Negara dengan Bahasa Terbanyak di Dunia: Indonesia Kedua
- account_circle adrian moita
- calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
- visibility 137
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi negara dengan bahasa terbanyak di dunia yang menempatkan Papua Nugini di peringkat pertama dan Indonesia di posisi kedua berdasarkan data Ethnologue.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (duasatunews.com) — Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah bahasa terbesar kedua di dunia. Negara kepulauan ini memiliki 721 bahasa yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Nusantara dan digunakan oleh ratusan kelompok etnis dengan latar budaya yang beragam.
Di posisi teratas, Papua Nugini memimpin daftar negara dengan bahasa terbanyak di dunia dengan 841 bahasa. Data tersebut merujuk pada laporan lembaga riset bahasa internasional Ethnologue tahun 2024. Secara global, para peneliti memperkirakan lebih dari 7.100 bahasa masih digunakan hingga saat ini, meskipun sebagian di antaranya berada dalam kondisi rentan atau terancam punah.
Bahasa berperan sebagai alat utama komunikasi manusia. Selain itu, bahasa juga membentuk identitas sosial, memperkuat ikatan budaya, serta menjadi sarana ekspresi imajinasi dan emosi. Karena itu, keberadaan ratusan bahasa dalam satu negara mencerminkan kompleksitas sosial serta sejarah panjang masyarakatnya.
Sepuluh Negara dengan Jumlah Bahasa Terbanyak
Berdasarkan data Ethnologue, sejumlah negara memiliki ratusan bahasa yang hidup berdampingan. Berikut sepuluh negara dengan jumlah bahasa terbanyak secara global:
-
Papua Nugini – 841 bahasa
-
Indonesia – 721 bahasa
-
Nigeria – 538 bahasa
-
India – 459 bahasa
-
Amerika Serikat – 364 bahasa
-
Australia – 320 bahasa
-
China – 308 bahasa
-
Meksiko – 304 bahasa
-
Kamerun – 281 bahasa
-
Brasil – 240 bahasa
Faktor Geografis dan Tantangan Pelestarian
Papua Nugini mencatat tingkat keragaman bahasa tertinggi karena kondisi geografisnya yang ekstrem. Pegunungan, lembah terpencil, dan wilayah kepulauan memisahkan komunitas masyarakat selama ratusan tahun. Akibatnya, setiap kelompok mengembangkan bahasa dan dialek sendiri secara mandiri.
Di sisi lain, banyak bahasa di dunia menghadapi tantangan serius akibat urbanisasi, migrasi, dan dominasi bahasa global. Generasi muda di sejumlah wilayah mulai meninggalkan bahasa ibu demi bahasa nasional atau internasional yang dianggap lebih praktis.
Para ahli bahasa menilai dokumentasi, pendidikan bilingual, serta pelestarian bahasa daerah melalui media dan sekolah menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya. Dengan pendekatan tersebut, negara dengan bahasa terbanyak di dunia tidak hanya mencerminkan jumlah bahasa, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab besar dalam melindungi keberagaman linguistik bagi generasi mendatang.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com
