Jakarta, (duasatunews.com) — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jakarta Pusat langsung mengurus akta kematian korban tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4). Korban bernama Nuryati binti Tarmidi.
Ketua TP PKK Jakarta Pusat, Witri Yenny Arifin, menegaskan timnya segera memproses dokumen agar keluarga bisa langsung memakainya.
“Saya langsung memproses akta kematian almarhumah. Keluarga kini sudah dapat memakai dokumen itu,” ujarnya di Jakarta, Selasa.
Korban Kader Jumantik
Witri menjelaskan, almarhumah bekerja sebagai kader Jumantik di RT 004/RW 008 Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia juga menjadi ibu dari Halimah, kader Dasawisma di wilayah tersebut.
Jajaran Dukcapil Jakarta Pusat membantu mempercepat penerbitan dokumen untuk meringankan beban keluarga. Witri turut menyampaikan doa bagi almarhumah serta keluarga yang ditinggalkan.
Korban Tewas 15 Orang
Kepolisian mencatat 15 orang meninggal dalam tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, merinci lokasi jenazah. RS Polri menampung 10 jenazah. RSUD Bekasi menampung tiga jenazah. RS Bella Bekasi menampung satu jenazah. RS Mitra Keluarga Bekasi menampung satu jenazah.
Peristiwa itu terjadi pada Senin malam (27/4). Aparat masih menangani kasus tabrakan tersebut.
Saat ini belum ada komentar