalan tanpa pengecualian, termasuk terhadap pihak […]

  • aksi mahasiswa menuntut pencabutan IUP PT WIN di Ditjen Minerba Jakarta

    Demo Ricuh, Mahasiswa Terobos Pagar Ditjen Minerba Desak Cabut IUP PT. WIN

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 740
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – 1 September 2025  Aktivitas pertambangan di Konawe Selatan memicu gelombang protes di Jakarta. Karena itu, puluhan mahasiswa mendatangi Gedung Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Senin (1/9/2026). Dalam aksi tersebut, massa secara tegas menuntut pemerintah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN). Mahasiswa menilai aktivitas tambang perusahaan […]

  • DKPP KPU Konawe Utara sidang pelanggaran dana hibah

    Terbukti Terima Uang 5 Komisioner KPU Konut Disanksi DKPP

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Kendari (duasatunews.com) – DKPP KPU Konawe Utara menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada lima komisioner karena menerima uang dari dana hibah Pilkada 2024 yang terkait kasus korupsi. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu membacakan putusan perkara nomor 1-PKE-DKPP/I/2026 dalam sidang di ruang DKPP, Senin (6/4). Ketua KPU Konawe Utara Abdul Makmur bersama Edison Peokodoh, Eka Dwiyastuti Liambo, Naim, […]

  • MBG tidak kurangi anggaran pendidikan ditegaskan Seskab Teddy

    Seskab Teddy Tegaskan MBG Tidak Kurangi Anggaran Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 251
    • 0Komentar

    MBG tidak kurangi anggaran pendidikan, demikian penegasan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk meluruskan berbagai narasi keliru yang berkembang di ruang publik. JAKARTA, (duasatunews.com) — Teddy menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas program maupun anggaran pendidikan. Menurutnya, pemerintah justru memperkuat kebijakan pendidikan dari sisi akses, infrastruktur, dan kesejahteraan tenaga pendidik. Menanggapi berbagai […]

  • Penyerapan Tenaga Kerja Jadi Fokus Kadin Dorong Peran Swasta

    Penyerapan Tenaga Kerja Jadi Fokus Kadin Dorong Peran Swasta

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Jakarta, dusatunews.com — Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menempatkan penyerapan tenaga kerja sebagai agenda utama untuk memperkuat kelas menengah dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Kadin mendorong sektor swasta memperluas penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Aviliani, menegaskan bahwa dunia usaha perlu bergerak aktif membantu pemerintah. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara […]

expand_less