Trump Klaim Iran Minta Maaf Usai Serangan AS–Israel
- account_circle adrian moita
- calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
- visibility 150
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Moskow, (duasatunews.com) – Trump klaim Iran minta maaf kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah setelah menghadapi serangan dari Amerika Serikat dan Israel. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan tersebut melalui akun media sosialnya di Truth Social pada Sabtu (7/3).
“Iran, yang sedang dihantam habis-habisan, telah meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah dan berjanji tidak akan lagi menembaki mereka,” tulis Trump.
Ia juga menambahkan bahwa situasi tersebut menjadi pertama kalinya Iran kalah dari negara-negara di kawasan Timur Tengah.
“Mereka mengatakan ‘terima kasih Presiden Trump’, dan saya menjawab ‘sama-sama’,” kata Trump.
Trump Ancam Serangan Lebih Besar
Trump menilai Iran tidak lagi mampu bertindak sebagai “perundung” di Timur Tengah. Ia menyebut negara itu telah kalah dan akan tetap berada dalam posisi tersebut selama beberapa dekade mendatang.
Sementara itu, kantor berita RIA Novosti melaporkan bahwa Trump juga berencana melancarkan serangan besar pada Sabtu. Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump bahkan mengancam akan menghancurkan sejumlah wilayah dan kelompok yang sebelumnya tidak masuk daftar target.
“Hari ini Iran akan kami hantam sangat keras. Wilayah dan kelompok orang yang sebelumnya tidak kami pertimbangkan sebagai target kini sedang kami pertimbangkan untuk dihancurkan sepenuhnya,” tulisnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump klaim Iran minta maaf kepada negara-negara di kawasan Timur Tengah akibat tekanan militer dari Amerika Serikat dan Israel.
Iran Belum Tanggapi Klaim Trump
Hingga berita ini ditulis, pemerintah Iran maupun negara-negara Teluk belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim Trump tersebut.
Namun sebelumnya, Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Amir Saeid Iravani menegaskan bahwa Iran akan terus membela diri. Ia menyatakan Iran akan mempertahankan diri hingga Amerika Serikat dan Israel menghentikan apa yang ia sebut sebagai agresi dan tindakan barbar.
Ketegangan Timur Tengah Terus Meningkat
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari.
Serangan tersebut menewaskan lebih dari 900 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei serta sedikitnya 165 siswi sekolah.
Sebagai balasan, Iran kemudian meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan lokasi-lokasi yang terkait dengan Amerika Serikat di negara-negara Teluk.
Serangan balasan itu memperbesar risiko eskalasi konflik di Timur Tengah dan memicu kekhawatiran dunia internasional terhadap kemungkinan meluasnya perang di kawasan.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
