Breaking News
light_mode
Beranda » Edukasi » Jejak Sejarah Mata Uang Islam: Dari Koin Asing hingga Simbol Kedaulatan Peradaban

Jejak Sejarah Mata Uang Islam: Dari Koin Asing hingga Simbol Kedaulatan Peradaban

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 138
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Duasatunews.com – Dinar dan dirham membentuk fondasi ekonomi Islam jauh sebelum dunia mengenal uang kertas. Sejak awal, emas dan perak mendorong perdagangan lintas benua yang menghubungkan Timur Tengah, Asia, dan Eropa.

Pada masa awal Islam, umat Muslim belum memiliki mata uang resmi. Karena itu, masyarakat melakukan transaksi ekonomi melalui barter dan pertukaran komoditas. Para pedagang menukar hewan ternak, terutama kambing, sebagai alat tukar. Selain itu, mereka memakai koin asing yang telah memiliki nilai dan kepercayaan tinggi di kawasan tersebut.

Penggunaan Koin Bizantium dan Persia

Ketika Islam berkembang pada abad ke-7, umat Muslim memakai dinar emas dari Kekaisaran Bizantium dan dirham perak dari Kekaisaran Sasaniyah. Penggunaan koin ini berlangsung hingga masa hidup Nabi Muhammad, karena masyarakat Timur Tengah telah mengenal kedua mata uang tersebut sebagai alat transaksi utama.

Solidus Bizantium memiliki berat sekitar 4,55 gram emas murni. Koin ini menampilkan gambar kaisar dan simbol Kristen. Sebaliknya, dirham Sasaniyah berbobot sekitar 4,2 gram perak. Koin Persia ini menampilkan raja dengan mahkota khas serta altar api yang mencerminkan ajaran Zoroastrianisme.

Langkah Awal Membangun Identitas Moneter Islam

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat pada 632 Masehi, Kekhalifahan Islam berkembang dengan cepat. Namun, para pemimpin Muslim menilai penggunaan koin asing tidak lagi sesuai dengan identitas Islam. Simbol agama lain masih tampak jelas pada mata uang tersebut.

Sebagai langkah awal, pada masa Khalifah Utsman bin Affan, pemerintah Islam mencetak koin sendiri. Penguasa mempertahankan bentuk koin Persia dan menambahkan tulisan Arab seperti “Bismillah”. Kebijakan ini mendorong lahirnya identitas moneter Islam secara bertahap.

Reformasi Moneter Era Umayyah

Perubahan terbesar muncul pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan (685–705 M). Ia memimpin reformasi moneter dan menetapkan arah baru sistem keuangan Islam.

Pada tahun 696 M, Abdul Malik menghapus gambar manusia dan simbol agama lain dari koin. Ia mengganti unsur visual tersebut dengan kaligrafi Arab dan ayat Al-Qur’an. Selanjutnya, pemerintah Umayyah menetapkan standar berat resmi, yakni sekitar 4,25 gram emas untuk satu dinar dan 2,97 gram perak untuk satu dirham. Kebijakan ini memperkuat stabilitas ekonomi dan menegaskan kedaulatan politik Islam.

Puncak Kejayaan Dinar dan Dirham di Era Abbasiyah

Pada era Kekhalifahan Abbasiyah, dinar dan dirham menyebar luas hingga Afrika Timur, Asia Tengah, India, dan Eropa Selatan. Sistem bimetal emas–perak menjaga kestabilan nilai dan meningkatkan kepercayaan perdagangan internasional. Bahkan, para pedagang Viking serta sejumlah kerajaan Eropa memakai mata uang Islam dalam aktivitas ekonomi mereka.

Memasuki akhir abad pertengahan, pengaruh emas dan perak mulai melemah. Fragmentasi politik mengurangi kekuatan negara. Pada saat yang sama, cadangan logam mulia menurun. Akibatnya, dunia beralih ke sistem uang fiat yang tidak lagi bergantung pada emas dan perak.

