Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Mahasiswa Serukan Pengawalan Hukum yang Objektif dan Kondusif di Mabes Polri

Mahasiswa Serukan Pengawalan Hukum yang Objektif dan Kondusif di Mabes Polri

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 294
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Duasatunews.com) — Aliansi Mahasiswa Peduli Kepolisian mengajak masyarakat untuk mengawal proses hukum atas peristiwa yang menjadi perhatian publik secara objektif, rasional, dan kondusif. Seruan tersebut mereka sampaikan saat menggelar aksi damai di depan Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).

Seruan Menjaga Supremasi Hukum

Dalam pernyataan sikapnya, aliansi menegaskan bahwa penegakan hukum harus berjalan adil, profesional, dan sesuai ketentuan perundang-undangan. Karena itu, mereka meminta publik menghindari sikap emosional yang berpotensi memicu provokasi dan gangguan ketertiban umum.

Selain itu, mahasiswa menilai opini yang tidak berdasar justru dapat memperkeruh situasi. Oleh sebab itu, mereka mengajak masyarakat mengedepankan akal sehat dan sikap kritis yang konstruktif.

Peran Mahasiswa di Ruang Publik

Aliansi menyebut kehadiran mahasiswa di ruang publik bertujuan menyuarakan kepentingan masyarakat secara bertanggung jawab. Dengan demikian, aksi mahasiswa seharusnya mendorong keadilan melalui mekanisme hukum yang sah, bukan memperuncing perbedaan.

Di sisi lain, mereka menekankan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika nasional yang berkembang.

Terkait peristiwa yang memicu perhatian publik, aliansi menyampaikan keprihatinan. Mereka menegaskan bahwa setiap nyawa memiliki nilai yang sama dan setiap kejadian harus menjadi pelajaran bersama.

Namun demikian, aliansi mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada arus emosi sesaat. Sebab, situasi tersebut kerap dimanfaatkan pihak tertentu untuk kepentingan yang tidak sejalan dengan kepentingan publik.

Kepercayaan terhadap Institusi Kepolisian

Aliansi Mahasiswa Peduli Kepolisian menyatakan kepercayaan terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menangani kasus secara profesional. Menurut mereka, Polri memiliki mekanisme internal untuk menindak setiap pelanggaran hukum secara tegas dan transparan.

Karena itu, aliansi menilai kesalahan oknum tidak dapat digeneralisasi sebagai kegagalan institusi secara keseluruhan.

Sementara itu, pantauan di lokasi menunjukkan aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Selain Aliansi Mahasiswa Peduli Kepolisian, kelompok mahasiswa lain turut menyampaikan aspirasi dengan isu berbeda di kawasan Gedung Museum Polri.

Kemudian, aparat menyambut peserta aksi secara humanis. Polisi wanita terlihat membentangkan spanduk berisi ajakan menyampaikan pendapat secara tertib dan damai.

Tolak Provokasi dan Informasi Tidak Terverifikasi

Di akhir pernyataannya, aliansi menegaskan penolakan terhadap provokasi, anarkisme, serta tindakan yang berpotensi merusak persatuan nasional. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima informasi.

“Menjaga stabilitas nasional bukan berarti mengabaikan keadilan. Dengan ketenangan dan kedewasaan, proses hukum dapat berjalan secara objektif,” ujar perwakilan aliansi.

Akhirnya, aliansi menyatakan komitmen untuk terus mengawal penegakan hukum secara bermartabat demi Indonesia yang kuat dan dewasa dalam menyikapi setiap persoalan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMPH: Tekan Kejagung Bongkar Aktor Korporasi di Balik Suap Ketua Ombudsman RI

    IMPH: Tekan Kejagung Bongkar Aktor Korporasi di Balik Suap Ketua Ombudsman RI

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum (IMPH) mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia segera memeriksa Direktur Utama PT Toshida Indonesia (TSHI) berinisial LSO. IMPH menilai LSO terlibat dalam kasus suap yang menyeret pimpinan Ombudsman Republik Indonesia terkait persoalan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) periode 2013–2025, Jumat (9/5/2026). IMPH Soroti Surat Koreksi Ombudsman Ketua Umum IMPH, […]

  • Timnas Futsal Indonesia mengalahkan Jepang pada semifinal Piala Asia Futsal 2026

    Timnas Futsal Indonesia ke Final Piala Asia Futsal 2026

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Timnas Futsal Indonesia memastikan tiket final Piala Asia Futsal 2026 setelah menaklukkan Timnas Futsal Jepang dengan skor 5-3. Laga semifinal berlangsung di Indonesia Arena, Kamis. Indonesia bermain disiplin sejak menit awal. Samuel Eko membuka keunggulan pada menit ke-12 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang. Jepang kemudian meningkatkan tekanan, tetapi kiper Ahmad Habiebie […]

  • Terbongkarnya 21 Situs Judol dan Bertumpuk-tumpuk Uang Rp 96,7 Miliar

    Terbongkarnya 21 Situs Judol dan Bertumpuk-tumpuk Uang Rp 96,7 Miliar

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 396
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Pengungkapan judi online kembali menyorot besarnya dampak kejahatan digital terhadap publik. Kali ini, polisi menyita uang dan aset senilai Rp96,7 miliar dari jaringan judi online, angka yang sekaligus menunjukkan skala kerugian masyarakat akibat praktik ilegal tersebut. Pengungkapan Judi Online Jadi Alarm Kejahatan Digital Saat transaksi digital semakin meluas, judi online ikut menyusup ke […]

  • Guru-Guru Sesalkan Pengurus PGRI Kendari Tak Dukung Aksi Bela Mansur saat Vonis Banding

    Guru-Guru Sesalkan Pengurus PGRI Kendari Tak Dukung Aksi Bela Mansur saat Vonis Banding

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 468
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – PGRI Kendari absen aksi guru saat sidang putusan banding kasus Mansur dan memicu kekecewaan di kalangan pendidik. Sejumlah guru di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menilai pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Kendari gagal menunjukkan solidaritas terhadap rekan seprofesi yang menghadapi persoalan hukum. Para guru menyoroti ketidakhadiran pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia […]

  • pencak silat cerminkan kepribadian bangsa disampaikan Prabowo di Munas IPSI

    Pencak Silat Kepribadian Bangsa, Tegas Prabowo di Munas IPSI

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pencak silat mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Menurut Prabowo, pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai olahraga dan seni bela diri, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya […]

  • Dana Riset Kampus Rp57 Miliar untuk 122 Program Inovasi Nasional

    Pemerintah : Dana Riset Kampus Rp57 Miliar untuk 122 Program

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan mengalokasikan dana riset kampus sebesar Rp57 miliar untuk mendanai 122 program penelitian di perguruan tinggi. Kebijakan ini bertujuan memperkuat ekosistem inovasi nasional sekaligus mendorong pemanfaatan hasil riset di sektor industri. Selanjutnya, pemerintah menyalurkan anggaran tersebut melalui Program Bestari Saintek […]

expand_less