Pelintasan Kereta Sebidang Disorot AHY Usai Kecelakaan Bekasi
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta (duasatunews.com) – Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti banyaknya pelintasan kereta sebidang yang bersinggungan langsung dengan jalan raya. Ia mendorong percepatan pembangunan flyover di sejumlah titik rawan untuk meningkatkan keselamatan dan mengurangi kemacetan.
AHY menyampaikan hal itu saat meninjau lokasi kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). Ia menilai pelintasan kereta sebidang memicu risiko kecelakaan di kawasan padat aktivitas.
Ia menjelaskan pembangunan flyover membutuhkan perencanaan matang. Pemerintah harus menyiapkan tata ruang dan lahan sebelum memulai proyek. Meski prosesnya kompleks, ia meminta semua pihak mempercepat pengerjaan agar manfaatnya segera dirasakan.
Menurut AHY, pembangunan flyover mampu mengurai kepadatan lalu lintas dan menekan potensi kecelakaan. Pemerintah akan menata ulang sistem lalu lintas setelah proyek berjalan. Pemerintah juga berencana menutup pelintasan sebidang yang sudah tidak aman.
AHY menegaskan setiap pelintasan kereta harus memiliki pengamanan. Ia meminta pemasangan palang pintu dan penempatan petugas penjaga di seluruh titik. Langkah ini penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.
Sementara itu, Polda Metro Jaya mencatat 15 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Kabid Dokkes Kombes Martinus Ginting menyatakan tim masih mengidentifikasi korban.
Petugas menempatkan 10 jenazah di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Petugas juga menangani lima jenazah lainnya di RS Kota Bekasi. Tim forensik terus memastikan identitas korban sebelum menyerahkannya kepada keluarga.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur transportasi yang aman. Pemerintah menargetkan sistem yang lebih tertib dan aman di seluruh pelintasan kereta sebidang.
- Penulis: Adrian Moita
- Editor: Nur Wayda
