Pemerintah : Dana Riset Kampus Rp57 Miliar untuk 122 Program
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani dalam kegiatan Kick Off Program Bestari Saintek dan Peluncuran Program Semesta Skema Pendanaan APBN Tahun 2026 di Jakarta, Rabu
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta (duasatunews.com) – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan mengalokasikan dana riset kampus sebesar Rp57 miliar untuk mendanai 122 program penelitian di perguruan tinggi. Kebijakan ini bertujuan memperkuat ekosistem inovasi nasional sekaligus mendorong pemanfaatan hasil riset di sektor industri.
Selanjutnya, pemerintah menyalurkan anggaran tersebut melalui Program Bestari Saintek dalam kerangka Program Semesta Skema Pendanaan APBN 2026 di Jakarta.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, menyatakan program ini menarik minat tinggi dari akademisi. Selain itu, tim seleksi menjaring inovasi berbasis kebutuhan masyarakat melalui proses kompetitif.
Sebanyak 122 tim periset melibatkan 854 dosen dan tenaga kependidikan. Mereka juga menggandeng 341 mitra dari berbagai sektor untuk memperkuat implementasi program.
Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mencatat kontribusi sebesar 57,8 persen. Sementara itu, Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menyumbang 42,2 persen. Kondisi ini menunjukkan kedua sektor aktif mendorong penguatan riset nasional.
Sebaran Program Riset di Berbagai Sektor
Para peneliti membagi program ini ke dalam delapan sektor strategis. Pangan dan pertanian mendominasi dengan 45 tim. Kemudian, sektor sosial humaniora, seni budaya, dan pendidikan mencakup 30 tim.
Di sisi lain, kemaritiman melibatkan 12 tim, sedangkan teknologi informasi dan komunikasi mencakup 9 tim. Selain itu, sektor kesehatan dan obat serta kebencanaan masing-masing melibatkan 8 tim. Energi dan energi baru terbarukan mencakup 6 tim, dan material maju melibatkan 4 tim.
Dampak Dana Riset Kampus dan Hilirisasi
Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto, menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam penggunaan dana. Ia mendorong peneliti memastikan hasil riset memberi dampak nyata dan dapat diadopsi industri.
Keberlanjutan Riset Kampus
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengingatkan akademisi agar tidak menghentikan riset pada publikasi ilmiah. Oleh karena itu, ia meminta peneliti terus mengembangkan penelitian hingga menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat.
- Penulis: Adrian Moita
- Editor: Nur Wayda
