Breaking News
light_mode
Beranda » Kriminal » Viral Bayi Dianiaya di Daycare Banda Aceh, Pengasuh Ditangkap Polisi

Viral Bayi Dianiaya di Daycare Banda Aceh, Pengasuh Ditangkap Polisi

  • account_circle Reski
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
  • visibility 93
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,(duasatunews.com) — Rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan penganiayaan bayi di sebuah daycare di Kota Banda Aceh memicu perhatian luas. Polisi kemudian menangkap pengasuh berinisial DS (24) dan langsung memeriksanya.

Peristiwa itu terjadi di penitipan anak di Kecamatan Syiah Kuala pada Senin (27/4) sekitar pukul 07.45 WIB. Saat itu, seorang bayi menangis ketika pengasuh menyuapinya. Namun kemudian, pelaku mengangkat bayi secara kasar lalu menjatuhkannya sehingga korban menangis semakin keras. Pelaku juga menarik tubuh korban dan memperparah kondisi bayi tersebut.

Selain itu, rekaman menunjukkan pengasuh lain berada di lokasi, tetapi mereka tidak mencegah tindakan tersebut. Karena itu, video yang beredar di media sosial memicu kecaman publik dan meningkatkan perhatian terhadap keamanan di tempat penitipan anak.

Sementara itu, pengelola daycare segera mengambil langkah tegas. Pihak yayasan langsung memecat tiga pengasuh, termasuk pelaku dan dua orang di lokasi. Mereka melakukan langkah itu untuk menjaga keamanan anak-anak lain sekaligus merespons kejadian dengan cepat.

Selanjutnya, pihak yayasan menjelaskan bahwa orang tua dapat mengakses CCTV sebagai bentuk transparansi. Setelah mengetahui kejadian tersebut, mereka segera menghubungi orang tua korban. Kemudian, pihak daycare memperketat pengawasan dan meningkatkan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang.

Kemudian, Polresta Banda Aceh terus mendalami kasus ini. Petugas memeriksa enam saksi dari pihak yayasan dan pengasuh. Hasil awal menunjukkan pelaku melakukan kekerasan pada 22 April dan kembali mengulanginya pada 27 April 2026.

Saat ini, penyidik terus mengembangkan kasus untuk mengungkap seluruh fakta. Selain itu, polisi juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain. Oleh sebab itu, aparat menegaskan komitmen mereka untuk menindak tegas pelaku kekerasan terhadap anak serta memastikan perlindungan anak tetap menjadi prioritas utama.

  • Penulis: Reski
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Resmi Terpilih sebagai Presiden Dewan HAM PBB

    Indonesia Resmi Terpilih sebagai Presiden Dewan HAM PBB

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Presiden Dewan HAM PBB kini dijabat Indonesia untuk pertama kalinya sejak pembentukan lembaga tersebut. Sidang Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, Swiss, Kamis (8/1/2026), menetapkan Indonesia sebagai pemimpin forum HAM global dan membuka babak baru diplomasi multilateral Indonesia. Dalam sidang itu, Indonesia menunjuk Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Duta […]

  • Penyerapan Tenaga Kerja Jadi Fokus Kadin Dorong Peran Swasta

    Penyerapan Tenaga Kerja Jadi Fokus Kadin Dorong Peran Swasta

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Jakarta, dusatunews.com — Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menempatkan penyerapan tenaga kerja sebagai agenda utama untuk memperkuat kelas menengah dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Kadin mendorong sektor swasta memperluas penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Aviliani, menegaskan bahwa dunia usaha perlu bergerak aktif membantu pemerintah. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara […]

  • LCT RI China yuan Bank Indonesia Destry Damayanti Economic Outlook 2026

    Transaksi Rupiah–Yuan Melejit, Indonesia–China Catat LCT US$2,7 Miliar dalam Sebulan

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 240
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — LCT RI China yuan melonjak tajam pada akhir 2025. Bank Indonesia mencatat nilai transaksi perdagangan Indonesia–China berbasis mata uang lokal mencapai US$2,7 miliar hanya dalam satu bulan, yakni Desember 2025. Angka ini jauh melampaui rata-rata transaksi bulanan sebelumnya yang berada di kisaran US$1 miliar. Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti menilai capaian tersebut menandai […]

  • Pembangunan Papua berbasis etnosains didorong Wamen HAM agar kebijakan lebih selaras dengan kebutuhan masyarakat adat.

    Wamen HAM: Pembangunan Papua Harus Berbasis Etnosains dan Kearifan Lokal

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)– Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto mendorong pemerintah menjadikan etnosains sebagai fondasi pembangunan di Papua. Ia menilai pendekatan tersebut mampu menghasilkan kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat adat sekaligus memperkuat penghormatan terhadap hak asasi manusia. Pernyataan itu disampaikan Mugiyanto saat menghadiri Konferensi APS ke-3 di Papua Youth Creative Hub (PYCH), Jayapura, Jumat […]

  • Karhutla di Sumatra Meningkat, Manggala Agni Dikerahkan

    Karhutla di Sumatra Meningkat, Manggala Agni Dikerahkan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Karhutla di Sumatra kembali meningkat seiring masuknya musim kemarau. Kementerian Kehutanan mengerahkan tim Manggala Agni untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah rawan, terutama Aceh, Sumatra Utara, dan Riau. Tim Manggala Agni langsung bergerak ke lapangan untuk melakukan pemadaman darat di titik-titik api yang terdeteksi. Petugas meningkatkan patroli rutin dan […]

  • Prabowo Curiga Ada Elit yang Nyinyir dan Menghujat Pemerintah di Medsos: Jangan-Jangan Dibayar

    Prabowo Curiga Ada Elit yang Nyinyir dan Menghujat Pemerintah di Medsos: Jangan-Jangan Dibayar

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 358
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.co – Arus serangan personal dan narasi negatif terhadap pemerintah di media sosial kian menguat. Situasi ini memicu kekhawatiran soal kualitas ruang digital dan dampaknya bagi kepercayaan publik terhadap kebijakan negara. Isu tersebut mencuat saat pemerintah baru mulai menjalankan agenda konsolidasi. Stabilitas politik dan kepercayaan masyarakat menjadi faktor krusial pada fase awal pemerintahan. Karena itu, […]

expand_less