Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Ketergantungan Dolar Masih Membayangi, Indonesia Perlu Perkuat Transaksi dengan Mata Uang Lokal

Ketergantungan Dolar Masih Membayangi, Indonesia Perlu Perkuat Transaksi dengan Mata Uang Lokal

  • account_circle Reski
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,(duasatunews.com) – Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi perhatian karena sering memicu tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia masih perlu mengurangi ketergantungan terhadap mata uang tersebut.

Saat dolar AS menguat, biaya impor ikut naik. Kenaikan itu dapat mendorong inflasi dan menambah beban pelaku usaha. Banyak perusahaan juga harus menyesuaikan strategi bisnis untuk menghadapi perubahan biaya produksi dan perdagangan.

Rupiah Kerap Tertekan Saat Dolar Menguat

Tekanan terhadap rupiah bukan fenomena baru. Dalam berbagai periode gejolak ekonomi global, rupiah sering melemah ketika dolar AS menguat. Kondisi serupa terjadi saat krisis Asia 1998, gejolak pasar keuangan 2013, pandemi COVID-19, hingga ketidakpastian ekonomi saat ini.

Meski demikian, fondasi ekonomi Indonesia kini lebih kuat dibandingkan dua dekade lalu. Cadangan devisa nasional masih berada pada level yang aman. Posisi tersebut mampu mendukung kebutuhan impor dan menjaga stabilitas ekonomi.

Namun, kekuatan cadangan devisa belum sepenuhnya menghilangkan kerentanan terhadap dolar AS. Struktur perdagangan dan pembiayaan internasional masih membuat Indonesia sensitif terhadap perubahan ekonomi global.

Dominasi Dolar dalam Perdagangan Global

Dolar AS masih menjadi mata uang utama dalam perdagangan internasional. Banyak negara menggunakan dolar untuk transaksi ekspor, impor, dan pembiayaan lintas negara.

Sebagian besar transaksi ekspor Indonesia juga masih menggunakan dolar AS. Akibatnya, perubahan nilai dolar dapat memengaruhi biaya perdagangan dan aktivitas bisnis nasional.

Dominasi tersebut membuat banyak negara berkembang menghadapi tekanan ketika dolar menguat. Indonesia termasuk negara yang merasakan dampak tersebut karena aktivitas perdagangan internasional masih bergantung pada mata uang AS.

Mendorong Penggunaan Mata Uang Lokal

Pemerintah bersama otoritas terkait terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko yang muncul akibat fluktuasi dolar AS.

Selain itu, pemerintah juga berupaya memperluas pasar ekspor dan memperkuat industri dalam negeri. Strategi tersebut dapat meningkatkan ketahanan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Penggunaan mata uang lokal yang lebih luas dapat membantu mengurangi tekanan terhadap rupiah. Kebijakan itu juga berpotensi memperkuat stabilitas ekonomi ketika terjadi gejolak di pasar keuangan global.

Dengan dukungan fundamental ekonomi yang lebih baik, Indonesia memiliki peluang untuk membangun sistem ekonomi yang lebih kuat. Upaya tersebut dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus meningkatkan daya tahan ekonomi nasional.

  • Penulis: Reski
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Timnas Indonesia Piala Asia, Herdman Optimistis 2027

    Timnas Indonesia Piala Asia, Herdman Optimistis 2027

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 387
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Timnas Indonesia Piala Asia menjadi fokus utama pelatih kepala baru John Herdman. Ia menyatakan keyakinan bahwa skuad Garuda mampu tampil kompetitif pada Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Herdman menilai tim memiliki kualitas pemain dan pengalaman penting dari turnamen besar. Herdman menyampaikan pandangan itu dalam jumpa pers perdananya sebagai pelatih Tim Nasional […]

  • Dugaan pembegalan UNSULTRA menjadi sorotan publik

    Dugaan Pembegalan UNSULTRA Disorot Publik

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Penulis: Eni Samayati
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Kendari, (duasatunews.com) — Dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara kembali menjadi sorotan. Sejumlah kalangan menyoroti dugaan pembegalan di Universitas Sulawesi Tenggara (UNSULTRA). Mereka menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan konflik tata kelola kampus yang melibatkan perubahan Akta Notaris, tekanan internal, dan intervensi non-akademik. Konflik Tata Kelola Mencuat Para pengkritik menyatakan perubahan administratif terjadi tanpa keterbukaan yang […]

  • Banjir Duri Kosambi merendam permukiman warga Jakarta Barat

    Banjir Hampir Semeter Rendam Permukiman Warga Duri Kosambi, Jakbar

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 395
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Banjir Duri Kosambi kembali merendam permukiman warga di Jalan Pulo Indah Raya, RT 10/RW 08, Duri Kosambi, Jakarta Barat, pada Jumat. Hujan dengan intensitas tinggi sejak pagi hari memicu genangan air yang masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian sekitar 60 hingga 80 sentimeter. Genangan air menutup akses jalan utama di kawasan permukiman […]

  • Pos Bantuan Hukum Sultra Hadir di Seluruh Desa dan Kelurahan

    Pos Bantuan Hukum Sultra Hadir di Seluruh Desa dan Kelurahan

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Pos Bantuan Hukum Sultra resmi hadir di seluruh desa dan kelurahan setelah Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara meraih penghargaan atas komitmennya memperluas akses keadilan bagi masyarakat. Dengan demikian, pemerintah daerah kini memiliki instrumen hukum yang lebih dekat dengan warga. Selanjutnya, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara membentuk 2.285 Pos Bantuan Hukum […]

  • KUHP Baru Batasi Pasal Penghinaan Lembaga Negara, Wamenkum: Proses Hukum Jalan Jika Ada Laporan

    KUHP Baru Batasi Pasal Penghinaan Lembaga Negara, Wamenkum: Proses Hukum Jalan Jika Ada Laporan

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 406
    • 0Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com – Penghinaan lembaga negara dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru kembali menarik perhatian publik. Perbincangan ini muncul seiring kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap kemungkinan pembatasan kebebasan berekspresi dan ruang kritik. Wakil Menteri Hukum dan HAM menyatakan bahwa aparat penegak hukum tidak langsung memproses dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan martabat lembaga negara. KUHP baru secara […]

  • Penyerapan Tenaga Kerja Jadi Fokus Kadin Dorong Peran Swasta

    Penyerapan Tenaga Kerja Jadi Fokus Kadin Dorong Peran Swasta

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Jakarta, dusatunews.com — Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menempatkan penyerapan tenaga kerja sebagai agenda utama untuk memperkuat kelas menengah dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Kadin mendorong sektor swasta memperluas penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Aviliani, menegaskan bahwa dunia usaha perlu bergerak aktif membantu pemerintah. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara […]

expand_less