Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Serangan AS Guncang Venezuela: Fasilitas Minyak PDVSA Selamat, Pelabuhan Hancur, Trump Klaim Maduro Ditangkap

Serangan AS Guncang Venezuela: Fasilitas Minyak PDVSA Selamat, Pelabuhan Hancur, Trump Klaim Maduro Ditangkap

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
  • visibility 398
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – Serangan militer AS ke Venezuela kembali memicu eskalasi ketegangan geopolitik di Amerika Latin. Pada Sabtu (3/1/2026), militer Amerika Serikat menyerang sejumlah titik strategis di Caracas dan wilayah sekitarnya. Serangan ini memicu kepanikan warga serta meningkatkan kekhawatiran global terhadap stabilitas kawasan dan pasokan energi dunia.

Meski serangan berlangsung intens, fasilitas minyak milik perusahaan negara Venezuela, PDVSA, tetap beroperasi normal. Dua sumber yang mengetahui langsung operasi perusahaan menyatakan seluruh kilang minyak masih berfungsi dan tidak mengalami kerusakan fisik. Dengan demikian, PDVSA mampu menjaga tingkat produksi seperti sebelum serangan.

Dampak Serangan Militer AS ke Venezuela terhadap Infrastruktur

Namun demikian, dampak serangan militer AS ke Venezuela paling terasa di sektor non-energi. Serangan tersebut merusak Pelabuhan La Guaira, yang berlokasi dekat ibu kota Caracas. Pelabuhan ini berperan penting dalam distribusi barang impor dan kebutuhan pokok nasional.

Akibat kerusakan itu, arus logistik nasional terancam terganggu. Selain itu, keterlambatan distribusi barang berpotensi menekan perekonomian domestik dalam waktu dekat.

Serangan Militer AS ke Venezuela Tekan Ekspor Minyak

Di sisi lain, serangan militer AS ke Venezuela terjadi di tengah tekanan ekonomi yang lebih dulu diberlakukan Washington. Pada Desember 2024, Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade terhadap kapal tanker minyak yang keluar dan masuk perairan Venezuela. Bersamaan dengan kebijakan itu, otoritas AS juga menyita dua kargo minyak Venezuela, yang merupakan anggota OPEC.

Sebagai akibatnya, ekspor minyak Venezuela anjlok hampir 50 persen dalam satu bulan terakhir. Banyak pemilik kapal memilih menghindari perairan Venezuela karena khawatir terkena sanksi. Kondisi ini kemudian mendorong peningkatan stok minyak mentah dan bahan bakar PDVSA.

PDVSA Ambil Langkah Darurat

Untuk merespons tekanan tersebut, PDVSA memperlambat pengiriman dan menyimpan minyak di atas kapal tanker. Langkah ini bertujuan menjaga kapasitas produksi serta mencegah penghentian operasi kilang. Selain itu, perusahaan menyesuaikan pola distribusi agar pasokan domestik tetap terjaga.

Situasi semakin rumit setelah serangan siber pada Desember lalu melumpuhkan sistem administrasi perusahaan. Menyikapi kondisi itu, manajemen memutus koneksi sistem pusat dan kembali menggunakan pencatatan manual. Dengan cara ini, PDVSA berupaya memastikan produksi dan distribusi energi nasional tetap berjalan.

Klaim Penangkapan Presiden Venezuela

Sementara itu, eskalasi konflik meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa pasukan AS telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Melalui platform Truth Social, Trump menyebut klaim tersebut sebagai bagian dari operasi militer skala besar terhadap Venezuela.

Sebelum klaim itu muncul, militer AS melancarkan serangan udara di Caracas dan beberapa wilayah lain. Ledakan besar mengguncang pangkalan militer Fortuna. Pada saat yang sama, jet tempur terbang rendah di atas kota dan memicu kepanikan luas di tengah masyarakat.

Sorotan Dunia Internasional

Perkembangan serangan militer AS ke Venezuela menjadi perhatian dunia internasional. Media global seperti
<a href=”https://www.reuters.com/world/americas/” target=”_blank” rel=”nofollow noopener”>Reuters</a> menyoroti dampak konflik terhadap pasar energi global. Sementara itu,
<a href=”https://www.un.org/en/global-issues/peace-and-security” target=”_blank” rel=”nofollow noopener”>Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)</a> terus memantau eskalasi militer serta implikasi hukum internasional dari konflik tersebut.

