Mussafah 2 Meledak di Selat Hormuz, Tiga WNI Hilang
- account_circle adrian moita
- calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kemlu masih mencari tiga WNI yang menjadi ABK Tug Boat Mussafah 2 berbendera UEA yang meledak di Selat Hormuz, Jumat (6/3/2026) dini hari. (Foto: Ilustrasi/Anadolu)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (duasatunews.com) – Insiden Mussafah 2 meledak terjadi di Selat Hormuz yang berada di antara perairan Uni Emirat Arab dan Oman. Ledakan tersebut menyebabkan tiga anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) hilang.
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa ledakan terjadi pada Jumat (6/3/2026) dini hari.
Perwakilan Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia Abu Dhabi dan Kedutaan Besar Republik Indonesia Muscat menerima laporan insiden tersebut tidak lama setelah kejadian.
“Berdasarkan saksi mata, Mussafah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar lalu tenggelam. Hingga saat ini otoritas di UEA dan Oman masih menyelidiki penyebab insiden ini,” ujar Heni.
Kronologi Mussafah 2 Meledak
Kapal Mussafah 2 membawa tujuh awak berkewarganegaraan Indonesia, India, dan Filipina.
Empat awak kapal berhasil selamat dari insiden tersebut. Salah satu WNI yang selamat kini menjalani perawatan akibat luka bakar di rumah sakit di Kota Khasab, Oman.
Sementara itu, tiga WNI lainnya masih hilang dan otoritas setempat terus melakukan pencarian.
Selain awak kapal tersebut, seorang WNI lain berada di lokasi kejadian tetapi berada di kapal berbeda dan dilaporkan dalam kondisi selamat.
Kemlu Koordinasi Cari WNI Hilang
Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan otoritas di UEA dan Oman untuk mempercepat pencarian korban.
Perwakilan Indonesia juga berkomunikasi dengan perusahaan pelayaran Safeen Prestige yang mengoperasikan kapal tersebut.
Kemlu juga mendorong otoritas setempat melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengetahui penyebab ledakan kapal.
Imbauan untuk WNI di Timur Tengah
Selain menangani insiden tersebut, Kementerian Luar Negeri mengimbau WNI yang bekerja di kapal laut agar meningkatkan kewaspadaan.
WNI di kawasan Timur Tengah diminta memantau perkembangan situasi melalui sumber resmi serta menjaga komunikasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia. Kemlu juga mengingatkan para pekerja migran untuk segera melakukan lapor diri kepada perwakilan RI agar pemerintah dapat memberikan respons cepat apabila terjadi keadaan darurat.
Selain itu, pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi di kawasan Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Pemerintah berharap proses pencarian awak kapal yang hilang dapat segera membuahkan hasil.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
