RI–AS Kunci Komitmen Dagang dan Investasi US$ 38,4 Miliar Lewat Forum Bisnis 2026
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
- visibility 122
- comment 0 komentar
- print Cetak

Forum Bisnis Indonesia–Amerika Serikat 2026 memperkuat industri RI AS melalui komitmen dagang dan investasi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA,Duasatunews.com – Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati komitmen perdagangan dan investasi senilai US$ 38,4 miliar dalam Forum Bisnis Indonesia–Amerika Serikat 2026 di U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C. Kesepakatan ini memperkuat hubungan ekonomi bilateral kedua negara.
Forum tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Prabowo Subianto ke Amerika Serikat. Dalam agenda yang sama, Indonesia dan AS menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) bersama Presiden AS Donald Trump.
Indonesia Tawarkan Basis Produksi Strategis
Dalam sesi diskusi bersama pimpinan perusahaan Amerika Serikat, Presiden Prabowo menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis di Asia Tenggara. Ia menyebut Indonesia memiliki skala ekonomi besar, demografi kuat, dan kebijakan yang terbuka bagi investasi.
Menurut Prabowo, Indonesia tidak hanya menjadi pasar. Indonesia juga siap menjadi basis produksi bagi perusahaan Amerika.
Dunia Usaha AS Tingkatkan Kepercayaan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan hasil forum menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha AS terhadap kebijakan ekonomi Indonesia.
Forum ini mempertemukan CEO perusahaan utama Amerika dengan delegasi strategis Indonesia. Penyelenggara forum meliputi U.S. Chamber of Commerce, US-ASEAN Business Council, dan US-Indonesia Society.
Indonesia mengamankan komitmen perdagangan sektor pertanian senilai US$ 4,5 miliar. Kesepakatan ini mencakup kontrak jangka menengah dan panjang.
Komitmen tersebut menjamin pasokan bahan baku strategis bagi industri pangan, pakan ternak, dan tekstil. Pemerintah menilai langkah ini membantu menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional.
Sektor Industri Dominasi Nilai Kesepakatan
Sektor industri menyumbang sekitar US$ 33,9 miliar dari total komitmen. Kerja sama mencakup pengembangan semikonduktor, daur ulang tekstil, dan kawasan industri berbasis teknologi hijau.
Indonesia juga memperkuat kemitraan antara KADIN dan US-ASEAN Business Council. Kedua pihak mendorong pengembangan kawasan perdagangan bebas lintas negara.
Semikonduktor Perkuat Rantai Pasok Global
Kerja sama semikonduktor menempatkan Indonesia dalam rantai pasok teknologi global. Indonesia menyiapkan pengembangan fasilitas wafer dan ekosistem industri terintegrasi.
Langkah ini mempercepat transformasi Indonesia menjadi basis produksi berteknologi tinggi. Pemerintah juga menargetkan peningkatan nilai tambah industri nasional.
Airlangga menegaskan skema reciprocal trade memberi manfaat nyata bagi kedua negara. Indonesia memperoleh akses pasar, kepastian pasokan, dan investasi teknologi.
Di sisi lain, Amerika Serikat mendapatkan mitra produksi yang stabil dan kompetitif. Kemitraan ini memperkuat rantai pasok global kedua negara dalam jangka panjang.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://duasatunews.com

Saat ini belum ada komentar