Breaking News
light_mode
Beranda » Politik » Evaluasi Otonomi Daerah Dinilai Perlu Diperkuat DPD RI

Evaluasi Otonomi Daerah Dinilai Perlu Diperkuat DPD RI

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 487
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bengkulu, (duasatunews.com) — Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan otonomi daerah. Ia menilai kebijakan tersebut perlu penguatan agar tetap efektif.

Sultan menyampaikan pernyataan itu usai dialog Green Demokrasi Indonesia. Kegiatan tersebut melibatkan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia dan Generasi Z. Acara berlangsung di Bengkulu, Selasa (17/2/2026).

Menurut Sultan, pemerintah perlu menata ulang pembagian kewenangan pusat dan daerah. Ia meminta semua pihak menentukan kewenangan yang harus dikelola daerah. Ia juga menekankan perlunya penguatan peran pusat pada sektor strategis nasional.

“Otonomi daerah harus kita evaluasi. Kita perlu memilah kewenangan yang relevan. Kita juga harus menghentikan kebijakan yang tidak lagi sesuai,” kata Sultan.

Ia menjelaskan bahwa DPD RI terus menyusun kajian terbaru. Kajian tersebut menilai pelaksanaan otonomi daerah di berbagai sektor. DPD RI juga memetakan kebijakan yang berjalan baik dan yang masih bermasalah.

Selain itu, DPD RI aktif menyerap masukan publik. Sultan menyebut lembaganya berdialog dengan akademisi dan pakar pemerintahan. DPD RI juga berdiskusi dengan tokoh yang terlibat dalam perumusan awal otonomi daerah.

“Kami mendengar pandangan para arsitek otonomi daerah. Kami ingin melihat perkembangan sistem ini hingga 2026,” ujarnya.

Sultan mengakui adanya perbedaan pandangan di kalangan ahli. Sebagian pihak menilai otonomi daerah gagal. Pihak lain menilai kebijakan tersebut belum optimal. Namun, Sultan memilih pendekatan realistis.

Ia menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan. Menurutnya, evaluasi tidak boleh melemahkan semangat desentralisasi. Sebaliknya, evaluasi harus memperkuat peran daerah.

Melalui evaluasi yang komprehensif, Sultan berharap pemerintah daerah semakin mandiri. Ia juga berharap pelayanan publik menjadi lebih cepat dan tepat. Selain itu, ia menilai evaluasi dapat mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepemimpinan Irham Kalenggo di Konawe Selatan

    Irham Kalenggo dan Jalan Baru Pembangunan Konawe Selatan

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 1.092
    • 0Komentar

    Kepemimpinan Daerah di Persimpangan KepentinganOleh: Arin Fahrul Sanjaya, S.I.Kom JAKARTA, duasatunews.com | Kepemimpinan daerah tidak hanya menyangkut kemampuan mengelola birokrasi. Seorang kepala daerah juga harus mampu menavigasi berbagai kepentingan politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga tekanan globalisasi yang kian kuat. Dalam konteks ini, Konawe Selatan (Konsel) menempati posisi strategis. Kabupaten yang dikenal sebagai lumbung pangan serta […]

  • "Pejabat Pemprov DKI Jakarta berbicara di podium dalam acara resmi, dengan latar belakang ukiran kayu tradisional Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul."

    DKI Jakarta Siapkan Rp253,6 Miliar untuk Sekolah Swasta Gratis, Ribuan Siswa Diprioritaskan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 332
    • 2Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan anggaran Rp253,6 miliar untuk program sekolah swasta gratis. Program itu membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa bersekolah. Pemprov DKI memilih 103 sekolah swasta untuk mengikuti program tersebut. Sekolah peserta berasal dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga SLB. Pemerintah daerah ingin memperluas akses pendidikan dan […]

  • Menlu Turki dan Iran Bahas Upaya Redam Ketegangan Kawasan

    Menlu Turki dan Iran Bahas Upaya Redam Ketegangan Kawasan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membahas upaya meredakan ketegangan kawasan melalui sambungan telepon pada Selasa (28/1/2026). Pembicaraan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk mengedepankan jalur diplomasi. Sumber di Kementerian Luar Negeri Turki menyebutkan bahwa kedua menlu fokus pada langkah konkret penurunan eskalasi. Mereka menilai […]

  • Dari Panggung Militer ke Panggung Pemerintahan: Sosok Kepemimpinan dan Kesetiaan Presiden Lebanon

    Dari Panggung Militer ke Panggung Pemerintahan: Sosok Kepemimpinan dan Kesetiaan Presiden Lebanon

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 699
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Lebanon kini memasuki fase politik baru. Joseph Aoun terpilih sebagai Presiden Republik Lebanon pada 9 Januari 2025. Dengan demikian, negara tersebut mengakhiri kekosongan jabatan presiden yang berlangsung lebih dari dua tahun. Latar Belakang dan Kehidupan Awal Pada 10 Januari 1964, Joseph Aoun lahir di Sin el-Fil, Lebanon. Ia berasal dari keluarga Kristen […]

  • MENGGUNGAT MAFIA TANAH DI SULAWESI TENGGARA

    MENGGUNGAT MAFIA TANAH DI SULAWESI TENGGARA

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 930
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Praktik mafia tanah di Sulawesi Tenggara semakin menggerus kepastian hukum dan memukul langsung kehidupan masyarakat. Sengketa lahan muncul berulang dengan pola serupa, mulai dari terbitnya sertifikat ganda hingga klaim kepemilikan mendadak yang memicu konflik berkepanjangan. Masalah ini menjadi mendesak karena hampir seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara kini menghadapi persoalan yang sama. […]

  • AI dan masa depan pers Indonesia

    Menkomdigi Siapkan Regulasi Lindungi Karya Pers dari Kecerdasan AI

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 343
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Regulasi AI pers menjadi isu mendesak di tengah masifnya penggunaan kecerdasan buatan oleh platform digital. Teknologi ini kerap mengambil, mengolah, dan menyebarkan ulang karya jurnalistik tanpa izin. Praktik tersebut menekan keberlanjutan media dan memengaruhi kualitas informasi publik. Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan teknologi memperluas pemanfaatan AI untuk merangkum berita media arus utama. […]

expand_less