Iran Serang Fasilitas AS, Kemlu Iran Sampaikan Sikap Resmi
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
- visibility 113
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismail Baghaei
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TEHERAN, (Duasatunews.com) — Pemerintah Iran menegaskan haknya untuk melancarkan serangan balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel. Teheran menyebut langkah tersebut sebagai tindakan sah untuk membela diri atas serangan militer yang lebih dulu terjadi.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, menyampaikan pernyataan itu pada Sabtu (28/2/2026). Ia mengatakan Iran akan menyasar seluruh fasilitas utama milik AS dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Baghaei menegaskan bahwa Iran bertindak sesuai prinsip hukum internasional. Ia menyebut Teheran hanya menyerang fasilitas yang berperan langsung dalam agresi terhadap wilayah Iran.
“Iran menjalankan hak sah untuk membela diri. Kami menargetkan pihak yang menyerang kami,” kata Baghaei.
Ketegangan meningkat setelah Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan serangan militer ke Iran pada Sabtu pagi waktu setempat. Pemerintah Israel juga menetapkan status darurat nasional sebagai langkah antisipasi terhadap serangan balasan.
Pada hari yang sama, Amerika Serikat mengakui keterlibatan militernya. Seorang pejabat AS menyatakan Washington menyerang sejumlah target di Iran melalui operasi udara dan laut. Pernyataan tersebut dilaporkan oleh Reuters.
Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan gelombang pertama serangan roket ke Israel. Iran kemudian mengerahkan rudal balistik dan drone tempur ke berbagai sasaran strategis.
Iran tidak hanya menargetkan wilayah Israel. Pemerintah Iran juga mengarahkan serangan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Teheran menilai keberadaan pangkalan militer asing di kawasan sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas regional. Iran menegaskan akan merespons setiap serangan yang melanggar kedaulatan negaranya secara tegas dan terukur.
Di sisi lain, eskalasi konflik ini memicu kekhawatiran luas di kawasan Timur Tengah. Negara-negara tetangga meningkatkan kewaspadaan keamanan dan memantau potensi dampak lanjutan terhadap stabilitas regional.
Komunitas internasional kembali menyerukan penahanan diri. Sejumlah pihak mendorong jalur diplomasi untuk mencegah konflik berkembang menjadi perang terbuka yang lebih luas.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com

Saat ini belum ada komentar