Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Menkeu Purbaya Tolak Kenaikan Pajak: Daya Beli Bisa Tertekan

Menkeu Purbaya Tolak Kenaikan Pajak: Daya Beli Bisa Tertekan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 279
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Duasatunews.com Tolak usulan IMF pajak menjadi sikap pemerintah dalam merespons rekomendasi internasional terkait rencana kenaikan tarif Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi, khususnya bagi karyawan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan tersebut berpotensi menekan daya beli masyarakat dan memperlambat pemulihan ekonomi nasional.

Purbaya menyampaikan pandangan itu usai rapat konsultasi bersama pimpinan Komisi DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Ia menekankan pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara kebutuhan penerimaan negara dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang sudah mulai terbentuk.

Menurut Purbaya, pemerintah menerima berbagai masukan dari lembaga internasional, termasuk Dana Moneter Internasional (IMF). Namun, pemerintah harus menyesuaikan setiap rekomendasi dengan kondisi ekonomi domestik yang masih bergantung pada konsumsi rumah tangga.

“Kalau pemerintah menaikkan pajak sekarang, pendapatan bersih masyarakat akan berkurang. Dampaknya, konsumsi bisa tertahan dan pemulihan ekonomi melambat,” ujar Purbaya.

Konsumsi Masih Jadi Penopang

Pemerintah menilai konsumsi masyarakat tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi. Karena itu, kebijakan fiskal saat ini berfokus menjaga pendapatan dan kepercayaan konsumen agar aktivitas ekonomi tetap bergerak. Pemerintah memilih langkah yang menjaga stabilitas ketimbang mengejar penerimaan jangka pendek.

IMF sebelumnya menyarankan penyesuaian tarif PPh karyawan untuk memperkuat penerimaan negara dan mengurangi ketergantungan pembiayaan melalui utang. Meski demikian, pemerintah memilih tolak usulan IMF pajak karena menilai risikonya lebih besar pada fase pemulihan saat ini, terutama bagi kelompok pekerja berpenghasilan tetap.

Sepanjang 2025, ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan 5,11 persen. Pemerintah menilai capaian tersebut lahir dari belanja negara, stimulus fiskal, serta terjaganya daya beli masyarakat dan aktivitas sektor usaha.

Pengelolaan Utang Tetap Hati-hati

Hingga akhir 2025, total utang pemerintah mencapai Rp9.637,9 triliun dengan rasio terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 40,46 persen dari total PDB Rp23.821,1 triliun. Meski rasio meningkat, pemerintah menilai posisi fiskal masih terkendali.

Purbaya menegaskan pemerintah terus mengelola pembiayaan secara disiplin dengan memilih sumber berbiaya rendah dan tenor aman. Menurutnya, menjaga stabilitas ekonomi, daya beli masyarakat, dan kepercayaan pelaku usaha tetap menjadi prioritas utama kebijakan fiskal ke depan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • jet F-35 amerika saat misi tempur

    Insiden Jet F-35 Dikonfirmasi Pentagon Usai Misi di Iran

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Washington, (duasatunews.com) – Insiden jet F-35 milik Amerika Serikat terjadi setelah pesawat tersebut menjalankan misi tempur di wilayah Iran. Dalam insiden jet F-35 ini, pilot segera mengarahkan pesawat ke pangkalan udara AS dan melakukan pendaratan darurat sebagai langkah pengamanan. Juru bicara Komando Pusat AS, Kapten Tim Hawkins, menyatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut. […]

  • Dana Jamrek Sultra dan lubang tambang terbuka tanpa reklamasi

    Feny Tri Indah Kasim Soroti Dana Jamrek yang “Dilarikan” ke Pusat

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 774
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – 22 September 2025 Pengelolaan Dana Jamrek Sultra kembali menuai sorotan. Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta, Feny Tri Indah Kasim, mengkritik kebijakan pemerintah pusat yang memusatkan Dana Jaminan Reklamasi (Jamrek) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menurut Feny, dana reklamasi tambang seharusnya menjamin pemulihan lingkungan pascatambang di daerah […]

  • Kementerian Keuangan mengkaji kenaikan gaji PNS 2026

    Kenaikan Gaji PNS 2026 Masih Dikaji Pemerintah

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Pemerintah masih mengkaji rencana kenaikan gaji PNS 2026. Kementerian Keuangan memilih menunggu hasil evaluasi kondisi ekonomi nasional sebelum mengambil keputusan yang berdampak langsung pada belanja negara dan kesinambungan fiskal. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah memerlukan waktu sekitar satu triwulan untuk membaca arah ekonomi secara lebih jelas. Menurutnya, sinkronisasi kebijakan ekonomi […]

  • Tolak Peredaran Narkoba, Mahasiswa dan Pemuda Landono Desak APH Bertindak Tegas

    Tolak Peredaran Narkoba, Mahasiswa dan Pemuda Landono Desak APH Bertindak Tegas

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Penolakan peredaran narkoba Landono semakin menguat seiring meningkatnya keresahan masyarakat. Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Pelajar Landono secara terbuka menyatakan sikap tegas terhadap maraknya peredaran narkoba yang mulai mengancam generasi muda dan ketertiban sosial di Kecamatan Landono. Ketua Umum Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Pelajar Landono, Brian Putra, menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman nyata […]

  • Prabowo cabut izin perusahaan pelanggar hutan

    Prabowo Cabut Izin Perusahaan Pelanggar Hutan

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI, Sultan Bachtiar Najamudin, menilai langkah Presiden Prabowo Subianto mencabut izin 28 perusahaan pelanggar kawasan hutan sebagai peringatan keras bagi dunia usaha. Dengan keputusan ini, pemerintah menunjukkan sikap tegas terhadap pelanggaran lingkungan. Menurut Sultan, kebijakan tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menegakkan aturan. Selain itu, ia menilai pemerintah tidak […]

  • KNPI Dukung Pernyataan Tegas Kapolri

    KNPI Dukung Pernyataan Tegas Kapolri

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – KNPI dukung Kapolri saat Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri untuk Masyarakat. Dengan demikian, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menilai pernyataan tersebut sejalan dengan semangat Presisi yang menekankan profesionalisme, responsivitas, dan keadilan. Selain itu, KNPI mencermati langkah Polri dalam membenahi kelembagaan secara bertahap. Melalui langkah tersebut, Polri meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pada […]

expand_less