Iran Selat Hormuz : Siap Hadapi Rencana Pengawalan Kapal AS
- account_circle adrian moita
- calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
- visibility 130
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Ilustrasi ketegangan Iran dan Amerika Serikat di Selat Hormuz
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Teheran, (duasatunews.com) – Iran Selat Hormuz kembali menjadi sorotan setelah Teheran menyatakan kesiapan menghadapi kemungkinan Amerika Serikat mengerahkan pasukan untuk mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Jalur laut ini merupakan salah satu rute perdagangan energi paling penting di dunia.
Juru bicara Islamic Revolutionary Guard Corps, Ali Mohammad Naini, menyampaikan pernyataan tersebut pada Sabtu (7/3). Ia menegaskan bahwa Iran siap menghadapi kehadiran konvoi militer Amerika Serikat jika Washington benar-benar melaksanakan rencana tersebut.
“Iran sangat menyambut kemungkinan pasukan AS mengawal kapal tanker melintasi Selat Hormuz. Kami menunggu kehadiran mereka,” ujar Naini seperti dikutip media penyiaran Iran.
Ketegangan Iran Selat Hormuz Semakin Meningkat
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. Selain itu, berbagai negara mulai mengkhawatirkan keamanan pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman energi dunia.
Sementara itu, sejumlah perusahaan energi dan operator kapal tanker terus memantau situasi keamanan di kawasan tersebut. Mereka menilai setiap gangguan di jalur Iran Selat Hormuz dapat mempengaruhi stabilitas pasokan minyak global.
AS Pertimbangkan Pengawalan Kapal
Sebelumnya, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengisyaratkan rencana pengerahan angkatan laut untuk mengawal kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Langkah tersebut bertujuan menjaga kelancaran jalur perdagangan energi dunia. Selain itu, pemerintah AS berharap rencana tersebut dapat meredakan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan gangguan pasokan minyak.
Namun demikian, rencana itu juga berpotensi meningkatkan ketegangan militer di kawasan Teluk.
Selat Hormuz Jalur Vital Energi Dunia
Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Selain itu, jalur ini menjadi rute utama ekspor minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah.
Sekitar 20 persen perdagangan global minyak, produk petroleum, dan gas alam cair melewati jalur ini setiap hari. Karena itu, stabilitas keamanan di Selat Hormuz sangat mempengaruhi pasar energi dunia.
Konflik Iran dengan AS dan Israel Terus Memanas
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Serangan tersebut menimbulkan kerusakan infrastruktur serta korban sipil. Setelah itu, Iran membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Karena itu, konflik di kawasan Teluk terus meningkat. Selain itu, situasi tersebut juga memicu kekhawatiran dunia internasional terhadap kemungkinan meluasnya konflik di Timur Tengah.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
