Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Layak Masuk Kabinet, Anton Timbang, Representasi Keadilan Pembangunan dan Masa Depan Indonesia Inklusif

Layak Masuk Kabinet, Anton Timbang, Representasi Keadilan Pembangunan dan Masa Depan Indonesia Inklusif

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
  • visibility 934
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Anton Timbang Ajak Masyarakat Bersatu Dukung Kepala Daerah Terpilih di Sultra - tirtamedia.id

doc : Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang saat mendampingi presiden prabowo Subianto

Oleh: Arin Fahrul Sanjaya, S.I.Kom.
Analis Komunikasi Politik & Aktivis Muda Sultra-Jakarta

 

“Kita tidak sedang meminta belas kasihan kekuasaan. Kita hanya menuntut keadilan representasi.”

Selama puluhan tahun, elite di pusat kekuasaan mengendalikan narasi pembangunan Indonesia. Jakarta dan lingkar politik nasional menentukan arah kebijakan, membagi anggaran, menunjuk pejabat, bahkan menafsirkan kebutuhan rakyat. Semua keputusan penting lahir dari pusat.

Di saat yang sama, daerah di luar Pulau Jawa terutama Kawasan Timur Indonesia hanya menerima hasil keputusan. Mereka jarang ikut menyusun strategi. Akibatnya, banyak program pembangunan gagal menyentuh persoalan nyata di lapangan.

Daerah Kaya, Tapi Tetap Menjadi Penonton

Wilayah Timur Indonesia menyimpan sumber daya alam dan kekayaan budaya yang besar. Namun negara belum memberi ruang yang setara bagi daerah-daerah ini dalam pengambilan keputusan strategis.

Sulawesi Tenggara menjadi contoh nyata. Provinsi ini menopang industri nikel nasional dan agenda hilirisasi. Namun masyarakat lokal belum merasakan kesejahteraan yang sebanding. Pemerintah pusat masih merumuskan kebijakan tanpa melibatkan suara daerah secara utuh.

Masalah ini bukan sekadar ketimpangan ekonomi, melainkan ketimpangan kekuasaan.

Ketimpangan Representasi dalam Kabinet

Sejarah kabinet Indonesia menunjukkan kecenderungan Jawa-sentris. Meski beberapa tokoh dari luar Jawa masuk kabinet, jumlah dan perannya belum mencerminkan kontribusi daerah terhadap negara.

Pemerintah perlu mengakhiri pola lama ini. Negara harus berani membangun kabinet yang mencerminkan keadilan struktural, bukan sekadar kompromi politik.

Mengapa Anton Timbang Layak Dipertimbangkan?

Anton Timbang memimpin KADIN Sulawesi Tenggara dengan rekam jejak yang jelas. Ia membina UMKM, mendorong investasi yang sehat, dan menguatkan ekonomi berbasis potensi lokal.

Lebih dari itu, Anton menyatukan kepentingan daerah dengan agenda nasional. Ia memahami persoalan pelaku usaha kecil, hambatan regulasi, dan kebutuhan pembangunan manusia. Ia tidak berbicara dari menara gading, tetapi dari pengalaman langsung di lapangan.

Anton juga konsisten mendorong praktik usaha berkelanjutan. Ia menyuarakan perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat lokal, terutama di sektor pertambangan. Sikap ini relevan dengan tantangan global hari ini.

Kabinet Inklusif Menentukan Efektivitas Pemerintahan

Pemerintahan hanya akan efektif jika rakyat merasa terwakili. Untuk itu, komposisi kabinet harus mencerminkan keragaman geografis dan kepentingan nasional secara nyata.

Pemerintah ke depan tidak bisa lagi menyusun kabinet hanya demi kepentingan partai atau elite. Kabinet harus menjadi ruang representasi nasional—tempat suara dari daerah ikut menentukan arah kebijakan.

Sulawesi Tenggara dan wilayah Timur Indonesia harus hadir bukan hanya sebagai objek, tetapi sebagai subjek pengambil keputusan.

Tantangan Global Membutuhkan Wajah Baru

Indonesia menghadapi tekanan global yang kompleks: transisi energi, perubahan iklim, dan ketidakpastian ekonomi. Negara membutuhkan figur yang memahami dunia usaha sekaligus realitas sosial.

Anton Timbang membawa perspektif tersebut. Ia memahami pasar, regulasi, dan dampak kebijakan terhadap masyarakat. Ia mewakili wajah Indonesia yang tumbuh dari daerah dan berpikir untuk kepentingan nasional.

Kesimpulan: Timur Harus Hadir di Ruang Kekuasaan

Sebagai pemuda dari Sulawesi Tenggara, saya menolak melihat daerah saya terus menjadi catatan kaki pembangunan nasional. Saya ingin melihat perwakilan Timur Indonesia duduk di ruang pengambilan keputusan strategis.

