Pangkalan Militer Inggris izinkan AS untuk Hadapi Iran
- account_circle adrian moita
- calendar_month Senin, 2 Mar 2026
- visibility 129
- comment 0 komentar
- print Cetak

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan pernyataan resmi terkait kebijakan pertahanan Inggris dalam sebuah konferensi pers di London.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (duasatunews.com) – Pangkalan militer Inggris dapat digunakan oleh Amerika Serikat untuk mendukung langkah pertahanan di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer setelah Iran meningkatkan serangan rudal yang memicu eskalasi konflik regional.
Starmer menjelaskan Amerika Serikat mengajukan permintaan resmi untuk menggunakan fasilitas militer Inggris dalam operasi defensif. Oleh karena itu, pemerintah Inggris menyetujui permintaan tersebut guna mencegah serangan lanjutan yang berpotensi membahayakan warga sipil, termasuk warga negara Inggris, serta negara-negara yang tidak terlibat konflik.
Selain itu, Starmer menegaskan Inggris mendasarkan kebijakan tersebut pada prinsip pembelaan diri kolektif bersama sekutu lama. Dengan langkah ini, Inggris berupaya menjaga stabilitas kawasan sekaligus melindungi kepentingan nasionalnya di luar negeri, khususnya di wilayah Timur Tengah yang tengah bergejolak.
Ketegangan meningkat sejak Sabtu pagi ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi keamanan. Peristiwa itu memperburuk situasi keamanan di kawasan Teluk dan meningkatkan kekhawatiran akan konflik berskala lebih luas.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke wilayah Israel serta aset Amerika Serikat di kawasan. Akibat eskalasi tersebut, sejumlah negara Teluk menutup wilayah udaranya untuk menjamin keselamatan penerbangan sipil dan aktivitas komersial internasional.
Selanjutnya, otoritas Iran menyatakan akan melakukan pembalasan lanjutan. Pemerintah Iran juga menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan membentuk dewan sementara hingga penetapan pemimpin tertinggi yang baru.
Sementara itu, Starmer menegaskan Inggris tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran. Namun, Inggris tetap mengambil langkah defensif dengan mengizinkan penggunaan pangkalan militer Inggris demi mendukung keamanan sekutu dan melindungi warga negaranya di kawasan.
Menurut Starmer, langkah tersebut menjadi cara terbaik untuk menghilangkan ancaman mendesak dan mencegah konflik berkembang lebih luas di Timur Tengah.
Sumber : Anadolu
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: DUASATUNEWS.COM
