Trump Konflik Iran: Penasihat Desak Akhiri Operasi Militer
- account_circle adrian moita
- calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
- visibility 116
- comment 0 komentar
- print Cetak

ilustrasi peta konflik Amerika Serikat Iran di Timur Tengah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
WASHINGTON, (duasatunews.com) — Trump konflik Iran kembali menjadi perhatian setelah sejumlah penasihat Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak pemerintahannya untuk segera mencari jalan keluar dari konflik dengan Iran. Para penasihat menilai tujuan operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran sudah tercapai.
Laporan The Wall Street Journal pada Senin (9/3/2026) mengungkap desakan tersebut dengan mengutip sumber yang mengetahui pembahasan internal di pemerintahan Amerika Serikat.
Para penasihat juga menyoroti kenaikan tajam harga minyak serta potensi tekanan politik di dalam negeri. Mereka menilai konflik yang berkepanjangan dapat memicu reaksi politik yang lebih luas di Amerika Serikat.
Pada hari yang sama, Trump menyatakan bahwa operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran akan segera berakhir.
Trump Konflik Iran Berpotensi Berlanjut
Meski demikian, sejumlah pejabat pemerintahan menilai konflik tersebut belum tentu berakhir dalam waktu dekat.
Beberapa pejabat mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa situasi keamanan di Timur Tengah masih sangat tegang. Mereka menilai Amerika Serikat akan sulit keluar dari konflik jika Iran terus menyerang negara-negara di kawasan dan Israel tetap melancarkan serangan terhadap target Iran.
Seorang pejabat pemerintah juga menyebut Trump tidak akan menghentikan pertempuran sebelum ia merasa mencapai kemenangan yang memuaskan.
Pejabat tersebut menambahkan bahwa Trump sering merasa terkejut melihat sikap Iran yang menolak memenuhi tuntutan Amerika Serikat dan Israel meskipun menghadapi tekanan militer.
Serangan Militer Picu Eskalasi
Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran.
Serangan tersebut merusak sejumlah fasilitas serta menimbulkan korban sipil.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan terhadap wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Iran menyebut serangan balasan itu sebagai bentuk pertahanan diri terhadap operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Selain itu, beberapa analis keamanan menilai konflik tersebut berpotensi memperluas ketegangan di kawasan Timur Tengah. Mereka menilai keterlibatan sejumlah negara sekutu di kawasan dapat memperumit upaya diplomasi untuk menghentikan konflik.
Para pengamat juga memperingatkan bahwa eskalasi konflik dapat memengaruhi stabilitas energi global, terutama jika ketegangan terus meningkat di wilayah Teluk yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
