Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » KPK Tahan Pejabat Bea Cukai, Sita Rp5,19 Miliar Uang Tunai

KPK Tahan Pejabat Bea Cukai, Sita Rp5,19 Miliar Uang Tunai

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 153
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (duasatunews.com) – KPK tahan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berinisial BBP yang menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan (P2) pada Jumat (27/2/2026). Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan BBP sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait kegiatan importasi barang.

KPK Tahan Pejabat Bea Cukai Selama 20 Hari

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menyampaikan penyidik menahan BBP selama 20 hari pertama, terhitung sejak 27 Februari hingga 18 Maret 2026. Penyidik menempatkan BBP di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk kepentingan penyidikan.

Menurut Asep, penahanan tersebut diperlukan agar proses pendalaman perkara dapat berjalan efektif. Penyidik juga masih mengumpulkan alat bukti tambahan terkait dugaan tindak pidana korupsi di sektor kepabeanan.

Peran Pegawai Bea Cukai dalam Kasus Korupsi

Dalam penyidikan, KPK mengungkap dugaan keterlibatan pegawai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea dan Cukai berinisial SA. Penyidik menduga SA menerima serta mengelola uang dari pengusaha barang kena cukai dan para importir. SA menjalankan aktivitas tersebut atas perintah BBP dan Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC berinisial SIS.

Asep menjelaskan SA menyimpan uang hasil pengumpulan tersebut di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Pusat. SA menyewa apartemen itu sejak pertengahan 2024 atas arahan langsung dari BBP dan SIS. Penyidik menduga uang tersebut berasal dari praktik pengaturan jalur masuk importasi barang serta pengurusan cukai.

KPK Sita Rp5,19 Miliar dari Safe House

Pada awal Februari 2026, BBP memerintahkan SA untuk memindahkan uang dari apartemen di Jakarta Pusat ke lokasi lain di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan. Penyidik kemudian memantau pergerakan tersebut dan melakukan penggeledahan di dua lokasi yang diduga menjadi safe house.

Dari penggeledahan itu, KPK menyita uang tunai dengan total nilai lebih dari Rp5,19 miliar. Penyidik menemukan uang dalam mata uang rupiah dan berbagai mata uang asing yang tersimpan di dalam lima koper. KPK menegaskan akan terus menelusuri aliran dana serta mendalami peran pihak lain di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Geger, Pilot Air India Diduga Mabuk Saat Hendak Terbangkan Pesawat di Kanada

    Geger, Pilot Air India Diduga Mabuk Saat Hendak Terbangkan Pesawat di Kanada

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pilot Air India mabuk menjadi sorotan setelah otoritas Kanada menurunkan seorang pilot dari pesawat di Bandara Internasional Vancouver sebelum lepas landas. Demi menjaga keselamatan penerbangan, petugas mengambil langkah tegas setelah menemukan indikasi konsumsi alkohol yang melanggar prosedur operasional. Tak lama setelah kejadian itu, regulator transportasi Kanada langsung merespons. Penilaian awal menyebut peristiwa […]

  • Dampak tambang nikel di Indonesia terhadap lingkungan

    Nikel, Negara, dan Luka yang Tak Terobati: Ketika Sumber Daya Menjadi Sumber Derita

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 758
    • 0Komentar

    Nikel, Negara, dan Luka yang Tak Terobati: Ketika Sumber Daya Menjadi Sumber Derita Oleh: Arin Fahrul Sanjaya, S.I.Kom. aktivis Komunikasi Sosial dan Pemerhati Isu Hukum & Lingkungan Pengantar: Emas Baru, Luka Lama Dalam dua dekade terakhir, industri pertambangan nikel di Indonesia tumbuh pesat. Nikel kini menjadi komoditas strategis global karena berperan penting dalam baterai kendaraan […]

  • Eks Ketua PN Jaksel: Kalau Tahu Suap Rp60 Miliar, Saya Pasti Tagih

    Eks Ketua PN Jaksel: Kalau Tahu Suap Rp60 Miliar, Saya Pasti Tagih

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 291
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Ketidakjelasan alur uang suap dalam perkara vonis lepas crude palm oil (CPO) kembali memicu pertanyaan publik soal pengawasan internal peradilan. Mantan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Muhammad Arif Nuryanta mengaku tidak mengetahui besaran uang yang diterima panitera pengadilan, meski perkara tersebut berakhir dengan putusan lepas bagi tiga korporasi besar. Pengakuan itu menempatkan […]

  • Prabowo terima Megawati di Istana Merdeka Jakarta

    Prabowo Terima Megawati di Istana, Puan dan Dasco Ikut

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 119
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Prabowo terima Megawati di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis siang, dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Presiden Prabowo Subianto menyambut langsung Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di serambi Istana. Selain itu, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad turut mendampingi dalam pertemuan tersebut. Pertemuan ini menjadi bagian dari […]

  • PLTN Bushehr Iran saat terjadi serangan militer

    Serangan PLTN Bushehr Iran Picu Kekhawatiran Radiasi Global

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Moskow, (duasatunews.com) –  Serangan PLTN Bushehr Iran kembali memicu kekhawatiran global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Risiko kebocoran radiasi menjadi perhatian utama karena potensi dampaknya yang dapat meluas lintas negara. Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency, Rafael Grossi, menyampaikan peringatan pada Kamis (26/3). Ia mengungkapkan bahwa aktivitas militer terdeteksi di sekitar […]

  • Golkar dukung Prabowo Gibran ditegaskan Bahlil Lahadalia

    Golkar Dukung Prabowo Gibran hingga Akhir Pemerintahan

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen partainya mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga akhir masa jabatan. Bahlil menyampaikan pernyataan itu usai menghadiri Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat. Menurut Bahlil, Golkar memiliki kewajiban politik karena partai tersebut mengusung […]

expand_less