Kabinet Indonesia harus mencerminkan Indonesia yang sesungguhnya—adil, inklusif, dan berimbang.

Anton Timbang bukan hanya tokoh daerah. Ia mewakili harapan banyak wilayah yang selama ini terpinggirkan. Jika kabinet mendatang ingin mencerminkan perubahan nyata, pemerintah harus memberi ruang bagi figur seperti dirinya.

Tentang Penulis

Arin Fahrul Sanjaya adalah analis komunikasi politik dan aktivis muda asal Sulawesi Tenggara. Ia aktif dalam advokasi kebijakan publik, isu keterwakilan daerah, dan pemberdayaan pemuda di bidang sosial-politik.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menolak Lupa: Laksamana Perempuan Pertama di Ujung Pulau Sumatera yang menggemparkan dunia membentuk pasukan Inong Balle Melawan Penjajah

    Menolak Lupa: Laksamana Perempuan Pertama di Ujung Pulau Sumatera yang menggemparkan dunia membentuk pasukan Inong Balle Melawan Penjajah

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 1.008
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Sejarah Indonesia mencatat sosok luar biasa bernama Laksamana Malahayati, laksamana perempuan pertama di dunia yang berasal dari Aceh. Pada abad ke-16, saat kekuatan Eropa mulai mencengkeram Nusantara, Malahayati memimpin perlawanan laut secara langsung demi menjaga kedaulatan wilayah Aceh. (06/01/2026) Perempuan yang Membalik Logika Zaman Di ujung barat Nusantara, ketika bangsa Eropa memetakan […]

  • Jampidsus Kejagung Geledah Kantor Kementerian Kehutana

    Jampidsus Kejagung Geledah Kantor Kementerian Kehutana

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 620
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Penyidikan dugaan korupsi izin usaha pertambangan (IUP) nikel di Konawe Utara mulai menyentuh kementerian teknis. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran publik atas lemahnya pengawasan negara terhadap pengelolaan kawasan hutan dan tambang. Kasus ini mencuat saat aktivitas pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara terus meluas. Konawe Utara menjadi salah satu wilayah dengan tekanan lingkungan tinggi. Di […]

  • Tambang nikel Konawe Selatan dan perubahan lanskap lingkungan

    Tambang nikel Konawe Selatan Disorot

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 753
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Tambang nikel Konawe Selatan kembali menarik perhatian warga dan pemerhati lingkungan. Aktivitas pertambangan di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, berpotensi memengaruhi kondisi ekologis di sekitar wilayah operasi. Pemegang izin, PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN), mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas sekitar 1.932 hektare hingga 2029. Namun, warga menilai metode […]

  • hamas desak iran hentikan serangan ke negara teluk

    Hamas Desak Iran Hentikan Serangan ke Negara Teluk

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 327
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Hamas desak Iran agar tidak menargetkan negara-negara Teluk di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Kelompok Palestina tersebut meminta Teheran menahan diri dan menghindari serangan terhadap negara tetangga. Pada Sabtu (14/3/2026), Hamas menyampaikan seruan tersebut melalui pernyataan resmi. Organisasi itu mengajak Iran menjaga stabilitas kawasan agar konflik tidak meluas. “Hamas menegaskan hak […]

  • Alih fungsi lahan Cisarua di lereng Pasirlangu

    Alih Fungsi Lahan Cisarua Jadi Sorotan Pemerintah

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 577
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Alih fungsi lahan Cisarua menjadi perhatian pemerintah setelah longsor terjadi di lereng perbukitan Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Di kawasan tersebut, hamparan perkebunan sayuran tampak mendominasi lereng yang sebelumnya berfungsi sebagai kawasan hutan. Kondisi itu menarik perhatian Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, saat […]

  • Sekolah Rakyat anak jalanan dengan pendampingan pendidikan oleh petugas sosial di Jakarta

    Sekolah Rakyat Anak Jalanan Butuh Pendampingan Berkelanjutan

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Windi Anggraini
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Jakarta,{duasatunews.com}-Atalia Praratya mendorong pemerintah memastikan program Sekolah Rakyat untuk anak jalanan berjalan berkelanjutan. Ia menilai program ini tidak boleh berhenti pada tahap pendataan dan rekrutmen awal. Menurutnya, pemerintah sudah menunjukkan kehadiran nyata melalui pendekatan “jemput bola” untuk menjaring anak jalanan. Namun, pemerintah tetap perlu memberikan pendampingan jangka panjang agar anak-anak dapat bertahan dalam pendidikan. Apresiasi […]

expand_less