Macron Ungkap Fokus Pertemuan dengan Prabowo di Paris
- account_circle adrian
- calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
- visibility 148
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut Presiden RI Prabowo Subianto dalam jamuan makan malam di Istana Élysée, Paris, Prancis.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Presiden Prancis Emmanuel Macron memaparkan fokus pembahasan saat bertemu Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam jamuan makan malam di Istana Élysée, Paris, Jumat (23/1) malam waktu setempat.
Presiden Prabowo menghadiri jamuan tersebut atas undangan langsung Presiden Macron. Pertemuan itu menjadi bagian dari agenda resmi kunjungan Prabowo ke Prancis.
Lawatan Usai Hadiri WEF Davos
Presiden Prabowo bertolak ke Paris pada Jumat siang. Sebelumnya, ia menyampaikan pidato khusus dalam Annual Meeting World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1).
Setelah tiba di Paris, Presiden Prabowo langsung menjalani agenda diplomatik bersama Presiden Macron di Istana Élysée.
Pertemuan Bukan yang Pertama
Jamuan makan malam tersebut menandai pertemuan lanjutan kedua pemimpin. Presiden Macron pernah menjamu Prabowo pada 2025. Keduanya juga bertemu pada Juli 2024 saat Prabowo masih berstatus presiden terpilih.
“Senang menyambut hari ini di Paris Presiden Indonesia, Prabowo Subianto,” ujar Macron dalam siaran resmi yang dikutip di Jakarta, Sabtu.
Penguatan Kemitraan Indonesia–Prancis
Presiden Macron menyebut pertemuan itu sebagai upaya memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Prancis. Ia menilai kedua negara memiliki keselarasan pandangan dalam berbagai isu global.
“Bersama-sama, kami memperkuat kemitraan strategis yang menghubungkan Indonesia dan Prancis di berbagai bidang,” kata Macron.
Namun, Macron tidak menjelaskan secara rinci bentuk keselarasan pandangan tersebut.
Sikap Prancis soal Dewan Perdamaian Gaza
Pernyataan Macron muncul di tengah pembahasan internasional mengenai Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace. Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump menggagas inisiatif tersebut.
Indonesia ikut menandatangani piagam pembentukan Dewan Perdamaian. Penandatanganan berlangsung di sela-sela forum WEF di Davos.
Sementara itu, Presiden Macron secara terbuka menolak undangan Amerika Serikat untuk bergabung dalam dewan tersebut. Pemerintah Prancis menilai inisiatif itu berada di luar kerangka kerja internasional yang berlaku.
Prancis Tetap Andalkan Peran PBB
Pemerintah Prancis menegaskan kepercayaannya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di Gaza, Palestina.
Paris menilai PBB memiliki mandat yang jelas dalam masa gencatan senjata dan pascaperang. Pemerintah Prancis juga menyoroti sejumlah pertanyaan terkait struktur dan prinsip Dewan Perdamaian yang digagas Amerika Serikat.
- Penulis: adrian
- Editor: ocit