Di dalam negeri, konflik ini menambah daftar krisis global yang berdampak pada
<a href=”https://duasatunews.com/ketegangan-geopolitik-global” target=”_self”>ketegangan geopolitik global</a>
serta memperburuk
<a href=”https://duasatunews.com/krisis-energi-dunia” target=”_self”>krisis energi dunia</a>, seiring meningkatnya ketidakpastian pasokan minyak internasional.

Adrian Moita

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi kasus siswa MTs tewas dianiaya oknum Brimob di Kota Tual

    Siswa MTs Tewas di Kota Tual, Oknum Brimob Jadi Tersangka

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 280
    • 0Komentar

    AMBON, (duasatunews.com) –  Siswa MTs tewas di Kota Tual, Maluku, dalam kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum anggota Brimob Polda Maluku. Peristiwa ini menyita perhatian publik karena berujung pada meninggalnya seorang pelajar serta memicu kemarahan keluarga dan warga setempat. Rekaman dan kesaksian yang beredar di media sosial turut membuat kasus tersebut mendapat perhatian Mabes Polri. […]

  • Iran blokade Selat Hormuz dan ancaman penutupan Laut Merah terhadap jalur perdagangan global

    Iran Ancam Tutup Laut Merah Usai Blokade AS, Ketegangan Maritim Meningkat

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Iran blokade Selat Hormuz menjadi sorotan dunia setelah Iran meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat. Langkah ini memicu ancaman serius terhadap jalur perdagangan global, termasuk kemungkinan penutupan Laut Merah. Kepala komando militer Iran, Ali Abdollahi, menegaskan bahwa pasukan Iran siap menghentikan aktivitas ekspor dan impor di kawasan strategis. Ia menyebut wilayah seperti Teluk Persia, Laut […]

  • TNI AL gagalkan penyelundupan sianida 1,4 ton di Bitung

    Penyelundupan Sianida Bitung, TNI AL Amankan 1,4 Ton

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com)  – TNI AL menggagalkan penyelundupan sianida seberat 1,4 ton melalui Pelabuhan Ferry ASDP Bitung, Sulawesi Utara. Petugas menemukan bahan kimia berbahaya itu saat memeriksa kendaraan yang turun dari kapal feri rute Talaud–Bitung. Operasi ini menunjukkan keberhasilan pengawasan laut oleh personel TNI Angkatan Laut bersama Bea Cukai di kawasan pelabuhan. Dalam siaran pers yang diterima […]

  • amine Yamal Laureus 2026 menerima penghargaan di Madrid

    Lamine Yamal Laureus 2026: Samai Cruyff di Usia 18 Tahun

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Madrid (duasatunews.com) –  Lamine Yamal Laureus 2026 menjadi sorotan setelah penyerang muda FC Barcelona, Lamine Yamal, menyamai pencapaian legenda Johan Cruyff dalam ajang Laureus World Sports Awards. Barcelona mengumumkan pada Selasa (21/4) bahwa Yamal meraih penghargaan Young Sportsperson of The Year 2026. Penyelenggara menyerahkan trofi tersebut dalam seremoni resmi di Madrid, Spanyol, Senin (20/4). Penghargaan […]

  • BP3MI Sultra Pastikan PMI Asal Konawe Aman di Oman

    BP3MI Sultra Pastikan PMI Asal Konawe Aman di Oman

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Kendari, (duasatunews.com) – PMI Konawe di Oman kini berada dalam kondisi aman setelah meninggalkan rumah majikan. Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Sulawesi Tenggara menerima informasi terbaru mengenai keberadaan korban dan langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Kepala BP3MI Sultra, La Ode Askar, menyatakan korban saat ini tinggal sementara di rumah PMI lain di Oman. Ia memastikan […]

  • protes perang timur tengah spanyol di madrid

    Protes perang Spanyol: Ribuan Warga Tolak Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Madrid, (duasatunews.com) — Protes perang Spanyol terjadi di lebih dari 150 kota ketika ribuan warga turun ke jalan untuk menentang konflik di Timur Tengah. Para demonstran juga menuntut agar semua pihak menghentikan permusuhan serta mematuhi hukum internasional. Aksi terbesar berlangsung di Madrid pada Sabtu (14/3). Sekitar 5.000 orang berkumpul di sekitar Stasiun Atocha, menurut sumber […]

expand_less