Trump Xi Jinping Iran: Trump Klaim China Setop Kirim Senjata ke Iran
- account_circle Reski
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto...Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping saat pertemuan bilateral yang membahas hubungan diplomatik dan isu Iran.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta,(duasatunews.com) — Trump Xi Jinping Iran kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Presiden China Xi Jinping sepakat tidak mengirim senjata ke Iran. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan global akibat konflik di Timur Tengah.
Trump mengungkapkan bahwa ia mengirim surat langsung kepada Xi Jinping untuk meminta kejelasan terkait dugaan dukungan militer China kepada Iran. Ia menegaskan bahwa Xi membalas surat tersebut dengan menyatakan China tidak memasok senjata.
“Saya menulis surat kepadanya agar tidak melakukan itu, dan dia mengatakan tidak melakukannya,” ujar Trump.
Ketegangan Global dan Peran China
Ketegangan antara Amerika Serikat dan China terus meningkat, terutama sejak konflik Iran memanas. Kebijakan militer AS, termasuk langkah di jalur strategis seperti Selat Hormuz, memicu kritik dari Beijing.
China menilai kebijakan tersebut berisiko meningkatkan konflik terbuka di kawasan. Di sisi lain, Amerika Serikat menegaskan langkah itu bertujuan menjaga stabilitas jalur perdagangan global dan keamanan energi dunia.
Rivalitas dan Isu Keamanan Siber
Selain isu Iran, Trump juga menyinggung dugaan serangan siber yang melibatkan China terhadap lembaga Amerika. Ia tidak mengonfirmasi secara rinci, tetapi menyebut aktivitas tersebut terjadi di kedua pihak.
“China tetap China. Tidak mudah, tetapi kami mampu menghadapinya,” kata Trump.
Ia juga menekankan bahwa pemerintahannya menerapkan pendekatan tegas dalam menghadapi berbagai tantangan dari China, termasuk di bidang teknologi dan keamanan.
Pertemuan Trump-Xi Jadi Penentu
Rencana pertemuan Trump dan Xi Jinping pada 14–15 Mei di Beijing diperkirakan menjadi momen penting. Keduanya akan membahas isu strategis, mulai dari konflik Iran hingga hubungan ekonomi global.
Sejumlah pengamat menilai pertemuan ini dapat membuka peluang meredakan ketegangan. Namun, hingga kini, pemerintah China belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim Trump tersebut.
Jika kesepakatan benar terjadi, langkah ini dapat berdampak besar terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah serta hubungan diplomatik antara negara-negara besar dunia. Situasi ini juga akan memengaruhi dinamika politik global dalam beberapa waktu ke depan.
- Penulis: Reski
- Editor: Windi anggraini

Saat ini belum ada komentar