Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » KUHP Baru Batasi Pasal Penghinaan Lembaga Negara, Wamenkum: Proses Hukum Jalan Jika Ada Laporan

KUHP Baru Batasi Pasal Penghinaan Lembaga Negara, Wamenkum: Proses Hukum Jalan Jika Ada Laporan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 701
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,Duasatunews.com – Penghinaan lembaga negara dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru kembali menarik perhatian publik. Perbincangan ini muncul seiring kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap kemungkinan pembatasan kebebasan berekspresi dan ruang kritik.

Wakil Menteri Hukum dan HAM menyatakan bahwa aparat penegak hukum tidak langsung memproses dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan martabat lembaga negara. KUHP baru secara tegas menempatkan ketentuan tersebut sebagai delik aduan, sehingga proses hukum bergantung pada adanya laporan resmi.

Aturan ini mewajibkan lembaga negara yang merasa dirugikan untuk mengajukan pengaduan. Tanpa laporan, aparat tidak memiliki dasar hukum untuk memulai penyelidikan ataupun penyidikan. Pemerintah menilai mekanisme ini penting agar penegakan hukum berjalan proporsional.

Pemerintah menyusun ketentuan tersebut untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan institusi negara dan hak warga negara dalam menyampaikan pendapat. Selain itu, pemerintah mengakui kritik sebagai elemen penting dalam sistem demokrasi yang sehat dan terbuka.

Wamenkum menegaskan bahwa hukum tetap melindungi kritik, pendapat, serta ekspresi publik. Masyarakat dapat menyampaikan pandangan secara terbuka selama tidak memuat unsur penghinaan, fitnah, atau serangan terhadap martabat institusi.

Menurutnya, pengaturan terkait penghinaan lembaga negara dalam KUHP baru justru memberi kejelasan batas hukum. Kejelasan ini membantu publik memahami perbedaan antara kritik yang sah dan tindakan yang berpotensi melanggar hukum pidana.

“Proses hukum berjalan jika lembaga negara mengajukan laporan resmi,” ujar Wamenkum.

Karena itu, pemerintah meminta masyarakat tidak menafsirkan KUHP baru secara berlebihan. Pemerintah juga terus meningkatkan sosialisasi agar publik memahami substansi aturan secara menyeluruh dan objektif.

Pada akhirnya, pemerintah mendorong masyarakat untuk tetap aktif mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, pemerintah juga mengajak publik menyampaikan kritik secara bertanggung jawab, beretika, dan berbasis fakta, sehingga iklim demokrasi tetap terjaga tanpa menabrak ketentuan hukum yang berlaku terkait penghinaan lembaga negara.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tambang nikel Sultra di kawasan pertambangan Sulawesi Tenggara

    Tambang Nikel Sultra Meningkat, Dampak Lingkungan Menguat

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 561
    • 0Komentar

    KENDARI, (duasatunews.com) – Tambang nikel Sultra terus menunjukkan peningkatan seiring tingginya permintaan komoditas mineral strategis. Seiring dengan itu, masyarakat di sekitar wilayah tambang mulai merasakan dampak nyata berupa kerusakan lingkungan dan infrastruktur, terutama pada akses jalan dan kawasan pesisir. Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi salah satu sentra produksi nikel nasional. Industri tambang menggerakkan ekonomi daerah, membuka […]

  • Pabrik Minyak VCO Mangkrak: FMAK Laporkan Kades Mata Langara Dugaan Korupsi Ke KEJATI Sultra

    Pabrik Minyak VCO Mangkrak: FMAK Laporkan Kades Mata Langara Dugaan Korupsi Ke KEJATI Sultra

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 635
    • 0Komentar

    Kendari, (kabaristana.com) — Forum Mahasiswa Anti Korupsi Sulawesi Tenggara (FMAK Sultra) resmi melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan pabrik Virgin Coconut Oil (VCO) di Desa Mata Langara, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan, ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra) Senin, (31/8/2026). Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan adanya penyimpangan dalam proses pembangunan dan pengelolaan […]

  • TNI AL gagalkan penyelundupan sianida 1,4 ton di Bitung

    Penyelundupan Sianida Bitung, TNI AL Amankan 1,4 Ton

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com)  – TNI AL menggagalkan penyelundupan sianida seberat 1,4 ton melalui Pelabuhan Ferry ASDP Bitung, Sulawesi Utara. Petugas menemukan bahan kimia berbahaya itu saat memeriksa kendaraan yang turun dari kapal feri rute Talaud–Bitung. Operasi ini menunjukkan keberhasilan pengawasan laut oleh personel TNI Angkatan Laut bersama Bea Cukai di kawasan pelabuhan. Dalam siaran pers yang diterima […]

  • PBB Minta Semua Pihak Tahan Diri, Wacana Serangan ke Iran Dinilai Berbahaya

    PBB Minta Semua Pihak Tahan Diri, Wacana Serangan ke Iran Dinilai Berbahaya

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 567
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — PBB khawatir situasi Iran yang terus memanas seiring berlanjutnya aksi protes di berbagai wilayah. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai meningkatnya ketegangan politik serta wacana serangan militer berisiko memperburuk stabilitas keamanan dan kondisi kemanusiaan di Republik Islam Iran. Sejumlah media internasional menyoroti perkembangan tersebut, termasuk laporan dari BBC Newshttps://www.bbc.com/news PBB Khawatir Situasi Iran Kian […]

  • Bareskrim Polri menangkap empat WNA China dalam kasus tambang ilegal Papua di kawasan hutan

    Bareskrim dan Kemenhut Tangkap 4 WNA China Diduga Terlibat Tambang Ilegal di Hutan Papua

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 359
    • 9Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Kasus tambang ilegal Papua kembali menjadi perhatian aparat penegak hukum. Bareskrim Polri bersama PPNS Kementerian Kehutanan menangkap empat warga negara asing asal China yang diduga menjalankan aktivitas pertambangan tanpa izin di kawasan hutan Papua. Operasi penindakan berlangsung sejak 22 hingga 26 Mei 2026 di wilayah hukum Polda Papua. Empat WNA yang diamankan berinisial […]

  • silaturahmi Prabowo presiden pendahulu di Istana

    Silaturahmi Prabowo Presiden Pendahulu Perkuat Persatuan

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 438
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Silaturahmi Prabowo presiden pendahulu menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh nasional ke Istana Kepresidenan. Pertemuan ini mempertemukan para mantan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia dalam satu forum kebangsaan. Pertemuan lintas generasi pemimpin bangsa tersebut dinilai sebagai langkah penting untuk menjaga komunikasi dan persatuan nasional. Dialog antar tokoh […]

expand_less