Perubahan ini mencapai puncaknya pada 1971. Dunia mengakhiri standar emas internasional setelah runtuhnya perjanjian Bretton Woods.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • sidang ASN Kemenaker kasus pemerasan RPTKA di Pengadilan Tipikor Jakarta

    ASN Kemenaker RPTKA Hadapi Sidang Tuntutan

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 100
    • 0Komentar

    JAKARTA (duasatunews.com) –  ASN Kemenaker RPTKA menghadapi sidang pembacaan tuntutan dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan tenaga kerja asing. Selain itu, perkara ini menjadi sorotan publik karena nilai kerugian yang besar. Sidang berlangsung pada Senin pukul 10.00 WIB di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sementara itu, majelis hakim yang dipimpin Lucy Ermawati menyidangkan perkara ini bersama hakim […]

  • Ayatollah Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran

    Operasi Intelijen Presisi Ungkap Jejak Terakhir Ayatollah Khamenei

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 184
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) — Amerika Serikat dan Israel mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Minggu, setelah militer kedua negara melancarkan serangan presisi ke pusat kepemimpinan Iran di Teheran. Media pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kabar tersebut. Serangan itu menewaskan Khamenei bersama sejumlah anggota keluarga dan pengawalnya. Pemerintah Iran langsung menunjuk Presiden Masoud Pezeshkian serta dua pejabat […]

  • pelatihan karya ilmiah LP2D

    Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa dan Peneliti Muda

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Ahmat
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Pelatihan karya ilmiah menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa dan peneliti muda. Oleh karena itu, kemampuan menulis karya ilmiah yang baik sangat menentukan kualitas riset. Selain itu, keterampilan ini juga membuka peluang publikasi di jurnal bereputasi. Menjawab kebutuhan tersebut, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Daerah (LP2D) menggelar pelatihan khusus di Jakarta. Peserta dari Berbagai […]

  • Rapat DPRD dalam sistem pilkada melalui DPRD

    Pilkada Melalui DPRD Dinilai KPK Lebih Rentan Korupsi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pilkada melalui DPRD dinilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih berisiko memicu praktik korupsi dibandingkan pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat. Menurut KPK, mekanisme ini membuka ruang transaksi kekuasaan yang lebih besar. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyebut pemilihan kepala daerah oleh DPRD memusatkan pengambilan keputusan pada ruang-ruang terbatas. Kondisi tersebut meningkatkan peluang […]

  • Iran serang kapal tanker di Selat Hormuz

    Iran Serang Kapal Tanker AS dan Inggris di Selat Hormuz

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Teheran, (duasatunews.com) – Iran serang kapal tanker milik Amerika Serikat dan Inggris di kawasan Teluk Persia serta Selat Hormuz pada awal pekan ini. Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim serangan tersebut terjadi pada Minggu (1/3). Menurut pernyataan IRGC, pasukannya meluncurkan rudal ke arah tiga kapal tanker yang melintas di […]

  • Layak Masuk Kabinet, Anton Timbang, Representasi Keadilan Pembangunan dan Masa Depan Indonesia Inklusif

    Layak Masuk Kabinet, Anton Timbang, Representasi Keadilan Pembangunan dan Masa Depan Indonesia Inklusif

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 620
    • 0Komentar

    Oleh: Arin Fahrul Sanjaya, S.I.Kom. Analis Komunikasi Politik & Aktivis Muda Sultra-Jakarta   “Kita tidak sedang meminta belas kasihan kekuasaan. Kita hanya menuntut keadilan representasi.” Selama puluhan tahun, elite di pusat kekuasaan mengendalikan narasi pembangunan Indonesia. Jakarta dan lingkar politik nasional menentukan arah kebijakan, membagi anggaran, menunjuk pejabat, bahkan menafsirkan kebutuhan rakyat. Semua keputusan penting […]

expand_less