Rapat Terbatas Presiden Prabowo Digelar di Kertanegara
- account_circle adrian moita
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Rapat terbatas Presiden Prabowo langsung menjadi agenda utama setelah Kepala Negara kembali ke Tanah Air dari kunjungan luar negeri.
JAKARTA, (duasatunews.com) — Presiden Prabowo Subianto tiba di Jakarta pada Jumat pagi setelah menyelesaikan lawatan resmi ke Amerika Serikat, Inggris, Yordania, dan Uni Emirat Arab. Setibanya di Tanah Air, Presiden langsung melanjutkan agenda pemerintahan tanpa mengambil jeda panjang.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Presiden menggelar rapat tertutup menjelang waktu berbuka puasa. Kemudian, seusai berbuka, Presiden kembali memimpin pembahasan bersama para menteri Kabinet Merah Putih.
“Presiden menggelar rapat di Kertanegara dan rapat tersebut bersifat tertutup,” ujar Teddy di Istana Kepresidenan Jakarta.
Agenda Pemerintah dan Evaluasi Lawatan Luar Negeri
Sebelumnya, dalam kunjungan ke Amerika Serikat pada 19–21 Februari 2026, Presiden Prabowo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Board of Peace perdana di Washington DC. Melalui forum tersebut, Indonesia kembali menegaskan dukungan terhadap upaya perdamaian Palestina.
Selain menghadiri forum internasional, Presiden Prabowo juga bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama perdagangan dan kebijakan tarif timbal balik.
Sebagai hasilnya, pertemuan bilateral tersebut melahirkan Agreement on Reciprocal Trade (ART). Melalui kesepakatan ini, Amerika Serikat memberikan tarif nol persen bagi 1.819 produk Indonesia. Adapun produk tersebut mencakup sawit, kopi, kakao, dan komponen elektronik.
Penguatan Kerja Sama Global
Setelah itu, Presiden Prabowo melanjutkan lawatan ke Inggris. Di London, Presiden menyaksikan penandatanganan kerja sama antara BPI Danantara Indonesia dan Arm Limited yang berfokus pada investasi dan teknologi strategis.
Selanjutnya, Presiden mengunjungi Yordania dan bertemu Raja Abdullah II. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas isu Palestina, peran Indonesia dalam Dewan Perdamaian, serta situasi keamanan di Tepi Barat.
Pada tahap akhir, Presiden menutup rangkaian lawatan luar negeri dengan kunjungan ke Uni Emirat Arab. Di sana, Presiden bertemu Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan untuk memperkuat kemitraan strategis bilateral.
Dengan demikian, melalui rapat terbatas Presiden Prabowo, pemerintah mulai menyusun langkah lanjutan agar hasil diplomasi internasional tersebut segera memberikan dampak nyata bagi kepentingan nasional.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: DUASATUNEWS.COM
